Monday, June 29, 2015

The Ultimate PID Checker v1.2.0.606 by Janek2012

The Ultimate PID Checker by Janek2012

The Ultimate PID Checker by Janek2012 | 2.9 MB

The Ultimate PID Checker adalah sebuah aplikasi yang berguna untuk mengecek keaslian serial number atau product key dari Windows atau Microsoft Office. The Ultimate PID Checker mampu mendeteksi berbagai macam tipe serial, mulai dari serial Windows XP hingga Windows 8.1, dan tentu saja Microsoft Office 2010 dan Microsoft Office 2013. Berikut adalah list lengkap product key yang didukung oleh The Ultimate PID Checker.
  • Windows XP / Vista / 7 / 8 / 8.1.
  • Windows Server 2003 / 2008 SP2 / 2008 R2 SP1 / 2012 R2.
  • Microsoft Office 2010 / 2013.
  • Microsoft Visual Studio 2010 / 2012 / 2013
The Ultimate PID Checker juga bisa mendeteksi apakah serial tersebut bertipe OEM, Retail atau MAK. Activation Count atau jumlah aktivasi pada product key juga bisa dibaca oleh The Ultimate PID Checker. Sangat bermanfaatlah menurut saya !


Note :

- Activation Count adalah jumlah kalkulasi aktivasi yang dapat di aktivasi oleh suatu product key atau serial number. Contohnya kalian memiliki serial MAK Windows, kalian bisa menggunakan serial tersebut untuk beberapa PC hingga Activation Count-nya habis / invalid / error. 

- Khusus untuk serial Retail/OEM The Ultimate PID Checker tidak bisa membaca Activation Count. Activation Count hanya bisa dibaca pada serial bertipe MAK ( Multiple Activation Keys ).

- Untuk penjelasan lebih lengkapnya nanti akan saya posting tentang Cara Mengecek Validasi Serial Windows & Office.


PASSWORD BINBOX : INWQH8US

PASSWORD RAR : www.software182.com

Penting ! Inilah Dia File-File yang Wajib Saat Backup !

Penting ! Inilah Dia File-File yang Wajib Saat Backup !

Backup adalah suatu kegiatan untuk membuat data serta informasi cadangan yang kita punya kedalam perangkat penyimpanan lain baik itu perangkat penyimpanan internal, cloud atau perangkat penyimpanan eksternal seperti MicroSD, FlashDisk atau Hardisk External.

Backup juga salah satu elemen terpenting untuk manusia, entah itu backup pada PC / Laptop / Handphone dan sebagainya. Tanpa adanya backup tentu kita akan kelimpungan saat kehilangan data bukan ?

Nah, dipostingan kali ini saya akan memberikan tips file-file apa saja yang harus dibackup dan file yang tidak harus dibackup.

Peraturan Soal Backup

Sebelum melakukan proses backup, tentunya kalian harus memiliki media penyimpanan backup terlebih dahulu. Kalian bisa menyimpan diberbagai macam media penyimpanan seperti yang saya sebutkan diparagraf awal. Namun perlu diingat, kalian harus menyimpan data & informasi kalian tidak hanya di satu media penyimpanan, namun simpan di dua media atau lebih ! karena apabila kalian menyimpan backup hanya di satu media penyimpanan, itu bukan backup dan sewaktu-waktu data kalian bisa hilang.

File yang Wajib Dibackup

Berikut ini adalah apa-apa saja yang kalian harus backup untuk PC kalian. Kalian bisa pindahkan semua file dibawah ini kedalam hardisk external, flashdisk, dvd atau media penyimpanan cloud macam Google Drive, DropBox dan sebagainya.

File yang ada di folder dibawah ini seperti Documents, Music, Pictures, Videos, penting untuk dibackup. Biasanya aplikasi-aplikasi akan menyimpan data di folder dibawah ini.

Penting ! Inilah Dia File-File yang Wajib Saat Backup !


Contohnya saat kalian mengetik di Microsoft Word, Microsoft Word akan menyimpan di folder Documents. Atau saat kalian sehabis foto menggunakan WebCam, biasanya akan disimpan di Pictures atau Videos. 

Selain folder diatas, ada juga folder yang tidak kalah pentingnya yakni folder Downloads. Disinilah seluruh data hasil download dari Internet disimpan. Wah kalau sampai install ulang terus lupa membackup folder download, maka seluruh hasil download akan hilang ! :(

Seluruh folder diatas dapat langsung kalian akses di C:\Users\Nama Pengguna

Penting ! Inilah Dia File-File yang Wajib Saat Backup !

Saat mengakses lokasi tersebut kalian juga akan ditampilkan seluruh folder pengguna yang ada di Windows. Ada juga folder AppData diatas, folder tersebut berguna untuk menyimpan settingan aplikasi yang sudah kalian atur dan save. Folder AppData biasanya tersembunyi, jadi harus ditampilkan terlebih dahulu.

Backup Sistem Operasi juga Boleh !

Kalau kalian malas install ulang dan ingin menggunakan OS yang sedang kalian gunakan tanpa harus kehilangan seluruh aplikasi yang sudah diinstall, ya tinggal di backup saja OS tersebut. Windows juga sudah menyediakan fitur System Image Backup di OS Windows, salah satunya di Windows 8.1

Atau jika kalian tidak ingin menggunakan aplikasi backup system image bawaan Windows, kalian juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Norton Ghost ( hanya support sampai Windows 7 ), Macrium Reflect hingga Acronis True Image

File yang Engga Harus Di Backup

Selain file dan folder diatas yang wajib dibackup, ada juga file & folder yang engga wajib kalian backup. Folder seperti Program Files & Windows adalah 2 folder yang engga wajib atau malah engga perlu dibackup. Folder Windows tidak harus dibackup, lagian saat proses installasi Windows, DVD Windows sudah menyediakan seluruh file yang dibutuhkan. Folder Program Files juga tidak harus, percuma backup folder Program Files.

Terus Kapan Waktunya Backup ?

Kalau kalian memiliki data penting, saya sarankan sih untuk membackup data secara regular, entah itu sehari sekali, 3 hari sekali, seminggu sekali atau secepat mungkin. Tujuannya tentu saja agar kalian tidak menyesal saat kehilangan data kalian. Kalau sudah kehilangan data pasti sakitnya tuh disini hehehe.

Apa kalian sudah backup data hari ini ?

Sunday, June 28, 2015

Hah ? Antivirus Gratisan Ternyata Tidak Benar-Benar Gratis !

Hah ? Antivirus Gratisan Ternyata Tidak Benar-Benar Gratis !

Hah ? Antivirus Gratisan Ternyata Tidak Benar-Benar Gratis !

Antivirus merupakan salah satu elemen terpenting yang dimiliki Sistem Operasi Windows. Seperti yang kita tahu, Windows adalah Sistem Operasi yang paling banyak memiliki serangan dunia maya seperti Malware, Trojan, Virus, Worms dan sebagainya. Jadi, menginstall Antivirus merupakan hal yang logis untuk tindakan pencegahan.

