Tuesday, March 31, 2015

Cara Mengatasi Your DWM is Incompatible AeroGlass di Windows 8.1

Windows Aero / AeroGlass

Cara Mengatasi Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

AeroGlass adalah sebuah software yang dapat mengembalikan Windows Aero kedalam Windows 8 hingga Windows 10. Windows Aero memang sudah tidak disupport oleh Microsoft, namun AeroGlass cukup bagus untuk menggantikan peran dari Windows Aero.

Seperti yang sudah saya jelaskan di postingan saya tentang AeroGlass, AeroGlass terkadang mengalami error sesaat setelah mengupdate Windows. Biasanya error pada AeroGlass ditandai dengan munculnya pesan "Your DWM is Incompatible...". 

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

Kalau kalian menggunakan versi "berbayar" dari AeroGlass, AeroGlass akan mengatasi error tersebut dengan mendownload symbols yang dibutuhkan AeroGlass sehingga AeroGlass akan menjadi bening kembali. Cara ini bisa diterapkan pada Windows 8 dan Windows 8.1

Berikut adalah tutorial mengatasi DWM Error pada AeroGlass :

1. Tekan lambang Windows + X pada keyboard --> Pilih Run dan ketik "Regedit" ( Tanpa tanda kutip ).

2. Pada Regedit, arahkan menuju lokasi dibawah, dan kalian lihat pada gambar dibawah pula yang saya beri kotak warna merah itu menunjukan versi Build Windows kalian.

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion

3. Sekarang download Symbols yang diperlukan disini dan ekstrak file rar tersebut dengan WinRAR. Nantinya didalam file RAR tersebut ada beberapa folder yang memiliki tampilan seperti dibawah ini.

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

4. Seperti yang kalian lihat pada gambar diatas, pada gambar tersebut terdapat beberapa susunan folder. Folder tersebut memiliki file Symbols untuk masing-masing OS. Saya beri keterangan begini :

- Folder W8-0-0 : Terdapat file Symbols yang digunakan untuk Windows 8.

- Folder W8-1-0 : Terdapat file Symbols yang digunakan untuk Windows 8.1 namun yang belum Update 1. Versi yang belum Update 1 memiliki Build number antara 9600.16384 hingga 9600.16483.

- Folder W8-1-1 : Terdapat file Symbols yang digunakan untuk Windows 8.1 dengan Update 1 keatas. Versi ini memiliki Build number antara 9600.17415 keatas. 

Pastikan kalian sudah mengecek Build Number Windows 8 / 8.1 kalian. x32 dan x64 merujuk pada bit Windows yang kalian gunakan. x32 untuk Windows 8 / 8.1 32-bit sedangkan x64 untuk Windows 8  / 8.1 64-bit.

5. Sebelumnya saya sudah menginstall AeroGlass di PC saya. Letak folder AeroGlass biasanya ada di :

C:\AeroGlass

Didalam folder C:\AeroGlass, saya buat Subfolder bernama Symbols sehingga tampilannya seperti ini :

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

6. Sekarang kalian pergi ke lokasi 

C:\ProgramData\dbg 

Folder ProgramData biasanya disembunyikan, jadi kalian tampilkan terlebih dahulu, jika belum tahu caranya bisa dilihat disini. Didalam folder dbg tadi biasanya masih kosong dengan Symbols, nantinya didalam folder dbg tersebut akan kita isi dengan Symbols yang sudah didownload.

7. Kembali lagi ke folder Symbols yang sudah kalian download & ekstrak di langkah 3 & 4. Karena saya menggunakan Windows 8.l 32-bit dengan Build 9600.17415, maka saya menggunakan file Symbols yang ada di folder W-8-1-1-x32. 

Kalian masuk ke folder Symbols dan akan menemukan file dan folder seperti dibawah ini, kalian salin semua folder tersebut dan letakkan di :

C:\AeroGlass\Symbols

Sehingga akan menjadi seperti ini :

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

8. Sekarang balik lagi ke lokasi C:\ProgramData\dbg, didalam folder dbg, kalian isi dengan semua file symbols dari langkah 3 & 4, sehingga menjadi seperti dibawah. Kalian perhatikan pada folder Symbols dibawah yang saya beri kotak merah. folder Symbols tersebut kalian isi dengan file yang sama pada langkah 7.

