Saturday, November 29, 2014

Apakah Mungkin Untuk Menghack Jaringan Wi-Fi ?

Jaringan Wi-Fi

Apakah Mungkin Untuk Menghack Jaringan Wi-Fi ?

Well, saya sering sekali melihat pertanyan-pertanyaan yang ada dibeberapa grup komputer facebook yakni "Apakah bisa kita meng-hack jaringan Wi-Fi ?". Kalian juga pasti pernah melihat pertanyaan tersebut atau mungkin malah kalian yang pernah bertanya tentang pertanyaan tersebut. Oleh karena itu saya akan membahas sedikit tentang kemungkinan seseorang untuk meng-hack jaringan Wi-Fi. Dalam artikel ini saya sadur dari HowToGeek yang sudah saya terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dengan sedikit perubahan. Semoga bermanfaat.

Pertanyaan

Salah seorang anggota dari SuperUser yang bernama Sec pernah mengeluarkan pertanyaan tentang kemungkinan seseorang untuk meng-hack jaringan Wi-Fi :

"Saya pernah mendengar dari salah seorang teknisi ekspert di salah satu perusahaan komputer terpercaya bahwa seseorang bisa meng-hack jaringan Wi-Fi dengan menggunakan salah satu Tools dari Sistem Operasi Kali Linux dan juga dengan menggunakan tutorial dari internet.

Walaupun jaringan Wi-Fi tersebut memiliki :

- Password jaringan yang rumit.
- Password router yang rumit.
- Menyembunyikan jaringan wi-fi ( hidden ).
- Memfilter MAC Adress ( Mac Filtering ).

Kalau memang benar bisa, apakah itu mungkin ? dan bagaimana cara mereka melewati pengamanan tersebut ? lalu bagaimana pula cara agar jaringan Wi-Fi kita aman dari tindakan usil hacker ?"

Jawaban

Disini ada 2 jawaban dari kontributor SuperUser, yakni yang pertama dari Davidgo & Reirab. Jawaban pertama akan dijawab oleh Davidgo.

Jawaban Pertama Dari Davidgo

Benar, Sangat mungkin seseorang untuk meng-hack jaringan Wi-Fi.

Dalam jaringan Wi-Fi ada beberapa standar enkripsi yang digunakan sebagai pengaman, termasuk WEP, WPA, dan WPA2. Jika kalian menggunakan WEP, walaupun jaringan Wi-Fi kalian menggunakan password yang rumit, tetap saja bisa ditembus. Namun hal ini berbeda apabila kalian sudah menggunakan WPA & WPA2, kedua sistem pengamanan tersebut "lebih sulit" untuk ditembus. Walaupun begitu, penggunaan password yang rumit juga masih ada kemungkinan untuk di-crack dengan metode Brute-Force. Salah seorang hacker terkemuka Moxy Marlispike, menawarkan jasa untuk hack Wi-Fi melalui Cloud-Computing sebesar $30 ( sekitar Rp 300.000-an ), namun tidak ada jaminan hal itu bisa berhasil.

Penggunaan Password rumit pada router juga tidak dapat mencegah seseorang yang masuk dalam jaringan Wi-Fi untuk transmisi data melalui router & hal itu adalah hal yang wajar. A strong router password will do nothing to prevent someone on the Wi-Fi side from transmitting data through the router, so that is irrelevant.

Menyembunyikan jaringan Wi-Fi ( Hidden Network ) adalah mitos, pengguna jaringan Wi-Fi akan masih tetap mendeteksi bisa mendeteksi router Wi-Fi. 

MAC filtering ? Mac Filtering sama sekali hampir tidak melindungi jaringan Wi-Fi dari serangan Hacker. Perangkat komputer dengan aplikasi tersebut bisa merubah MAC Address dan melewati pengamanan Mac Filtering. 