Ada banyak sekali pilihan Antivirus yang ditawarkan oleh berbagai vendor Antivirus. Mulai dari yang berbayar hingga yang gratisan sekalipun. Pengguna Windows yang tidak memiliki uang cukup tentu akan lebih memilih produk gratisan dibanding berbayar, namun yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah antivirus gratis yang ditawarkan oleh berbagai macam vendor tersebut benar-benar gratis ? apakah ada maksud lain dari vendor-vendor Antivirus mengapa mereka memberi Antivirusnya secara gratis ? Jawabannya adalah Ya

Saat ini beberapa perusahaan antivirus terkemuka sengaja menyelipkan berbagai macam adware alias software tambahan kedalam antivirus gratisan yang mereka tawarkan. Tentu saja tujuan mereka membundling junkware tersebut adalah demi uang. Tidak percaya ? silakan lihat artikel yang sudah saya terjemahkan dari howtogeek.com dengan beberapa perubahan.

Semuanya Tentang Uang

Seperti yang sudah disinggung diatas, Beberapa vendor Antivirus menyelipkan junkware kedalam installer Antivirus mereka. Ada beberapa hal yang mereka lakukan demi mendapatkan uang dari PC kalian diantaranya adalah :

- Mengubah Mesin Pencari Kalian : Sebagian vendor Antivirus gratisan akan mengubah mesin pencari yang ada dibrowser kalian. Cara mereka mengubahnya adalah lewat proses installasi. Kalian pasti pernah merasa bukan mengapa tiba-tiba mesin pencari di browser kalian berubah dari Google menjadi Ask atau yang lainnya ?.

Lalu cara mereka membuat uang dari mesin pencari adalah saat kalian mengklik iklan di hasil pencarian tersebut. Mereka terkadang mengubahnya menjadi "Secure Search" atau "pencarian aman", padahal semakin kalian menggunakan fitur tersebut, semakin banyak uang yang dihasilkan untuk vendor Antivirus yang kalian gunakan.

- Mengubah Homepage / Beranda Browser : Ini salah satu yang paling mengesalkan. Saat software mengubah alamat beranda dibrowser pasti ada masalah dengan software tersebut. Mengubah alamat beranda dibrowser akan memonitor berbagai macam aktivitas browsing kalian dan tentu saja akan menampilkan berbagai macam iklan kepada kalian sehingga vendor antivirus mendapatkan uang.

- Ask Toolbar : Kalau yang ini sih sudah sangat familiar dikalangan pengguna Windows. Ask Toolbar kenyataanya sudah ada sejak bertahun-tahun lalu dan tidak hanya ada di software antivirus gratisan. Kalian harus hati-hati saat menginstall software gratisan, karena biasanya terdapat toolbar sampah seperti ini.

- Junkware : Junkware adalah aplikasi sampah bawaan dari suatu software. Biasanya ditawarkan saat proses installasi atau setelah proses installasi selesai. Terkadang Junkware juga terinstall secara otomatis kedalam PC pengguna tanpa pemberitahuan. 

Vendor Antivirus mendapatkan uang dari Junkware dengan cara dibayar dari pembuat Junkware teresebut. Semakin banyak Junkware yang terinstall, semakin banyak dollar yang didapat. 

Tracking : Ini yang paling berbahaya menurut saya, karena setiap aktivitas internet kalian akan dimonitor bahkan hingga informasi personal. Sebagian vendor Antivirus bahkan menjual informasi pengguna demi uang !

Beberapa Vendor Antivirus Gratisan yang Tidak Benar-Benar Gratis

Dibawah ini adalah beberapa list dari Antivirus gratis yang kenyataanya tidak benar-benar gratis. Apabila kalian menginstall salah satu software dibawah ini saya sarankan untuk membaca proses installasinya baik-baik agar tidak terkena jebakan betmen

Ad-Aware Free

Ad-Aware Free milik Lavasoft menawarkan sebuah fitur bernama "Web Protection". Web Protection akan berguna untuk melindungi pengguna Ad-Aware dari program jahat dunia maya, padahal fitur ini akan mengubah mesin pencari kalian dengan SecureSearch yang dipromotori oleh Yahoo! ( Bing ). Kalau kalian tidak ada masalah dengan Bing sih cukup pakai saja Internet Explorer dibandingkan harus mengganti mesin pencari disemua browser dengan Bing.

Ad-Aware Free

avast! Free

avast! Free merupakan salah satu antivirus gratisan paling populer di Dunia dan sudah digunakan oleh jutaan pengguna Windows. avast! Free memiliki proteksi yang cukup bagus, namun saat proses installasi avast! Free, ternyata avast! sedikit bertindak "nakal" karena akan menginstall Ad-ware berupa Google Toolbar dan DropBox.

avast! Free

DropBox merupakan software yang bagus, namun kalau kalian tidak terlalu membutuhkan DropBox buat apa ? selain itu siapa pula yang mau browsernya terinstall Toolbar yang malah membuat browser jadi lambat.

Avira Free Antivirus

Avira Free, salah satu antivirus yang pernah saya gunakan sejak zaman Windows XP ternyata tidak luput dari kelakuan "nakal" vendor Antivirus. Avira Free akan menawarkan kalian berupa “Avira SafeSearch Plus.” Padahal fitur tersebut hanyalah nama laon dari Ask Toolbar !

Avira Free Antivirus

AVG Free

Salah satu antivirus gratisan lainnya adalah AVG Free. AVG Free juga menawarkan berbagai macam junkware saat proses installasi seperti AVG Security Toolbar, AVG Rewards, AVG Web TuneUp, dam juga SecureSearch. Memang di versi AVG Free 2015 tidak ditemukan junkware tersebut, namun kalian harus tetap hati-hati dari produk AVG.

AVG Free

Comodo Free

Comodo Free akan berusaha mengubah mesin pencari kalian ke Yahoo!. Selain itu Comodo Free juga akan mengubah settingan DNS Server kedalam server Comodo. Comodo Free juga akan menawarkan sebuah browser bernama 'Chromodo".

Comodo Free

Panda Free Antivirus

Panda Free akan menginstall toolbar milik mereka sendiri kedalam browser kalian. Dan tentu saja akan mengubah mesin pencari dibrowser dengan Yahoo!. Tidak hanya itu, Panda Free juga menawrkan "MyStart" sebagai pengganti beranda browser kalian.

Panda Free Antivirus

ZoneAlarm Free Antivirus + Firewall

Ada yang pernah memakai ZoneAlarm ? ZoneAlarm juga memakai “ZoneAlarm Search” sebagai salah satu fiturnya. Fitur tersebut akn mengubah alamat Beranda browser kalian serta mengubah mesin pencari dibrowser. Tidak hanya itu, ZoneAlarm juga akan menginstall ZoneAlarm Toolbar yang lagi-lagi merupakan nama lain dari Ask Toolbar.