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

Error Your DWM is Incompatible Pada AeroGlass

9. Done ! sekarang kalian restart PC kalian dan AeroGlass kalian dapat kalian gunakan kembali tanpa masalah :)

Windows Aero di Windows 8 dan Windows 8.1

Monday, March 30, 2015

Cara Membuat File ISO Bootable Untuk Windows XP & Vista

Cara Membuat File ISO Bootable Untuk Windows XP & Vista

Cara Membuat File ISO Bootable Untuk Windows XP & Vista

Beberapa waktu yang lalu saya sempat membuat tutorial cara membuat file ISO bootable untuk Windows 7 / Windows 8 / 10 dengan IMGBurn. Kali ini saya akan membuat Bootable file ISO untuk Windows XP. Windows XP memang sudah "tamat" tetapi masih banyak orang yang menggunakannya.

Cara ini digunakan apabila file ISO kalian bermasalah, bisa jadi file ISO / CD Windows XP kalian belum dijadikan bootable sehingga tidak bisa booting kedalam PC. Untuk cara membuat Bootable ISO Windows XP kurang lebih sama dengan membuat Bootable ISO Windows 7. 

Saya ambil contoh, saya memiliki file / dan folder yang sudah saya ekstrak dari file ISO Windows XP, lalu saya beri nama Windows XP. Kira-kira susunan file & folder dari Windows XP yang sudah saya ekstrak adalah seperti dibawah ini. Susuan file dan folder tersebut saya simpan dalam 1 folder bernama Windows XP ( nama bebas, folder tersebut hanya contoh ! ). Nantinya file & folder tersebut akan kita jadikan satu buah file ISO Windows XP Bootable.

Susunan file WIndows XP

Berikut tutorialnya :

1. Download & Install IMGBurn disini, pastikan saat installasi kalian tidak memilih software tambahan yang ditawarkan oleh IMGBurn. Dan jika sudah kalian buka aplikasi IMGBurn tersebut.

2. Pada IMGBurn, kalian pilih "Create Image file from Files/Folders".

Create Image files IMGBurn

3. Jika sudah kalian akan diberi tampilan seperti dibawah ini, pada langkah ini, kalian cari folder tempat kalian menyimpan file Windows XP yang sudah kalian ekstrak tadi. Klik pada icon search folder seperti gambar dibawah dan arahkan ketempat folder Windows XP kalian tadi.

Browse Folder IMGBurn

4. Jika sudah, sekarang kalian download file BootableImage.Ima disini & ekstrak dengan WinRAR. File tersebut nantinya akan digunakan sebagai Boot Image ( yang membuat Windows XP bisa dijadikan Bootable ). 

5. Selanjutnya kalian kembali ke IMGBurn, dan klik tab "Advanced" --> "Bootable Disc" --> Centang juga option "Make Image Bootable".

Membuat Bootable Image IMGBurn

6. Pada kotak kosong Boot Image, kalian cari file BootableImage.ima yang sudah kalian download & ekstrak tadi, masukkan file tersebut melalui icon search disamping.

BootableImage.ima IMGBurn

7. Pada bagian "Load Segment" & "Sectors to Load", kalian pastikan seperti gambar dibawah ini. Sectors to Load sengaja dijadikan angka 4 karena khusus angka 8 hanya untuk Windows 7 keatas.

Segment & Sectors IMGBurn

8. Pada kolom "Destination", kalian pilih lokasi penyimpanan file ISO yang nanti akan kalian buat, contohnya bisa di Documents atau Di Desktop. Jika semua sudah OK, kalian klik pada ikon dibawah ini untuk membuat bootable.

Create ISO File Windows XP IMGBurn

9. Setelah klik ikon tersebut biasanya akan muncul semacam peringatan dari IMGBurn, kalian klik Yes saya dan IMGBurn akan mengatur setinggannya untuk kalian. kalian klik YES --> YES --> Ok.