Subjek yang lebih besar pada hal ini adalah Keamanan Jaringan dan bukan hanya terpaku pada pertanyaan diatas. Setiap Keamanan Jaringan memiliki beberapa lapisan keamanan, ya walaupun tidak semua. Dan juga semua sistem pasti bisa ditembus dengan syarat ada waktu, tenaga dan tentunya ilmu. Jadi, pertanyaan sebenarnya bukan hanya "Apakah itu bisa di-hack ?"tetapi pertanyaan yang utama adalah "Berapa lama sistem tersebut disusupi ?".

Jika kamu ingin menambah keamana pada jaringan Wi-Fi kalian, kalian bisa tampilkan sebagai lapisan transport dimana akan di enkripsi dan difilter setiap perangkat yang masuk kedalam jaringan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memberikan akses router kedalam server VPN tertentu yang kalian sebagai admin mengatur VPN tersebut, sehingga setiap pengguna ( Client ) yang ingin masuk ke jarigan Wi-Fi kalian akan membutuhkan autentikasi / perizinan dari kalian terlebih dahulu. Cara ini cukup ampuh untuk menangkal beberapa pengguna yang nakal.

Jawaban Kedua dari Reirab

Seperti yang sudah dibilang, menyembunyikan SSID bukanlah solusi. Jaringan kalian akan tetap terlihat secara default pada Windows 8.

MAC filtering tidak terlalu membantu, walaupun hal ini bisa memperlambat beberapa orang script kiddies, namun hal ini tetap tidak akan menghentikan seseorang untuk memasuki jaringan Wi-Fi. Mereka bisa saja merubah MAC Address dengan mudah.

Yang jadi masalah utama apabila kalian menggunakan enkripsi WEP. Sekuat apapun password kalian, jaringan Wi-Fi kalian akan tetap bisa dijebol dengan software WEP Cracker yang bertebaran di internet.

WPA mungkin lebih aman dari WEP, namun tetap bisa dirusak. Jika perangkat kalian support WPA ( bukan WPA2 ) cobalah, daripada kalian tidak menggunakan kemananan sama sekali.

WPA2 dalam beberapa versi sudah menggunakan AES dan lebih aman dari tingkat enkripsi diatas lainnya. Memang WPA2 masih bisa di hack namun membutuhkan waktu yang lebih lama & lebih banyak pengetahuan untuk menjebolnya.  

Sama seperti perkataan David diatas, pertanyaan sebenarnya adalah "Berapa lama seseorang untuk meng-hack jaringan Wifi ?" mungkin jawabannya adalah itu semua tergantung dari seberapa besar kemampuan seseorang tersebut.

Sumber : HowtoGeek.

Wednesday, November 26, 2014

Cape Bersihin Virus di Komputer ? Udah Install Ulang Saja !

Virus di Komputer

Cape Bersihin Virus di Komputer ? Udah Install Ulang Saja !

Virus Komputer adalah salah satu musuh utama pengguna komputer. Karena apabila PC terinfeksi virus, PC bisa menjadi error, berjalan tidak semestinya hingga yang terburuk adalah kehilangan data. Dan saya rasa, hampir semua pengguna komputer pernah merasakan perangkat komputernya terinfeksi Virus. 

Beberapa pengguna komputer berusaha untuk menghapus virus-virus tersebut dengan berbagai macam Antivirus. Bahkan ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari hanya untuk memastikan PC mereka benar-benar "bersih" dari virus. Namun terkadang hal itu bukan ide yang bagus, karena kita tidak pernah tahu apakah Antivirus yang kita gunakan untuk menghapus virus benar-benar menghapus virus hingga ke akar-akarnya atau malah setelah di Full Scan malah menambah masalah di PC.

Jika Antivirus saya mendeteksi virus yang sangat banyak, Saya sendiri cenderung memilih untuk Install Ulang daripada virus tersebut "nyangkut" di PC. Harus saya akui bahwa install ulang sangat menyakitkan karena kita harus memulai segalanya dari awal, namun ada beberapa alasan bahwa terkadang Install Ulang lebih baik daripada melakukan Full Scan di PC.