ZoneAlarm Free Antivirus + Firewall

Kalau Begitu Pilih yang Mana Dong ?

Antivirus yang seharusnya mengatasi masalah malah bisa menambah masalah. Terlebih lagi apabila antivirus gratisan tersebut sudah sering mengeluarkan pesan pop-up untuk membeli versi premium mereka atau mulai menjual data pribadi pengguna demi uang.

Well, antivirus diatas memang memiliki proteksi yang cukup bagus diantaranya avast!, Avira. Kalian bisa mengatasinya dengan cara berhati-hati saat proses installasi antivirus gratisan dan tidak asal menekan tombol "Next" atau "Yes" saja saat installasi. Menggunakan software Unchecky juga berguna untuk mencegah Junkware dan Adware terinstall di PC kalian

Atau kalian juga bisa menggunakan antivirus berbayar seperti Kaspersky, ESET yang biasanya tidak menginstall software-software sampah diatas.

Ngomong-ngomong, kalian pakai antivirus gratisan atau berbayar ? :)

Saturday, June 27, 2015

Microsoft DirectX 9.29.1974 (June 2010)

Microsoft DirectX

Microsoft DirectX | 96 MB

Microsoft DirectX adalah kumpulan library yang digunakan oleh sistem operasi Windows untuk menjalankan berbagai macam program serta games terutama yang bertipe 3D, Full Graphics dan juga animasi. Microsoft DirectX ini sangat penting diinstall setelah installasi, karena tanpa adanya Microsoft DirectX kalian tidak akan bisa menjalankan beberapa program atau games. Bahkan terkadang akan muncul pesan error seperti "error .dll"

DirectX June 2010 mendukung berbagai macam sistem operasi dari Windows XP Service Pack 3 hingga Windows 7 SP1. DirectX June 2010 yang saya bagikan versi offline installer, kalian tidak perlu koneksi internet saat installasi.



NO ADFLY, NO BINBOX, NO PASSWORD !




Thursday, June 25, 2015

5 Software yang Paling Banyak Dibajak

Software yang Paling Banyak Dibajak

5 Software yang Paling Banyak Dibajak

Sebagai pengguna Windows, kalian pastinya membutuhkan software-software tambahan untuk menunjang pekerjaan kalian. Windows layaknya Android memiliki keuntungan dari segi kuantitas pengguna. Sampai Saat ini sistem operasi besutan Microsoft itu memiliki jumlah pengguna terbesar di Dunia. Dengan banyaknya pengguna Windows, tentu banyak aplikasi yang berlomba-lomba membuat aplikasi untuk Windows. Dimulai dari yang berbayar hingga yang gratisan pun ada.

Walaupun sudah ditawari software gratisan, tampaknya pengguna Windows cenderung memilih software yang berbayar. Tetapi sebagian pengguna Windows tersebut menggunakan software berbayar secara "gratis" alias menggunakan crack, patch, keygen atau activator yang bertebaran di Internet. Masalah utama dari pembajakan tersebut adalah harga.

Berikut adalah software-software yang paling banyak dibajak pengguna Windows versi Software182 :

1. Microsoft Office

Seri Microsoft Office sudah sejak dahulu terkenal dengan fiturnya yang powerful. Bisa dibilang OS Windows tanpa Microsoft Office akan terasa hambar. Microsoft Office memang patut diacungi jempol karena dapat membantu penggunanya dengan mudah. Tampilannya yang user friendly membuat penggunanya akan dengan cepat menguasainya. Namun, dari segi harga, seri Microsoft Office ini tidak ramah di pengguna.


Bayangkan saja, untuk 1 buah lisensi Microsoft Office Home & Student 2013 seharga $139 ! itupun tidak mencakup seluruh fitur dari Microsoft Office layaknya Microsoft Office Professional Plus. Microsoft Office 2013 Professional Plus sendiri dihargai hingga $399 ! ( lihat disini ) Sangat mahal bukan ? Oleh karena itu banyak pengguna Microsoft Office yang memilih "jalan pintas" dengan menggunakan Aktivator untuk mengaktivasi Microsoft Office miliknya.

2. Internet Download Manager

Siapa yang tidak mengenal software magic ini ? yang suka download pasti wajib & kudu menggunakan software downloader paling populer ini. Internet Download Manager sebagai "raja" dari semua downloader memang menawarkan fitur yang menggiurkan diantaranta adalah mempercepat proses download hingga 500%, support berbagai macam OS Windows, Support resume download, Support berbagai macam tipe browser dan lain sebagainya.


Harga dari IDM sendiri cukup terjangkau karena hanya $24.9. Reseller IDM untuk Indonesia pun sudah ada, dan kalian juga dapat menggunakan lisensi IDM tersebut selama seumur hidup. Namun, karena sebagian pengguna IDM tidak memiliki uang yang cukup / mungkin ada alasan lainnya, para penggunanya lebih memilih versi bajakannya dengan menggunakan patch & keygen.

3. WinRAR

Satu lagi software jadul terpopuler. WinRAR sebagai salah satu pioneer software kompresi dari rar-lab. Disetiap PC / Laptop, pasti sebagian penggunanya memiliki WinRAR. WinRAR memang memiliki banyak fungsi diantaranya untuk membuka file berekstensi RAR, CAB, ARJ, LZH, TAR, GZ, ACE, UUE, BZ2, JAR, ISO, 7Z, Z. Padahal saat ini sudah banyak alternatif WinRAR seperti Bandizip, 7zip, HaoZip yang menawarkan fitur yang sama dengan WinRAR, namun sebagian pengguna tetap menggunakan WinRAR sebagai software utama untuk membuka file arsip.

4. Adobe & Corel Family

Rasanya untuk para desainer, software-software dari Adobe & Corel Family sangat powerful untuk digunakan. Software dari Adobe & Corel memiliki kans paling banyak untuk dibajak, contohnya saja Adobe Photoshop & Corel Draw Graphic Suite pastinya sebagian Desainer yang belum memiliki uang "terpaksa" menggunakan versi bajakan software tersebut. Masalah harga adalah salah satu alasan mengapa sebagian pengguna software Adobe & Corel menggunakan versi bajakan.

5. Antivirus

Antivirus pun tidak luput dari pembajakan. Avast!, Kaspersky Internet Security, ESET, BitDefender adalah beberapa contoh vendor antivirus yang dibajak. Di Internet kita pastinya akan banyak menemukan lisensi, key hingga username dan password. Ada juga trial reset serta Key Finder untuk berbagai macam vendor Antivirus. 