IMGBurn Windows XP

IMGBurn Windows XP

IMGBurn Windows XP

10. Proses pembuatan file biasanya berlangsung cukup cepat, tentunya tergantung dari besaran file yang akan diubah. 

IMGBurn Windows XP

IMGBurn Windows XP

11. Done ! sekarang kalian sudah bisa membuat file ISO bootable Windows XP. Mudah bukan cara membuat bootable ISO dari folder untuk Windows XP. Cara ini juga bisa digunakan untuk Windows Vista, sedangkan untuk Windows 7, kalian lihat disini.

Sunday, March 29, 2015

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Xposed Installer adalah Framework seperti module-module yang digunakan untuk berbagai macam fungsi pada OS Android. Xposed Installer juga bisa digunakan untuk tweaking OS Android baik dari segi tampilan Android ( meng-custom ROM ), meng-custom file .APK dan lain sebagainya.

Tentu saja kalian yang ingin menggunakan Xposed pada BlueStacks bisa menggunakannya dengan mudah dan tanpa repot. Berikut adalah tutorial Install Xposed Installer di BlueStacks App Player.

Sebelum memulai proses installasi Xposed ke BlueStacks, kalian harus memiliki BlueStacks yang sudah dalam keadaan root.

- Jika BlueStacks kalian belum di Root, kalian root dahulu BlueStacks kalian, lihat caranya disini.
- Kalau tidak mau ribet, silakan install BlueStacks yang sudah di root disini.

Tutorial Install Xposed kedalam BlueStacks

1. Kalian download aplikasi kecil bernama BlueStacks Tweaker disini dan kalian jalankan sebagai Administrator ( klik kanan --> Run As Admin ). Ingat ! selama proses installasi Xposed, BlueStacks Tweaker jangan ditutup / diclose !

2. Setelah membuka BlueStacks Tweaker, kalian akan mendapatkan tampilan seperti dibawah, kalian klik tab Experimental, Pada proses paling awal, saya sangat sangat menyarankan untuk membackup file Root.fs. Letak file Root.fs ada di :

C:\Program Data\BlueStacks\Android

Jika kalian tidak menemui folder ProgramData, kalian tampilkan dahulu folder tersebut, lihat caranya disini.

Sekarang kalian klik Go To Root.fs dan kalian copy file tersebut lalu kalian paste dilokasi mana saja, bisa di D:\, di flashdisk atau di Desktop.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Tujuan dari membackup file Root,fs adalah apabila BlueStacks yang sudah diinstall Xposed mengalami Boot Loop / Hanya muncul tulisan Initializing, Maka kalian bisa mengembalikan file tersebut di lokasi C:\Program Data\BlueStacks\Android dan BlueStacks kalian kembali berjalan normal.

2. Setelah itu kalian klik tab General dan nyalakan BlueStacks melalui tombol Start BS.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Tampilan BlueStacks sebelum menginstall Xposed Installer

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

3. Jika sudah terbuka, sekarang balik lagi ke BlueStacks Tweaker --> Klik Tab Experimental dan klik Install Xposed. Selama proses install Xposed akan muncul beberapa jendela sepert dibawah ini.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

4. Kalian tunggu beberapa detik.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

5. Done ! jika muncul perintah untuk merestart BlueStacks, kalian klik OK. Sekarang kalian kembali BlueStacks Tweaker dan klik tombol Restart BS.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

6. Tunggu beberapa detik.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

7. Jika kalian beruntung, pada proses Initializing maka akan berlangsung beberapa detik saja dan langsung akan membuka BlueStacks seperti biasa.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

8. Nah seperti inilah BlueStacks yang sudah terinstall Xposed Installer.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

9. Versi Xposed yang digunakan adalah Xposed 2.6.1 alias versi Stable. Jangan kalian update Xposed ini ke versi yang baru, karena bisa menyebabkan boot loop pada BlueStacks.

Cara Install Xposed Installer ke BlueStacks App Player Dengan Mudah

10. Mudah bukan ? ya kira-kira kurang dari 10 menit lah hehe.

Update :

- Versi BlueStacks 0.9.18.xxx keatas tampaknya sudah tidak perlu di patch menggunakan BS Tweaker, kalian bisa langsung install Xposed melalui file .APK Xposed yang bisa kalian download disitus resminya.