1. Virus Semakin Pintar

Tahukah kalian alasan mengapa semua antivirus wajib berjalan pada Startup ? Alasannya adalah untuk mencegah program jahat tersebut semakin menginsfeksi PC kalian lebih jauh lagi. Contohnya apabila dari awal menyalakan komputer saja sudah terinfeksi, apalagi sesudah 1 jam menyalakan komputer ? pasti lebih bahaya lagi.

Baca Juga :


Bukan cuma itu, Malware saat ini bisa "mengundang kawan-kawannya" untuk masuk kedalam PC kita, Memang pada saat scanning kita menemukan beberapa malware, tapi tetap saja kita ada sedikit perasaan tidak yakin bahwa Malware tersebut adalah satu-satunya yang ada di PC kita bukan ?

Antivirus [ Image by HTG ]

2. Tidak Ada Antivirus yang Sempurna

Saya sangat yakin sekali bahwa tidak ada program Antivirus yang sempurna di dunia ini. Semua antivirus pasti mempunyai kelemahan dan salah satu kelemahannya adalah harus update setiap hari. Apabila Antivirus tersebut tidak di update beberapa minggu saja, pastinya Antivirus tersebut akan terlihat usang dan tidak bisa mendeteksi untuk virus-virus jenis baru yang muncul ribuan setiap harinya.

Baca Juga :

3. Proses Scanning Memakan Waktu yang Lama

Menghabiskan waktu berjam-jam didepan komputer untuk menunggu antivirus membersihkan virus adalah hal yang "konyol". Kita sebagai manusia mempunyai aktivitas lainnya daripada cuma melihat layar monitor. 

Terlebih lagi kalian terinfeksi ratusan atau ribuan virus di PC, pasti proses scanning-nya memakan waktu yang cukup lama. Itu juga belum ada jaminan bahwa PC benar-benar bersih dari Virus.

4. Menambah Masalah

Mungkin hal ini salah satu bagian yang paling mengesalkan. Saya sendiri pernah menghapus virus menggunakan salah satu antivirus dari vendor tertentu. Dan setelah proses scanning & deleting Antivirus selesai, yang ada komputer saya muncul berbagai macam pesan error. Bahkan yang terburuk adalah tidak bisa masuk Windows atau Booting sama sekali !

Install Ulang Adalah Solusi Terbaik...

Install Ulang adalah salah satu solusi terbaik apabila PC kalian benar-benar terinfeksi virus yang sangat banyak. Install Ulang Windows saat ini sangatlah mudah bahkan untuk dipelajari oleh newbie sekalipun !

Berbeda dengan Install Ulang beberapa tahun yang lalu yang memakan waktu yang lama. Di Sistem Operasi Windows terbaru seperti Windows 7 & Windows 8, install ulang hanya memakan waktu tidak sampai 1 jam, bahkan kurang dari setengah jam. Cara Install Ulang Windows juga bisa kalian temui di google. Apabila masih kurang juga, kalian bisa melihat demo videonya di YouTube.

Saat kalian install ulang, File Sistem Windows kalian yang terinfeksi akan benar-benar dihapus dan digantikan dengan file sistem yang baru yang masih bersih dari virus. Mungkin hal yang agak membuat pengguna komputer malas adalah menginstall program-program satu persatu dari awal. Tetapi menurut saya itu bagus, terlebih kalian mendownload software-software tersebut dari situs-situs download yang terpercaya seperti Softpedia, Softexia, Majorgeeks yang bersih dari virus.

Baca Juga :


Tuesday, November 11, 2014

Cara Membuat File ISO Bootable Windows 7 / 8 Dengan IMGBurn

Cara Membuat File ISO Bootable

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

Terkadang kita pernah menemui masalah yakni file ISO Windows yang tidak mau booting padahal sudah di burn atau dibuat bootable kedalam DVD atau FlashDisk. Bisa jadi masalahnya terdapat didalam file ISO itu sendiri yang memang tidak dibuat bootable.