Nah, selain software-software diatas, menurut kalian software apa saja yang paling sering dibajak ? Tulis dikolom komentar :)

Asyik ! Windows 10 bisa SideLoad Universal Apps

Windows 10 bisa SideLoad Universal Apps

Asyik ! Windows 10 bisa SideLoad Universal Apps

SideLoad adalah pemindahan aplikasi dari sistem yang satu ke sistem lainnya. Bisa diibaratkan seperti Android, biasanya kita menginstall aplikasi android melalui Google PlayStore, namun di Android kita bisa diberi kebebasan untuk menginstall aplikasi tidak hanya melalui Google PlayStore, tetapi bisa juga melalui diluar Google PlayStore.

Nah, Windows 10 sekarang sudah support untuk melakukan hal yang seperti di lakukan Android. Memang fitur ini bukanlah fitur baru karena sejatinya fitur SideLoad App sudah ada di Windows 8. SideLoad di Windows 10 ditujukan untuk Universal App / Modern App. Universal App yakni aplikasi yang biasa terdapat di Windows Store. Tetapi fitur SideLoad hanya ada di versi Windows 8/8.1 Enterprise. Berbeda dengan versi sebelumnya, di Windows 10 versi apa saja baik itu Home / Pro atau Enterprise, kalian bisa menginstall aplikasi yang sejatinya hanya di Windows Store sekarang bisa diinstall langsung ke Windows 10 tanpa harus konek ke Windows Store. Menarik bukan ?

Cara SideLoad App Windows 10

Fitur SideLoad sudah diperkenalkan pada Windows 10 Insider Preview build 10122, jika kalian tidak menemukan fitur ini, ada kemungkinan kalian menjalankan versi Windows 10 Preview versi lama.

Untuk melakukannya cukup mudah, kalian cukup pilih Update and security --> For developers --> kemudian aktifkan pilihan Sideload apps.

Windows 10 bisa SideLoad Universal Apps

Windows 10 bisa SideLoad Universal Apps

Biasanya setelah mengaktifkan fitur SideLoad, kalian akan diberi semacam warning oleh Microsoft saat menginstall aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Hal ini wajar, sama saja seperti fitur SmartScreen di Windows 8 atau UAC di Windows 7. Jadi, do with your own risk, pastikan kalian menginstall Universal Apps dari sumber yang kalian percaya :)

Windows 10 Gives You More Control

Microsoft tampaknya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama di Windows 8 yang membatasi gerak pengguna. Salah satu contohnya adalah SideLoad Apps ini. Jadi kalian tidak harus mengakses Windows Store terlebih dahulu untuk menginstall Universal Apps. 

Tuesday, June 23, 2015

Apakah OS X dan Linux Kebal Terhadap Virus ?

Kenapa Sih Windows Punya Banyak Virus ?

Apakah OS X Dan Linux Kebal Terhadap Virus ?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Windows menjadi sistem operasi yang paling banyak terkena virus, malware dan serangan dunia maya lainnya. Windows menjadi target yang empuk bukan tanpa alasan, ada beberapa alasan mengapa Windows punya banyak virus.

Well, Virus itu sesunggunhya adalah bagian dari Malware. Saya sendiri sudah menjelaskan sedikit tentang perbedaaan Malware, Virus, Trojan, dan sebagainya. Saat ini sebagian pengguna Windows sudah beralih ke sistem operasi selain Windows contohnya menggunakan Linux atau OS X. Mungkin salah satu tujuan mereka berpaling dari Windows adalah menghindari malware yang bertebaran di Windows. Lantas, apakah sistem operasi selain Windows kebal terhadap virus ?

Alasan Kenapa Windows Banyak Virus

Ada beberapa alasan mengapa Windows memiliki banyak virus diantaranya kepopuleran Windows, Faktor Sejarah, Serta gampangnya mendownload aplikasi Windows di Internet. Windows memang sejak awal tidak didesain untuk keamanan, tidak seperti platform UNIX macam Linux atau OS X. Kepopuleran Windows juga sangat digdaya dibandingkan kedua OS tersebut, seperti yang kita bisa lihat sendiri disekitar kita, banyak orang menggunakan Windows sebagai OS di laptop atau PC.

Selain itu, pengguna Windows dengan gampangnya dapat mendownload berbagai macam aplikasi di Internet. Bahkan terkadang malah mendownload installer palsu dari internet tanpa memverifikasinya terlebih dahulu. Hal ini bisa menjadi pintu masuk bagi malware untuk masuk kedalam OS Windows.

Orang Bilang Linux & OS X Kebal Sama Virus 

Sebagian orang bilang kedua turunan UNIX ( Linux & OS X ) kebal terhadap virus, nyatanya tidak juga. Setiap sistem yang dibuat oleh manusia pasti memiliki celah dan kelemahan. Kedua sistem operasi tersebut nyatanya tidak benar-benar kebal terhadap malware.

Baik OS X atau Linux dapat terkena malware juga, contohnya adalah Malware bernama Callme backdoor yang pernah menyerang pengguna OS X ditahun 2014. Malware tersebut akan mencuri kontak pengguna OS X. Bukan cuma itu, ada juga sebuah virus bernama OS/KitM.A yang berfungsi untuk memantau segala kegiatan pengguna OS X ( semacam backdoor ).

Linux juga bukannya tahan terhadap virus, namun jumlah virus yang ada pada linux sangatlah sedikit sekali. Tidak seperti Windows yang bisa mencapai jutaan dan ratusan virus baru setiap harinya. 

Baik Linux ataupun OS X memiliki rahasia mengapa mereka "kebal" terhadap virus. Salah satu rahasianya adalah memiliki tempat download software yang jelas dan terpercaya. Kalian yang menggunakan OS X pasti bisa mendownload berbagai macam software langsung melalui Mac AppStore. Mac AppStore adalah toko aplikasi milik Apple Inc. Apple menjaga kebsahan aplikasi yang ada ditoko aplikasinya dengan tingkat keamanan yang cukup tinggi. Sehingga aplikasi yang didownload dari Mac AppStore lebih aman dibandingkan mendownload langsung dari internet. 

Sama halnya dengan OS X, kalian pengguna Linux, contoh saja Ubuntu, pasti biasa mendownload melalui Ubuntu Software Center. Didalam Ubuntu Software Center kalian juga bisa mendapatkan aplikasi apa saja, baik yang berbayar maupun gratis.

Rahasia lainnya adalah kedua OS tersebut memiliki market-share yang terlampau rendah dibandingkan dengan Windows. Windows saat ini masih merajai Sistem Operasi di Dunia. Pengguna Windows masih sangatlah banyak dibandingkan kedua OS Tersebut. Perhatikan gambar dibawah ini adalah market share dari Windows di tahun 2014 ( Desember 2014 ).



Pembuat malware pun mungkin akan berfikir dua kali saat akan menyerang Linux atau OS X, "kenapa harus menyerang OS tidak terlalu populer, apa untungnya ? Lebih baik menyerang yang sudah populer, lebih untung bukan ?".

Jadi...