Saturday, March 28, 2015

Kenapa Folder Program Files di Windows 64-bit Ada 2 ?

Kenapa Folder Program Files di Windows 64-bit Ada 2 ?

Kalian yang menggunakan Windows 64-bit baik itu Windows 7 64-bit atau Windows 8 64-bit merasa akan menemukan 2 buah folder Program Files didalam Windows. Yang pertama bernama Program Files dan yang kedua Program Files (x86). Sebenarnya apa sih tujuan memisahkan kedua folder tersebut ? kenapa tidak dijadikan 1 folder saja ?

Nah, dipostingan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang mengapa ada 2 buah folder Program Files pada Windows 64-bit. Sebelum memasuki pembahasan lebih jauh, saya sarankan kalian membaca terlebih dahulu postingan saya tentang perbedaaan Windows 32-bit dan Windows 64-bit disini.

Perbedaan Folder Program Files & Program Files (x86)

Sebenarnya jawaban dari pertanyaan diatas sangat mudah, perbedaan dari kedua Program Files tersebut adalah Program Files untuk menyimpan aplikasi 64-bit dan Program Files (x86) untuk menyimpan aplikasi 32-bit.

Saat ini hampir seluruh aplikasi sudah mulai mendukung arsitektur 64-bit. Namun bukan berarti aplikasi berbasis 32-bit akan ditinggalkan begitu saja. Microsoft sengaja tetap mendukung arsitektur 32-bit didalam OS Windows 64-bit miliknya.

Aplikasi 32-bit memang sengaja disimpan pada folder Program Files (x86) agar aplikasi tersebut bisa bekerja dengan lancar dan tanpa masalah. Hal ini juga berhubungan dengan folder System32 dan SysWOW64 pada Windows.

Mengenai Folder System32 dan SysWOW64

Kalian bisa cek pada C:\Windows, maka kalian akan menemukan 2 buah folder System yakni System32 dan SysWOW64. 

- Folder System32 digunakan untuk menyimpan library seperti file .DLL, OCX untuk aplikasi berbasis 64-bit.

- Folder SysWOW64 untuk menyimpan file library untuk aplikasi 32-bit. Terdengar aneh memang, tetapi kenyataannya memang seperti itu. SysWOW64 mengizinkan Windows untuk menjalankan dan mengisolasi aplikasi 32-bit dari aplikasi 64-bit ( untuk lebih jelasnya bisa kalian baca disini ).

Saya Masih Engga Mengerti Gan ?

Oke saya akan jelaskan sedikit, misalkan kalian menginstall aplikasi FireFox 32-bit. Otomatis firefox tersebut akan diinstall di folder Program Files (x86) bukan ? nah saat kalian menjalankan firefox 32-bit ( dalam file firefox.exe ) file tersebut akan beralih mengeksekusi semua file .dll yang ada di SysWOW64 agar firefox bisa berjalan tanpa menganggu proses aplikasi 64-bit yang sedang berjalan. Tujuannya tentu saja untuk menghindari crash. Bayangkan bila aplikasi 32-bit tetapi malah menjalankan file .dll untuk Windows 64-bit, tentu tidak akan bisa.

Tentu untuk mengatasi "kebungungan" tersebut, maka Microsoft sengaja memisahkan kedua folder Program Files dan System tersebut. Sehingga aplikasi 32-bit bisa memasukkan seluruh file .dll 32-bit milikinya tanpa harus menganggu file .dll 64.bit.

Apakah Aplikasi 64-bit Bisa dijalankan di Windows 32-bit ?

Aplikasi berbasis 64-bit tidak bisa dijalankan di Windows 32-bit, namun aplikasi 32-bit bisa dijalankan di Windows 64-bit. Kenapa aplikasi 64-bit tidak bisa di Windows 32-bit ? jawabannya mudah saja, karena pada Windows 32-bit tidak memiliki emulator untuk menjalankan aplikasi 64-bit. Berbeda dengan Windows 64-bit yang memiliki emulator 32-bit pada folder SysWOW64 ( bisa dibaca disini ).