Atau selain masalah diatas kalian pernah membuat bootable Windows kedalam FlashDisk, namun DVD Windows kalian yang tadinya dibuat bootable rusak, sehingga hanya tersisa file serta folder installasi Windows didalam flashdisk. Tidak mungkin juga kan kalian menyimpan file & folder tersebut selamanya didalam flashdisk ? ada baiknya diubah lagi saja menjadi file ISO Bootable.

Atau bisa juga kalian yang ingin mengubah installasi Windows kalian yang ada difile ISO, kalian juga bisa menggunakan cara ini.

Berikut adalah tutorial membuat file ISO dari folder installasi Windows dengan menggunakan IMGBurn

1. Download & Install software IMGBurn [ Download Disini ]. Pastikan kalian menginstallnya tanpa koneksi Internet, karena jika menggunakan koneksi Internet, Software IMGBurn akan menawarkan software tambahan ( Junkware ) yang tidak bermanfaat. IMGburn bersifat Freeware, jadi tidak perlu menggunakan Serial Number :D.

2. Perhatikan susunan file & folder pada gambar dibawah, biasanya susunan file & folder dibawah adalah susunan untuk file Windows. Dalam contoh kali ini, saya menggunakan file & folder dari file ISO Windows 8.1 yang sudah saya ekstrak.

Sekarang salin semua file & folder dibawah lalu buat folder baru bernama "Windows 8.1 Terbaru" dan masukkan semua file & folder yang tadi sudah disalin / copy kedalam folder "Windows 8.1 Terbaru" yang sudah kita buat.

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

3. Buka aplikasi IMGBurn yang sudah diinstall dan pilih "Create Image from Files & Folders". Masukkan lokasi folder "Windows Terbaru" yang tadi kalian buat melalui Browse for a Folder. Dan pada kolom Destination, kalian pilih lokasi penyimpanan file ISO yang akan kalian buat ( terserah dimana ).

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

4. Sekarang kalian pindah ke tab Advanced --> Bootable Disk dan centang pada kotak Make Image Bootable. Emulation Type kalian tetap pilih None ( jangan diubah-ubah ).

5. Pada kolom Boot Image, kalian masukkan file etfsboot.com, file tersebut terdapat didalam file & folder installasi Windows yang akan kalian buat. Lebih tepatnya letaknya di folder Boot ( Lihat gambar di langkah 2 diatas, ada folder yang namanya Boot bukan ? ). 

6. Dibagian Sectors To Load, kalian ganti keangka 8. Angka 8 digunakan apabila kalian ingin membuat file ISO Bootable Windows 7, Windows 8/8.1 atau Windows 10, sedangkan apabila kalian ingin membuat file ISO Bootable Windows XP atau Windows Vista, kalian biarkan ke angka 4.

7. Dibagian Load Segment tetap pada pilihan 07C0. Dan jika sudah maka hasilnya seperti dibawah ini. Jika sudah, kalian klik pada tombol Build ( yang dikotak merah ).

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

8. Lalu akan muncul tampilan seperti dibawah, kalian klik Yes dan Ok. Lalu kalian tunggu sampai proses selesai. Biasanya hanya memakan waktu 1 atau 3 menit tergantung dari besarnya file.

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

9. Setelah selesai kalian akan mendapatkan pesan sukses seperti dibawah. 

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

10. Bagaimana ? Mudahkan ? Sekarang kalian bisa meng-custom OS Windows kalian sendiri dan kemudian membuat lagi bootable Image-nya dengan IMGBurn.

Note

- Cara ini bisa digunakan untuk Windows 7 keatas ( Windows 8 / 8.1 / 10 ).

Thursday, November 6, 2014

Benarkah Game Booster Dapat Mempercepat Kinerja Gaming ?