Jadi bisa kita tarik kesimpulan pernyataan yang bilang OS X & Linux kebal terhadap virus kuranglah tepat. Malware pada kedua OS tersebut adalah nyata, hanya saja tidak sebanyak Windows. Kalau sudah begini, apakah kalian masih setia pakai Windows atau pindah kelain hati ? 

Sunday, June 21, 2015

Kalau Install Windows 10, Apa Banyak Aplikasi yang Didukung ?

Windwos 10 Compatible

Kalau Install Windows 10, Apa Banyak Aplikasi yang Didukung ?

Microsoft memberi perubahan besar dalam Windows 10 baik dari segi tampilan, keamanan dan sebagainya. Windows 10 jelas memiliki perbedaan yang cukup mencolok dari versi Windows sebelumnya. Kalian yang sudah menggunakan Windows 10 pasti merasakan perbedaan yang cukup signifikan terutama dari segi tampilan. Windows 10 memiliki tampilan yang sangat berbeda dari Windows 7. Tidak seperti pendahulunya Windows 8/8.1 yang masih memiliki "citarasa" Windows 7.

Bagaimana Dukungan Aplikasi di Windows 10 ?

Sebagian orang masih khawatir apakah saat mereka akan upgrade atau install Windows 10 apakah aplikasi yang mereka punya akan bisa berjalan dengan lancar di Windows 10. Well, sebenarnya pertanyaan ini mengulang pertanyaan beberapa tahun lalu saat Windows 8 muncul ditahun 2012. 

Pada dasarnya, Windows 10 tidak jauh berbeda dengan Windows 8, Windows 8 juga tidak jauh berbeda dengan Windows 7. Jadi, jawaban diatas adalah Iya. Apabila bila aplikasi tersebut bisa dijalankan di Windows 7 atau Windows 8, pastinya aplikasi tersebut bisa pula dijalankan di Windows 10. Ya walaupun tidak semua aplikasi, tapi saya yakin sebagian besar aplikasi yang bisa dijalankan di Windows 7 / 8, bisa dijalankan dengan lancar di Windows 10.

Windows 10 Juga Ada Fitur Compability

Buat pengguna Windows 7 tentu sudah tidak asing dengan fitur Compability Mode. Fitur ini memungkinkan Windows 7 untuk menjalankan aplikasi tertentu dengan versi Windows terdahulu. Misalnya saja Windows Vista, Windows XP SP2 hingga Windows 95.

Windows 10 juga memiliki fitur tersebut. Fitur Compability Mode bisa kalian temukan saat mengklik kanan pada shortcut atau aplikasi yang ingin diinstall atau dijalankan, lalu pilih properties dan pilih tab Compability. Jadi kalian tidak perlu khawatir saat menjalankan program-program lawas di Windows 10. Tinggal kalian atur saja di Compability.

Yah, Engga Semuanya Bisa Dijalankan Sih

Yah, walaupun masih dilengkapi dengan fitur Compability, ada beberapa software yang memang tidak bisa dijalankan di Windows 10. Software yang tidak bisa dijalankan di Windows 10 biasanya hanya software-software lama yang membutuhkan driver khusus. Maksudnya begini, contohlah kalian memiliki software "A" yang biasa kalian install di Windows XP, nah Software "A" tersebut saat installasi memiliki driver khusus yang hanya support Windows XP. Namun saat kalian install software tersebut di OS terbaru seperti Windows 7 atau 10, driver dari Software "A" tersebut tidak cocok dengan Windows terbaru dan hanya cocok dengan Windows XP. Ya mau tidak mau kalian tidak bisa menjalankan Software tersebut.

Selain kasus diatas, ada lagi aplikasi yang memang tidak bisa dijalankan di Windows 10. Lebih tepatnya tidak bisa dijalankan di Windows 10 64-bit. Aplikasi tersebut adalah aplikasi 16-bit. Aplikasi 16-bit termasuk aplikasi "zaman batu" karena sudah sangat lama sekali sejak era Windows 3.1. Aplikasi 16-bit memang masih bisa dijalankan di Windows 10 32-bit, tapi kalau diinstall di Widnows 10 64-bit, jangan harap deh.

Tidak Usah Khawatir

Saya sarankan tidak usah terlalu khawatir soal kompabilitas / kecocokan aplikasi di Windows 10. Semua aplikasi pasti akan menyesuaikan ke versi Windows yang terbaru. Bahkan sejak di rilisnya Windows 10 Preview ke publik, banyak aplikasi yang berlomba-lomba merilis update agar bisa berjalan di Windows 10. 

Jadi, apakah kalian sudah memutuskan install Windows 10 atau masih ragu-ragu ?

Sunday, June 14, 2015

H2testw 1.4

H2testw

H2testw | 231 KB

H2testw adalah sebuah software mini yang berguna untuk mengecek kapasitas asli dari perangkat USB baik itu Flashdisk, Kartu Memori hingga Hardisk External. Saya sendiri sudah menggunakan H2testw cukup lama untuk mengecek keaslian flashdisk yang saya gunakan, sehingga saya bisa tahu apakah kapasitas flashdisk yang saya beli benar-benar asli atau palsu. Kalian pasti pernah mengalami flashdisk kalian memiliki kapasitas yang tidak sesuai aslinya, nah gunakan saja H2testw untuk mengecek keasliannya agar kalian tidak tertipu lagi :)



NO ADLFY, NO BINBOX, NO PASSWORD

Friday, June 12, 2015

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy [ Update ]

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

BlueStacks App Player adalah sebuah emulator Android untuk menjalankan berbagai macam aplikasi dan game android di Windows. Layaknya OS Android pada handphone, BlueStacks App Player juga dapat di root untuk mendapatkan fitur yang tidak ada pada versi BlueStacks Non-Root yang biasanya kalain download melalui situs resmi BlueStacks.

Ditutorial kali ini saya akan membagikan tutorial bagaimana cara root BlueStacks App Player dengan menggunakan BlueStacks Easy. Sebelum memulai me-root BlueStacks App Player, kalian membutuhkan software-software dibawah ini, kalian skip saja apabila kalian sudah memiliki software tersebut :

- BlueStacks App Player Offline Installer ( Download Disini ).
- BlueStacks Easy for Windows by XtraartX ( Download Disini ).

Cara Root BlueStacks App Player dengan BlueStacks Easy :

1. Matikan Antivirus untuk sementara dan jika sebelumnya kalian memiliki versi BlueStacks yang lain, saya sarankan untuk menghapus / menguninstallnya terlebih dahulu. Lihat cara Uninstall BlueStacks sampai bersih disini.

2. Kemudian kalian install ulang BlueStacks kalian sampai selesai, caranya lihat disini.

3. Sekarang kalian buka aplikasi BlueStacks Easy sebagai Administrator. Pastikan kalian menggunakan versi terbaru BlueStacks Easy, untuk menggunakannya kalian lihat caranya disini.