Itulah sedikit penjelasan dari saya tentang mengapa pada Windows 64-bit memiliki 2 buah folder Program Files. Jika kalian masih bingung juga, kalian bisa membaca tentang Aplikasi 32-bit di Windows 64-bit melalui situs resmi Microsoft disini.

Note :

- WOW64 : Windows on Windows 64-bit atau bisa juga Windows 32-bit on Windows 64-bit, maksudnya adalah sebuah emulator yang mengizinkan Windows 64-bit untuk menjalankan aplikasi Windows 32-bit.

CCleaner 5 - Bersihkan Windows Sampai Bersih !

Logo CCleaner

[ REVIEW ] CCleaner 5 - Bersihkan Windows Sampai Bersih !

Nama Software : CCleaner
Developer : Piriform
Lisensi : Freeware
Homepage : http://www.piriform.com/ccleaner/

CCleaner (Crap Cleaner) adalah sebuah software freeware yang berguna untuk membersihkan berbagai macam junk files, registry yang error, membersihkan cookie, cache, dan lain sebagainya. Berbeda dengan cleaning tool lainnya, CCleaner mampu membersihkan hingga yang paling bersih.

CCleaner memang menawarkan beberapa versi seperti CCleaner Professional Edition, Business Edition, Technician Edition, hingga Network. Menurut saya versi Free dari CCleaner sudah cukup karena sudah mencakup fitur pembersih dari CCleaner.

Installasi CCleaner

Beberapa orang mungkin tidak tahu bahwa Piriform sebagai pembuat CCleaner menawarkan 2 installer untuk CClaner. Yang pertama installer Standar ( yang biasa ) dan yang kedua installer Slim.

Perbedaan antara installser Standar dan Slim dari CCleaner adalah pada installer Standar terdapat junkware. Kalian akan ditawarkan untuk menginstall Google Chrome sebagai browser kalian. Sedangkan untuk Slim tidak ada. Sayangnya CCleaner yang menggunakan versi slim selalu lebih lambat diupdate dibandingkan versi standar.

Junkware pada CCleaner

Installasi CCleaner cukup mudah, namun kalian yang menggunakan installer Standar hati-hati untuk tidak memilih junkware pada proses installasi seperti gambar diatas.

Tampilan CCleaner

Piriform merombak secara total tampilan GUI pada CCleaner menjadi agak modern-UI pada versi CCleaner 5. Tampilan CCleaner tampak lebih flat. Ikon-ikon pada Cleaner, Registry, Tools, dan Options semuanya diubah menjadi berwarna putih flat. Gradasi warna pada tampilan CCleaner juga tidak terlalu bagus.

CCleaner 4

Tampilan CCleaner 4

CCleaner 5

Tampilan CCleaner 5

Menurut kalian lebih bagus mana antara tampilan CCleaner 4 dengan CCleaner 5 ? :)

Sudah Support Bahasa Indonesia

CCleaner merupakan salah satu aplikasi yang sudah mendukung Bahasa Indonesia dalam tampilan GUI-nya. Hal ini bagus untuk pengguna Indonesia. Kalian bisa merubah Bahasa CCleaner dari Inggris ke Indonesia dengan cara mengklik menu Options --> Settings --> Language = Indonesian.

CCleaner Bahasa Indonesia

CCleaner Bahasa Indonesia

Bagian Pada CCleaner

- Cleaner

Sekarang kita mulai masuk pada inti dari CCleaner yakni pembersih. CCleaner memang didesain untuk membersihkan PC pada tools Cleaner, kita diberi 2 buah pilihan yakni membersihkan aplikasi default Windows seperti Internet Explorer, Windows Explorer, Membersihkan Recycle Bin, dsb. CCleaner juga bisa untuk membersihkan aplikasi dari pihak ketiga seperti FireFox, Google Chrome, Aplikasi yang terinstall pada Windows ( seperti BlueStacks, Internet Download Manager, Tune Up Utilities, dan sebagainya ).

Cleaner pada CCleaner

Cleaner pada CCleaner akan menghapus berbagai macam junkfiles, temporary files, log files, cookies, histroy, Desktop Shortcuts dan masih banyak lagi. Biasanya file-file sampah yang menumpuk tersebut bisa memperlambat PC kita, jadi secara berkala harus dibersihkan.