Game Booster

Apakah Game Booster Benar-Benar Mempercepat Kinerja Gaming ?

Game Booster, sebuah software yang diklaim dapat mempercepat kinerja PC saat bermain game. Beberapa gamer awam sudah menggunakannnya, namun apakah benar software game booster ini dapat mempercepat kinerja PC saat kita bermain game ? berikut adalah penjelasan dari HowToGeek yang sudah diterjemahkan oleh Software182 dengan sedikit perubahan.

Akhir-akhir ini saya melihat di media sosial sebagian gamer menggunakan sebuah software Game Booster yang diklaim dapat mengoptimalkan kinerja PC. Menarik bukan ? Lihat penjelasan sebenarnya dibawah.

"Game Booster", Bagaimanakah Cara Kerjanya ?

Game Booster yang cukup banyak digunakan dan biasanya ditawarkan software gratis dari masing-masing pembuatnya.  Selain itu, Game Booster akan mengizinkan kamu untuk membuka game melalui Game Booster tersebut. Saat kalian dalam Mode Game di Game Booster, Game Booster akan mematikan semua program yang berjalan di background pada komputer kalian. 

Fitur “one-click optimization” adalah inti dari aplikasi ini, walaupun masih ada beberapa fitur yang lain. Seperti Driver Updater yang akan memberitahu kalian bahwa Driver VGA kalian sudah Outdated / Lama dan secara otomatis akan mengupdate driver VGA kalian.

Game Booster juga akan menampilkan informasi pada kalian program apa saja yang ditutup saat kalian menggunakan "Game Mode" dan mengembalikan program yang dimatikan tersebut saat kalian mematikan "Game Mode" pada game booster.

Namun benarkah demikian ? Kita lihat tes secara langsung dibawah ini saat sebuah game dijalankan dengan Game Booster dan Tanpa Game Booster.

Hasil Menjalankan Game Dengan Game Booster & Tanpa Game Booster

Berikut adalah hasil dari HowToGeek yang sudah menjalankannya dengan settingan Grafis Tinggi :

Batman: Arkham Asylum ( Tanpa Game Booster )

Minimum: 31 FPS
Maximum: 62 FPS
Average: 54 FPS

Batman: Arkham Asylum (Denga Game Booster)

Minimum: 30 FPS
Maximum: 61 FPS
Average: 54 FPS


Cukup menarik, benchmark menunjukan penurunan yang sedikit saat menggunakan Game Booster. Jadi, pada kenyataanya Game Booster tidak benar-benar mempercepat kinerja PC saat game, yang ada malah memperlambatnya. 

Perhatikan, hasil diatas tidak bisa sama pada setiap komputer. Pada komputer yang memiliki ratusan program yang berjalan di background, hal ini "mungkin" akan berpengaruh sedikit namun buat yang hanya memiliki beberapa program akan tidak terasa sama sekali.

Lalu, Apakah Game Booster Benar-Benar berguna ?

Game Booster hanya melakukan apa yang kalian bisa lakukan secara manual. Contohnya begini, apabila kalian memiliki IDM di system tray atau background, cukup matikan saja IDM tersebut saat kalian akan menjalankan Game dan nyalakan kembali saat kalian membutuhkan IDM. 

Dalam komputer modern, program-program yang berjalan di background tidak banyak membutuhkan sumber daya yang terlalu banyak, bahkan terkadang menunjukan 1% atau 2% pada CPU Usage. Tidak percaya ? coba kalian cek saja di Task Manager kalian sendiri. Namun jika memang tiba-tiba CPU Usage kalian menunjukan penaikan yang cukup cepat ( tiba-tiba 100% dengan sendirinya ) mungkin PC kalian terinfeksi dengan program jahat tertentu.