4. Jika sudah dibuka, maka tampilan pertama BlueStacks Easy adalah sebagai berikut :

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

5. Sekarang kalian klik pada tab RootEZ, jika sudah maka tampilannya akan seperti dibawah. Melalui RootEZ inilah kita akan memulai rooting BlueStacks. 

5a. Kalian klik pada tombol AutoDetect from Installed BlueStacks, maka BlueStacks Easy akan secara otomatis mendeteksi file Root.fs pada BlueStacks yang nanti akan di root.

5b. Setelah itu kalian pilih versi BlueStacks App Player yang terinstall di Windows kalian. Pada contoh disini saya menggunakan versi 0.9 alias KitKat.

5c. Kalian pilih pada pilihan rooting untuk me-root BlueStacks App Player.


6. Jika sudah memilih pilihan Rooting, nantinya kalian akan diberi pilihan 3 Metode untuk me-root BlueStacks App Player. Berikut adalah penjelasannya satu-persatu

6a. Pilihan pertama / metode root pertama adalah dengan menggunakan BlueStacks Binary tapi tanpa menggunakan SuperUser.

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

6b. Metode Kedua adalah dengan menggunakan ClockWorkMod SuperUser. Metode kedua ini banyak digunakan karena SuperUser bisa untuk prosessor AMD & Intel.

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

6c. Metode Ketiga adalah dengan menggunakan SuperSU. Metode ini hanya digunakan untuk prosessor Intel, karena untuk prosessor AMD biasanya BlueStacks akan mengalami beberapa error.

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy


7. Semenjak dirilis BlueStacks Easy v.3.0, ditambahkan pula Optional pada BlueStacks Easy. Ada 3 Buah 4 buah Optional pada BlueStacks Easy yang bisa kalian lihat dibawah.


7a. Optional pertama yakni Extend System Size, opsi ini berguna untuk memperbesar ukuran file Sistem BlueStacks.

7b. Google Apps, opsi kedua berguna untuk menginstall aplikasi Google Apps. Namun perlu diingat, opsi kedua tidak akan bisa digunakan apabila tidak mengisi pada Opsi pertama.

7c. Opsi ketiga adalah Unsquashed System. Opsi ini akan digunakan apabila pada saat proses rooting kalian gagal dan mengalami pesan error dibawah ini :


Solusi mengatasi pesan error diatas adalah memilih Optional Unsquashed System dan lakukan proses rooting kembali.

8. Pada tutorial ini saya menggunakan Metode Kedua dengan menggunakan SuperUser, kalian sendiri bebas untuk memilih metode yang mana saja sesuai dengan keinginan kalian. Jika sudah, kalian klik tombol Proceed maka akan muncul tampilan dalam Command Prompt / Terminal seperti dibawah ini. Kalian tunggu saja prosesnya. Biasanya hanya memakan waktu beberapa menit ( kurang lebih 5 menit tergantung dari spesifikasi PC kalian ).

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

9. Masih tunggu beberapa saat....

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

10. Masih menunggu...



11. Sedikit lagi...

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

10. Done ! Jika sudah maka tampilan selesai proses rooting BlueStacks App Player akan seperti dibawah ini dan BlueStacks akan secara otomatis terbuka dengan sendirinya. Pastikan koneksi Internet Kalian terhubung saat terbukanya BlueStacks.


11. Berikut adalah tampilan BlueStacks App Player yang sudah di Root, mudah bukan ?

Cara Root BlueStacks App Player Dengan BlueStacks Easy

12. Jika kalian malas untuk meroot BlueStacks kalian, kalian bisa mendownload versi yang sudah di-root disini.

Note :

- Jika gagal dalam proses rooting, coba dengan memilih opsi Unsquashed System dan lakukan proses rooting kembali.

Tuesday, June 9, 2015

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

SourceForge adalah ( dahulu ) tempat download software gratis baik berbasis freeware dan open-source. Banyak sekali software serta games berbasis open-source yang bisa ditemukan di SourceForge. Saya sendiri beberapa tahun lalu masih menjadikan Sourceforge sebagai tempat download terpercaya, Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat membuat list 5 Website Terbaik Untuk Download Software, namun SourceForge sudah menjadi tempat yang tidak ramah untuk download software. 

Salah satu alasan saya untuk tidak mempercayai SourceForge lagi adalah beberapa software yang dihosting di SourceForge sudah di-bundling dengan adware / junkware melalui installer SourceForge. Contohnya adalah saat saya akan mendownload filezilla dari SourceForge. Jika saya tidak hati-hati, maka yang saya download adalah installer junkware dari Sourceforge. Bisa kalian perhatikan pada gambar dibawah ini. Tulisan yang saya beri kotak merah adalah link download software asli dari FileZilla yang tidak dibundling dengan adware/junkware. 

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Sedangkan tombol download berwarna hijau adalah link download palsu. Saya coba untuk mengklik link download palsu tersebut dan baammm ! Antivirus saya langsung memblokir link download tersebut !

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Contoh lainnya adalah berikut ini. Dibawah ini adalah installer FileZilla dari SourceForge yang sudah dibundling dengan Adware.

Jangan Pernah Download di SourceForge Lagi !

Saya sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan SourceForge. Memang, ada beberapa software dari SourceForge tidak dibundling dengan adware/junkware. Namun, software yang tidak dibundling tersebut biasanya software yang masih memiliki update / lanjutan proyek dari developer software tersebut.

Untuk saat ini saya sarankan buat kalian untuk tidak mendownload dari SourceForge lagi. Ada beberapa alternatif tempat download terpercaya seperti Softpedia, Softexia, Majorgeeks dan juga FileHorse. Jadi, jangan pernah download di SourceForge lagi !

Thursday, June 4, 2015

Windows 8.1 with Update [ November 2014 Rollup ] - Original MSDN

Windows 8.1 with Update

Windows 8.1 with Update 3 [November 2014 Rollup] - MSDN Release

[English l Release Date: 12/15/2014]

Windows 8.1 adalah sebuah versi Sistem Operasi suksesor dari Windows 8. Seperti yang kita tahu, banyak yang berkomentar miring tentang OS Windows 8, oleh karena itu Microsoft mengeluarkan versi Windows 8.1 sebagai perbaikan versi dari Windows 8. 

Windows 8.1 yang saya bagikan pada postingan kali ini adalah versi Windows 8.1 with Update atau yang biasa disebut juga Windows 8.1 Update yang dikeluarkan untuk MSDN pada tanggal 15 Desember 2014, jadi sebelumnya Microsoft juga merilis versi Windows 8.1 yakni :

- Windows 8.1 ( Dirilis sekitar bulan Oktober 2013 ).
- Windows 8.1 with Update ( Dirilis bulan April 2014 ).
- Windows 8.1 with Update ( Dirilis bulan Desember 2014 )

Versi bulan Desember sudah termasuk updaye 

- November 2014 update roll up [ KB3000850 ]
- Update KB2966870.