- Registry Cleaner

Registry Cleaner digunakan untuk menghapus registry yang tidak terpakai. Jenis Registry yang dihapus seperti Unused File Extension, Registry yang masih tertinggal dari aplikasi yang kalian sudah hapus, Application Path dan masih banyak lagi.

Registry Cleaner CCleaner

Penggunaan Registry Cleaner pada CCleaner juga cukup aman, karena sesaat sebelum menghapus Registry dengan CCleaner, kalian akan diberitahu untuk membackup Registry tersebut. Sehingga jika sewaktu-waktu Windows kalian bermasalah setelah menggunakan Registry Cleaner dari CCleaner, tinggal kalian restore saja.

- Tools

Sekarang masuk kebagian Tools. Didalam bagian Tools kalian akan melihat aplikasi tambahan CCleaner seperti Uninstall, Startup, Duplicate Finder, System Restore dan sebagainya. Akan saya sedikit jelaskan kegunaan Tools pada CCleaner.


  • Uninstall : Digunakan untuk menghapus aplikasi dari Windows, Tools ini sama saja dengan default uninstaller bawaaan Windows yang bisa kalian temui di Windows Add & Remove Program. Uninstall pada CCleaner juga kurang maksimal, tidak seperti software yang memang dikhususkan untuk menguninstall aplikasi seperti Revo Uninstaller Pro atau Total Uninstall.
Uninstall Melalui CCleaner
  • Startup : Fitur ini cukup berguna, untuk mematikan aplikasi yang berjalan pada saat startup. Memang, kalian bisa mematikan aplikasi startup tanpa software, tetapi dengan adanya Startup pada CCleaner, akan memudahkan penggunanya.
CCleaner Startup Optimizer
  • Duplicate Finder : Sesuai namanya, tools ini berfungsi untuk mencari file-file yang sejenis. Artinya jika kalian menemukan beberapa file yang memiliki nama yang sama.
Duplicate File Finder CCleaner

Overall, pada bagian tools ini cukup berguna dan mudah digunakan.

- Options

Bagian terakhir adalah bagian Options yang berisi berbagai macam pengaturan untuk CCleaner. Kalian bisa mengatur apakah CCleaner berjalan secara background, memonitor browser dan menghapus cache / history browser secara otomatis, mengubah Bahasa CCleaner dan sebagainya.

CCleaner Options

Kelebihan 

CCleaner merupakan aplikasi pembersih Windows yang paling populer, rasanya kurang lengkap apabila belum menginstall CCleaner pada Windows. Cara penggunaanya pun mudah dan proses pembersihannya juga cukup maksimal. Versi Free pada CCleaner juga cukup, karena sudah memasukkan seluruh fitur cleaning seperti Registry Cleaner, Cleaner.

Kekurangan

Installer yang disediakan CCleaner selalu mengandung junkware, hal ini cukup wajar dikalangan software freeware. Memang hal ini bisa diatas dengan mendownload installer Slim CCleaner, tetapi versi Slim dari CCleaner biasanya lebih telat keluar dibandingkan versi Standardnya.

Kesimpulan

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan CCleaner diatas, CCleaner tetap menjadi salah satu software terbaik untuk membersihkan komputer dari Junkware dan file sampah lainnya. Saya sendiri sudah menggunakan CCleaner cukup lama dan puas akan produk dari piriform ini.

Bagaimana dengan kalian ? Apa yang kalian pikirkan tentang CCleaner ?

Thursday, March 26, 2015

Mengenal CPU : Multiple CPU, Hyper-Threading & Multi-Core CPU

CPU

Mengenal CPU : Core, Hyper-Threading & Multiple Pada CPU

CPU ( Central Processing Unit ) atau dalam bahasa Indonesianya Unit pemroses Sentral adalah sebuah perangkat hardware yang digunakan untuk mengerjakan / melaksanakan perintah dari perangkat lunak. CPU juga bisa disebut sebagai "otak" dari perangkat komputer karena semua perintah akan diproses oleh si CPU ini.

Didalam dunia CPU, kalian pasti pernah mengenal dengan istilah Multiple CPU, Core ataupun Hyper-Threading. Saya akan jelaskan tentang beberapa pengertian tersebut yang sudah saya terjemahkan dari postingan HowToGeek.