Kesimpulan 

Jadi pada intinya, Game Booster tidak benar-benar dibutuhkan oleh kalian para gamer yang ingin memaksimalkan pengalaman Gaming di PC kalian. Memang ada beberapa fitur yang cukup berguna dari Game Booster seperti merekam Video saat bermain game, namun fitur "Game Mode" tidak terlalu berguna. Terlebih, bagi kalian yang sudah memiliki PC dengan Prosessor Quad-Core, RAM 8 GB dan VGA Minimal 1 GB 256 Bit, Game Booster ini hanya akan menjadi aplikasi yang tidak berguna.

Saya rasa untuk mempercepat kinerja game kalian adalah dengan mengupgrade PC kalian seperti menambah RAM, Membeli prosessor terbaru yang lebih cepat, menggunakan kartu grafis eksternal serta menggunakan SSD sebagai media penyimpanan game kalian.

Jadi, masih menggunakan Game Booster ?

Tuesday, November 4, 2014

Perlukah PC Kita Menggunakan Memory Optimizer ?

Memory Optimizer

Perlukah PC Kita Menggunakan Memory Optimizer ?

Selama ini sebagian pengguna Windows menggunakan sebuah software yang "menjanjikan" dapat mengoptimalkan kinerja RAM kita sehingga PC kita menjadi lebih cepat. Sebenarnya, apakah kita benar-benar membutuhkan software tersebut atau tidak ? Berikut penjelasan dari Howtogeek yang sudah diterjemahkan oleh Software182.

Banyak software yang menawarkan kinerja untuk mempercepat RAM, sebenarnya aplikasi ini tidak berguna, atau boleh disebut juga lebih baik tidak menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut banyak yang menjanjikan "kecepatan", padahal yang mereka lakukan adalah akan memperlambat komputer kalian ! ( Saya sendiri pernah menginstall salah satu aplikasi optimasi RAM, namun tidak ada bedanya sebelum dan sesudah install aplikasi tersebut ).

Pada kenyataanya, Sistem Operasi zaman sekarang, entah itu Windows, OS X atau GNU /LINUX sudah mengetahui bagaimana mengatur RAM yang kalian punya. Jadi aplikasi RAM Optimizer benar-benar tidak berguna sama sekali.

Software Pengoptimal RAM ( Memory Optimizers ) dibuat berdasarkan kesalahpahaman. Contohnya begini, apabila kalian memiliki RAM 4 GB kemudian secara drastis RAM kalian sudah terisi 3 GB untuk berbagai macam aplikasi lalu kalian melihat ruang koson memori hanya tersisa 1 GB untuk aplikasi lainnya, untuk sebagian orang yang belum terlalu mengerti komputer, pastinya akan berfikir bahwa PC kita membutuhkan pengoptimal memori ( sebenarnya tidak ! ) dan hal itu adalah normal apabila kalian menjalankan banyak program di PC kalian. 

Seperti yang saya sudah bilang diatas, OS zaman sekarang sudah cukup pintar untuk me-managei RAM. Pada kasus diatas, penggunaan RAM hingga 3 GB sebenarnya tidak benar-benar akan membuat PC kalian lambat, Sistem Operasi akan mengatur memori untuk meng-cache data dalam memori ( RAM ) sehingga PC kalian akan dengan cepat mengakses data.

Lalu apa itu Cache ? untuk pengertiannya mungkin kalian bisa lihat di Wikipedia. Saya akan menjelaskan contohnya saja. Misalkan begini, kalian pastinya pernah mengunjungi suatu website yang kalian kunjungi secara sering bukan ? Bandingkan dengan kalian baru pertama kali membuka situs tersebut dengan kecepatan internet yang sama. Tentunya akan lebih cepat ketika kita sudah pernah mengunjungi website tersebut dibandingkan dengan baru pertama kali, karena data kalian sudah disimpan didalam browser kalian. Itulah salah satu contoh yang disebut cache !

Dalam suatu aplikasi yang sering dibuka, cache disimpan didalam RAM, jadi saat kalian akan menjalankan kembali aplikasi tersebut, komputer kalian akan mengambilnya lewat RAM tanpa perlu mengakses kembali ke Harddisk, sehingga aplikasi lebih cepat dibuka.