Versi Windows 8.1 with Update

Windows 8.1 with Update yang saya bagikan sudah termasuk hampir semua versi dari Windows 8.1 Update 2 dan sudah diverifikasi Original MSDN, bisa kalian cek kembali Hash-nya.

- Windows 8.1 Enterprise N with Update
- Windows 8.1 Multiple Edition  with Update
- Windows 8.1 Pro N VL with Update

Semua versi Windows 8.1 with Update 3 yang saya bagikan bisa dicek kembali hash-nya disini ( lihat disini untuk cara mengecek keaslian file ISO Windows ).

Nama File ISO Windows 8.1 with Update :

Windows 8.1 with Update Multiple Edition :
  • en_windows_8.1_with_update_x64_dvd_6051480.iso
  • en_windows_8.1_with_update_x86_dvd_6051550.iso
Windows 8.1 Pro Volume License with Update :
  • en_windows_8.1_pro_vl_with_update_x64_dvd_6050880.iso
  • en_windows_8.1_pro_vl_with_update_x86_dvd_6050918.iso
Windows 8.1 Enterprise with Update : 
  • en_windows_8.1_enterprise_with_update_x64_dvd_6054382.iso
  • en_windows_8.1_enterprise_with_update_x86_dvd_6050710.iso
Windows 8.1 N with Update Multiple Edition :
  • en_windows_8.1_n_with_update_x64_dvd_6051677.iso
  • en_windows_8.1_n_with_update_x86_dvd_6051704.iso
Windows 8.1 Pro N Volume License with Update :
  • en_windows_8.1_pro_n_vl_with_update_x64_dvd_6050969.iso
  • en_windows_8.1_pro_n_vl_with_update_x86_dvd_6051127.iso
Windows 8.1 Enterprise N with Update :
  • en_windows_8.1_enterprise_n_with_update_x64_dvd_6050225.iso
  • en_windows_8.1_enterprise_n_with_update_x86_dvd_6050217.iso

Persyaratan Sistem Windows 8.1 with Update

Persyaratan Sistem untuk Windows 8.1 with Update juga masih sama dengan Windows 7 yakni :
  • Processor: 1 Ghz atau lebih cepat.
  • RAM: 1 GB ( untuk Windows 32-Bit ) 2 GB ( untuk Windows 64-bit ).
  • Ruang kosong Harddisk : 16 GB ( untuk Windows 32-bit ) & 20 GB ( untuk Windows 64-bit ).
  • Kartu Grafis ( VGA ) : Support MicrosoftDirectX 9 dengan dukungan driver WDDM
Apabila PC kamu sudah memenuhi persyaratan diatas, berarti bisa menginstall Windows 8.1 with Update.

Perbedaan Versi Windows 8.1

Windows 8.1 / Windows 8.1 ( Core ) adalah versi dasar dari Windows 8.1. Windows 8.1 ini biasanya sudah cukup untuk memuat segala fitur sehari-hari seperti memutar musik, mengerjakan dokumen, browsing Internet, bermain game dan lain sebagainya. Windows 8.1 versi ini sangat cocok digunakan untuk kalangan pelajar, pengguna rumahan dan anak kuliahan.

Windows 8.1 Pro adalah versi setingkat diatas dari Windows 8.1 / Windows 8.1 ( Core ). Versi ini sudah termasuk semua fitur yang ada di versi Windows 8.1 Core. Bedanya Windows 8.1 Pro sudah mendukung Hyper-V, VDI dan remote desktop sehingga sangat cocok untuk programmer, developer dan pengguna yang memperdalam dunia teknologi informasi. Windows 8.1 Pro juga bisa diupgrade lagi menjadi versi Windows 8.1 Pro with Media Center.

Windows 8.1 Enterprise adalah versi yang digunakan untuk kalangan perusahaan. Semua fitur yang ada di Windows 8.1 Pro ada di Windows 8.1 Enterprise ini. Kelebihan dari Windows 8.1 Enterprise adalah bisa mengontrol StartScreen client, terdapat fitur WindowsToGo & juga fitur AppLocker. 

Sebenarnya selain Windows 8.1, Windows 8.1 Pro & Windows 8.1 Enterprise terdapat satu lagi versi Windows 8.1 yakni Windows 8.1 RT. Windows 8.1 RT ini berbasi prosessor ARM (x86) yang hanya terdapat di tablet seperti Microsoft Surface.

Untuk melihat tabel perbandingan semua versi Windows 8.1 bisa kalian lihat disini.

P : Pertanyaan
J : Jawaban

P : Gan ini versi Final RTM bukan ? soalnya kalau versi MSDN ane ga mau download.
J : Ente kurang paham soal ini, ada baiknya baca postingan yang udah ane buat disini.

P : Bagusan versi 32-Bit atau 64-bit ya gan ? 
J : Tergantung, untuk lebih jelasnya baca postingan yang udah ane buat disini.

P : Windows 8.1 yang paling bagus yang mana gan ? 
J : Semuanya bagus, tergantung menyesuaikan kebutuhan saja, kalau cuma pengguna biasa Windows 8.1 Pro juga sudah bagus dan soal gaming / desain grafis Windows 8.1 Pro sudah cocok.

P : "Multiple Edition" maksudnya apaan gan ? 
J : Multiple Edition itu ada 2 buah versi Windows 8.1 yakni Windows 8.1 biasa ( Core ) & Windows 8.1 Pro. Semuanya tergantung serial number yang dipakai. Apabila saat installasi kamu menggunakan serial Windows 8.1 Pro, maka akan terinstall Windows 8.1 Pro. Versi Multiple Edition ini bisa diupgrade ke Windows 8.1 Pro with Media Center.

P : Kok ga ada versi Windows 8.1 Pro Media Center gan ?
J : Microsoft memang tidak secara resmi merilis file ISO Windows 8.1 Pro Media Center, Untuk menggunakan Windows Media Center, kalian harus punya serial key Windows 8.1 Pro with Media Center.

P : Bedanya Windows 8.1 Pro yang ada di Multiple Edition sama Windows 8.1 Pro VL apa ?
J : Windows 8.1 Pro VL hanya bisa menggunakan serial MAK sedangkan Windows 8.1 Pro bisa menggunakan serial Retail & MAK. Fiturnya keduanya sama saja.

P : Ane penasaran sama tulisan "N" diatas, maksudnya apaan tuh ?
J : Versi "N" dari Windows maksudnya adalah Windows 8.1 ini tidak mempunyai Windows Media Player, selebihnya ya memiliki fitur yang sama.

P : Rekomendasi dari agan yang mana ya ?
J : Windows 8.1 Pro untuk pengguna rumahan, anak kuliah, pekerja kantoran dan lain sebagainya. Jadi, kalian bisa mendownload Windows 8.1 Multiple Edition with Update atau Windows 8.1 Pro VL with Update.