Apa Itu Multiple CPU ?

Kebanyakan CPU pada komputer hanya memiliki 1 buah CPU. Komputer yang memiliki lebih dari 1 buah CPU disebut sebagai Multiple CPU. 

Pada zaman sebelum munculnya teknologi multi-core atau hyper-threading, orang-orang yang ingin komputernya berjalan lebih cepat dalam memproses perintah tentu harus memiliki lebih dari satu buah CPU. Pada awalnya CPU hanya bisa melakukan satu buah perintah saja, untuk melakukan lebih dari satu perintah ( multi-tasking ), tentu saja membutuhkan "otak" tambahan. 

Sebuah motherboard yang ingin memiliki lebih dari satu buah CPU, tentu saja harus memiliki slot tambahan ( socket ). Hal ini menyebabkan membengkaknya konsumsi daya pada komputer, tentu sangat tidak efisien saat ini.

Sebuah PC Gaming / PC Rendering pada saat ini pun hanya memiliki satu buah CPU. PC dengan Multiple CPU biasanya hanya ditemukan di Supercomputer, PC Server dan PC yang membutuhkan kecepatan yang lebih untuk memproses data menjadi informasi.

Teknologi Hyper-Threading

Intel sebagai raksasa teknologi di bidang CPU muncul dengan mengeluarkan sebuah inovasi baru pada tahun 2002, yakni Hyper-Threading. Hyper-Threading hampir mirip dengan Multiple CPU, bedanya pada Hyper-Threading, PC tidak membutuhkan lebih dari satu CPU, hanya sebuah CPU yang sudah mendukung Hyper-Threading.

CPU dengan Hyper-Threading akan dilihat oleh OS sebagai Multiple CPU, padahal jumlah CPUnya tetap satu saja. Jika masih belum mengerti saya akan kasih contoh begini, Misalkan kalian punya Processor dual core dengan teknologi HT, nantinya di OS Windows akan terdeteksi sebagai sebuah processor quad core (4 inti). Tambahan 2 inti dari prosessor Dual Core tersebut bersifat logical, karena fisiknya tetap 2 bukan 4. 

Tentunya jika dibandingkan dengan prosessor dual core yang tidak ada teknologi Hyper-Threading, prosessor dual core yang memiliki Hyper-Threading akan memiliki kecepatan lebih daik.

Munculnya Multi-Core CPU

Pada awalnya memang CPU hanya memiliki satu buah inti CPU ( Core ), namun saat ini kebanyakan prosessor yang diproduksi baik Intel atau AMD memiliki lebih dari satu inti ( Multi-Core ). Memang, CPU pada awalnya hanya punya satu inti tetapi semakin banyak inti ( Multi Core ) pada CPU tentu saja lebih baik. 

Multi-Core berbeda dengan Hyper-Threading, jika Hyper-Threading terlihat "menipu", maka pada CPU yang sudah mendukung Multi-Core CPU benar-benar memiliki inti tambahan. Contohnya prosessor Dual-Core benar-benar memiliki 2 buah inti CPU dalam 1 CPU, Quad-Core punya 4 buah inti dan seterusnya.

Jadi kalian yang ingin memiliki 4 Buah CPU ( Quad-Core ) pada PC, kalian tidak harus punya 4 buah socket pada Motherboard. Cukup 1 buah CPU yang memiliki 4 Buah inti CPU ( Multi-Core CPU ). Contohnya adalah dibawah ini saat saya mengecek CPU pada PC saya, Prosessor saya memang hanya Dual Core, tapi karena memiliki teknologi Hyper-Threading, akan terlihat sebagai 4 buah CPU Logical.

Multi-Core CPU

Multi-Core CPU pada saat ini tidak hanya muncul pada PC, namun mulai merambah tablet-PC hingga Smartphone. Ini adalah kabar baik tentunya, semakin banyak core, maka semakin banyak perintah yang bisa dilaksanakan oleh CPU tersebut. Sehingga kalian tidak merasa nge-lag saat membuka You-Tube dan mengerjakan dokumen di Microsoft Office.

 
Display Pagerank