Kembali kemasalah RAM, saya ambil contoh yang lain saat RAM kalian penuh dan kalian ingin menjalankan aplikasi lain, apakah kita membutuhkan Memory Optimizer ? jawabannya tetap sama, TIDAK !. PC kalian akan secara otomatis akan menghapus cache yang tidak terpakai kemudian akan mengisi ruang kosong tersebut dengan aplikasi yang akan dijalankan.

Pada gambar dibawah, kalian pasti melihat ada "Free". Gambar dibawah adalah contoh saat RAM digunakan sebagai cache (  lihat bagian cache ) namun disaat bersamaan kalian juga melihat masih ada ruang untuk aplikasi lain yang membutuhkan ( Available ).

RAM Windows 7

Jika di OS zaman dulu, apabila RAM PC kalian penuh maka itu memang menunjukan suatu masalah, namun di zaman sekarang tidak. Bahkan dengan RAM 4 GB sudah cukup, tentu saja bukan untuk gaming, mengedit video atau menjalankan virtual machine yang memang membutuhkan memori yang cukup besar. 

Bahkan jika RAM kalian hanya 1 GB atau 2 GB, kalian juga tetap tidak membutuhkan Memory Optimizer. Memory Optimizer bersifat menjebak & malah membuat PC menjadi lambat !. Lalu bagaimana sih cara kerja Memory Optimizer ? 

Bagaimana Sebenarnya Cara Kerja Memory Optimizer ?

Saat kalian menggunakan software RAM Optimizer / Memory Optimizer dengan 1 kali click, kalian pasti melihat RAM kalian akan tersedia ruang kosong dengan cepat ( tampak menjanjikan bukan ? ) Namun sebenarnya tidak semudah itu. Memory Optimizer bekerja dalam :

Software ini akan memanggil fungsi API Windows yang bernama EmptyWorkingSet, kemudian akan memaksa menjalankan aplikasi untuk ditulis kedalam RAM kalian yang mana akan menghapus cache semua aplikasi yang sudah pernah dijalankan sehingga memori benar-benar menjadi kosong. 

Cara ini memang benar-benar akan mengkosongkan RAM, namun bukankah dengan menghapus cache yang sudah ditulis di RAM akan membuat PC kalian mengulang kembali dari awal saat akan menjalankan aplikasi ? bukannya mempercepat malah memperlambat ! karena Sistem Operasi akan membaca kembali kedalam Harddisk bukan dari RAM. Tidak nyambung bukan ? inilah mengapa software Memory Optimizer tidak dibutuhkan sama sekali.

Jika Windows kalian memang membutuhkan ruang kosong pada RAM, Windows akan menghapus sebagian data cache yang tidak terpakai dan mengisinya dengan data cache untuk aplikasi yang baru. Jadi, tidak butuh lagi Memory Optimizer yang malah memperlambat PC.

RAM Optimizer ini seperti kebanyakan software pembersih PC lainnya yang tampaknya "menjanjikan" kecapatan pada PC kalian, padahal mereka melakukan hal-hal yang berbahaya pada Windows kalian. Parahnya, banyak pengguna yang kurang paham dan menggunakan software-software tersebut.

Lalu, Bagaiman Sebenarnya Untuk Mengoptimalkan Kinerja RAM ?

Untuk mengoptimalkan kinerja RAM sebenarnya cukup mudah yakni :

- Matikan aplikasi yang tidak terpakai melalui system tray Windows.
- Matikan program yang muncul pada Startup.
- Tambahkan RAM pada PC atau Laptop kalian.

Bagaimana ? Mudah bukan untuk mengoptimalkan kinerja RAM ? tidak percaya ? silakan kalian upgrade RAM kalian dari 2 GB ke 4 GB atau dari 4 GB ke 8 GB dan rasakan perbedaanya ! :D

 
Display Pagerank