P : Gan, ini pas installasi minta serial number ga ?
J : Iya, soalnya file ISO ini langsung dari Microsoft & masih murni ( belum dimodif ), jika diminta serial number, silakan pakai serial number yang ada disini untuk proses installasi. Ingat ! hanya proses installasi, serial yang saya kasih tidak bisa dipakai aktivasi.

P : Ane punya Windows 8, pengen upgrade ke Windows 8.1 ini, kira-kira bisa ga ya ?
J : Bisa ! silakan lihat caranya disini.

P : Kalau Windows 7 bagaimana gan ? 
J : Install ulang.

Note

- Untuk mendownload Language Pack, silakan download disini.

- Sudah di REUPLOAD link yang mati tanggal 2 Juni 2015.


PASSWORD : www.software182.com

Wednesday, June 3, 2015

Inilah Fitur yang Dihilangkan di Windows 10

Fitur yang Dihilangkan di Windows 10

Inilah Fitur yang Dihilangkan di Windows 10

Di artikel sebelumnya saya sudah memberitahu sedikit informasi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum upgrade / install Windows 10. Kalian juga pasti sudah tahu bahwa Windows 10 akan bersifat gratis untuk Upgrade selama 1 tahun perilisan Windows 10. Pengguna Windows 7 / 8.1 yang ingin mengupgrade ke Windows 10 saya sarankan untuk melihat fitur apa saja yang nanti akan dihilangkan pada Windows 10. 

Berikut adalah fitur yang dihilangkan di Windows 10 :
  • Jika kalian mempunyai  Windows 7 Home Premium, Windows 7 Professional, Windows 7 Ultimate, Windows 8 Pro with Media Center, atau Windows 8.1 Pro with Media Center dan kemudian kalian upgrade / install Windows 10, maka kalian tidak akan mendapatkan Windows Media Center. Karena Windows Media Center sudah tidak ada di Windows 10.
  • Kalian tidak bisa memutar DVD secara langsung di Windows 10. Untuk memutar DVD dibutuhkan software pihak ketiga seperti VLC atau software media player lainnya.
  • Windows Gadget tidak ada di Windows 10, jadi pengguna Windows 7 yang upgrade ke Windows 10 tidak akan menemukan Windows Gadget.
  • Windows 10 Home Edition akan secara otomatis menginstall update dari Microsoft dan tidak dapat memilih update mana saja yang ingin diinstall. Hanya Windows 10 Pro dan Windows 10 Enterprise tetap dapat memilih update seperti versi Windows sebelumnya.
  • Game dari Windows 7 seperti  Solitaire, Minesweeper, dan Hearts Games akan dihilangkan setelah kalian upgrade ke Windows 10. Microsoft nantinya akan meluncurkan versi terbaru dari game tersebut dengan nama "Microsoft Solitaire Collection” dan “Microsoft Minesweeper.”
  • Jika kalian punya Floppy Driver, kalian harus menginstall driver untuk Windows 10 via Windows Update atau lewat manufaktur / merk Floppy Driver tersebut ( saya ragu masih ada yang memakai Floppy Drive :p ).
  • Jika kalian menginstall Windows Live Essentials dan mempunyai OneDrive, aplikasi OneDrive akan dihilangkan dan diganti dengan versi Inbox dari OneDrive.
Beberapa fitur yang dihilangkan tampaknya sudah sangat familiar seperti saat perilisan Windows 8. Contohnya saja Windows Gadget yang memang sudah tidak ada di Windows 8. Sedangkan untuk pengganti Windows Media Center, kalian bisa menggantikannya dengan KODI. Dan untuk memutar DVD, banyak sekali software alternatif di Internet, baik yang gratis maupun berbayar.

Itulah beberapa fitur yang nantinya akan dihapus di Windows 10, sampai saat ini Windows 10 belum memasuki versi RTM. Waktu perilisannya pada tanggal 29 Juli 2015 nanti, ada kemungkinan fitur diatas bisa ditambah atau juga dikurangi. Kita lihat saja !

Mau Install atau Upgrade Windows 10 ? Perhatikan Ini Dulu !

Windows 10

Mau Install Windows 10 ? Perhatikan Ini Dulu !

Seperti yang sudah diberitakan kemarin, versi RTM Windows 10 akan segera dirilis 29 Juli 2015 nanti. Lantas apa saja yang perlu kalian tahu sebelum upgrade / install ke Windows 10 ? nah, artikel yang saya berikan mungkin akan memberi sedikit informasi kepada kalian sebelum kalian memutuskan untuk mengupgrade ke Windows 10.

Persyaratan Sistem

Microsoft sudah memutuskan untuk menjalankan Windows 10 kalian tidak perlu membutuhkan spesifikasi yang terlalu besar. Karena Windows 10 memiliki spesifikasi sistem yang sama dengan Windows 7 dan Windows 8.1. Artinya, jika kalian sekarang menggunakan kedua sistem operasi tersebut, maka kalian bisa menginstall Windows 10 tanpa masalah. Sekedar mengingatkan, jika kalian belum tahu, berikut adalah persyaratan sistem dari Windows 10.
  • Processor: Punya kecepatan minimal 1 GHz
  • RAM: Minimal 1 GB ( untuk 32-bit ) dan 2 GB ( untuk 64-bit )
  • Hard Drive: Minimal 16 GB  ( untuk 32-bit ) dan 20 GB ( untuk 64-bit )
  • Graphics: Mendukung DirectX 9 dan WDDM 1.0 driver.
  • Display: Punya resolusi layar monitor minimal 1024x600

Persyaratan Upgrade

Microsoft juga sudah memutuskan akan merilis upgrade secara gratis Windows 10 RTM kepada pengguna Windows 7 dan Windows 8.1*, jadi kalian tidak perlu lagi membayar hanya untuk upgrade ke Windows 10.

Namun hal yang perlu diperhatikan adalah setiap versi Windows 7 atau Windows 8.1 yang ingin diupgrade ke Windows 10 akan mendapatkan versi yang berbeda pula. Berikut penjelasan lebih jelasnya.

1. Windows 7 Starter, Windows 7 Home Basic, Windows 7 Home Premium dan Windows 8.1 Core / Single Language akan  mendapatkan upgrade ke Windows 10 Home.

2. Windows 7 Professional, Windows 7 Ultimate and Windows 8.1 Pro akan  mendapatkan upgrade ke  Windows 10 Pro

3. Windows 7 / Windows 8.1 Enterprise dan Windows RT tidak akan mendapatkan upgrade Windows 10.

Perhatikan, kalian harus punya Windows 7 SP1 dan untuk Windows 8 harus sudah diupgrade ke Windows 8.1 with Update.

Itulah beberapa informasi yang bisa saya berikan, ada informasi tambahan dari kalian ? silakan tambah dikomentar ! 

 
Display Pagerank