Friday, October 31, 2014

Perbedaan Windows Versi OEM System Builder Dengan FPP Retail

Perbedaan Windows Versi OEM System Builder Dengan FPP Retail

Perbedaan Windows Versi OEM System Builder Dengan FPP Retail

Beberapa kalian mungkin masih bingung, apa saja perbedaan antara Windows versi System Builder ( OEM ) dengan FPP ( Retail ). Terlebih lagi apabila kalian ingin membelinya di situs retail online macam Bhinekka atau Forum Jual Beli Kaskus. Berikut akan saya jelaskan sedikit perbedaan antara Windows OEM System Builder dengan FPP Retail.

Apa Sih Windows System Builder ( OEM ) ?

Dipostingan beberapa waktu yang lalu, saya sempat menjelaskan tentang versi OEM Windows disini. Pada dasarnya Windows versi System Builder bukan ditujukan untuk pengguna rumahan, Ambil contoh Windows System Builder ditujukan untuk perusahaan komputer yang ingin "menaruh" Windowsnya kedalam PC jualan mereka ( Pre-Activated ) kemudian menjualnya kembali ke pengguna rumahan. 

Windows OEM vs Windows FPP retail

Jika kalian pernah browsing  di salah satu forum jual beli, kalian pasti sedikit heran kenapa Windows versi System Builder ( OEM ) harganya lebih murah daripada versi FPP / Retail. Berikut beberapa hal yang menyebabkan versi FPP lebih mahal dibanding versi OEM.

Baca Juga :


Full Version / FPP / Retail : Ditujukan untuk pengguna rumahan, seperti kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja dan lain sebagainya, ya bisa dibilang kalangan "standar". Maksudnya begini, jika kalian pernah ke salah satu toko yang menjual Windows dalam bentuk DVD Box, itulah yang disebut dengan Windows versi Retail / FPP / Full Version. 

Kelebihan dari versi Retail ini adalah kalian bisa menginstallnya diberbagai macam jenis PC apa saja, Bahkan PC rakitan sekalipun, namun hanya untuk 1 PC untuk 1 waktu. Windows versi Retail juga mengizinkan kalian untuk mengupgrade Windows kalian ke Windows versi terbaru.

System Builder/OEM : Biasanya ditujukan untuk perusahaan komputer ( OEM ) contohnya Lenovo, Asus, Dell, Acer, HP. Kalian juga bisa menggunakan lisensi Sytem Builder kedalam PC yang kalian buat, hanya saja versi OEM ini tidak menyediakan upgrade ke versi Windows terbaru dan hanya bisa digunakan untuk 1 PC selamanya.  

Kekurangan Versi System Builder ( OEM ) Dibandingkan Retail

Berikut adalah kekurangan Windows versi OEM :

Hanya Bisa Digunakan Di 1 PC / Motherboard : Apabila kalian membeli Windows versi OEM / System Builder, kemudian kalian menginstallnya kedalam PC kalian, maka Windows tersebut selamanya hanya bisa digunakan di 1 PC / Motherboard. Apabila kalian mengupgrade Motherboard PC kalian, kemudian kalian ingin menginstall Windows tersebut, maka Windows tersebut tidak akan teraktivasi.

Baca Juga :


Berbeda dengan versi Retail, dimana kita bisa menginstallnya di PC / Motherboard jenis apa saja. Tentu saja hanya bisa digunakan untuk 1 PC dalam satu waktu. 

Tidak Mendapatkan Support Dari Microsoft: Maksudnya adalah dukungan seperti customer care. Kalian yang menggunakan Windows System Builder tidak dapat komplain secara langsung ke Microsoft. Jadi apabila kalian ingin protes atau mengajukan masalah kalian, kalian harus menceritakannya ke orang / tempat kalian beli Windows System Builder tersebut. Selebihnya kalian tetap mendapat dukungan seperti Windows Updates.

Hanya Bisa Digunakan Untuk 32-bit atau 64-Bit: Windows System Builder hanya menyediakan versi 32-bit atau 64-bit dalam DVD terpisah. Berbeda dengan versi retail, kalian mendapatkan installer DVD dalam versi 32-bit & 64-bit di 1 DVD. 

Baca Juga :


Tidak Bisa Digunakan Untuk Upgrade: Seperti yang sudah saya singgung diatas, Windows System Builder tidak menyediakan versi Upgrade untuk Windows terbaru. Misalnya dari Windows XP ke Windows 7, Windows 7 ke Windows 8.1.

Jadi Pilih Yang Mana ?

Jika kalian merasa nyaman dengan ketentuan lisensi dari Windows System Builder & ingin menghemat uang kalian, maka Windows versi ini sangat cocok dengan kalian. Namun apabila kalian ingin support yang lebih dan memiliki beberapa fitur yang eksklusif serta kalian punya uang yang cukup banyak, versi retail adalah pilihan yang paling tepat !

Itupun kalau kalian memiliki uang hehe :)

Thursday, October 30, 2014

Apakah Windows Firewall Saja Sudah Cukup ?

Windows Firewall

Apakah Windows Firewall Saja Sudah Cukup ?

Windows Firewall adalah salah satu fitur keamanan yang sudah ditawarkan oleh Microsoft sejak Windows XP SP2. Dengan adanya Firewall, Windows kalian akan lebih aman dari serangan dunia maya. Terlebih Windows Firewall pada Windows juga cukup tangguh. Selain itu, pada Windows 8 sudah dilengkapi dengan Antivirus.

Pentingnya Firewall

Penjelasan mengenai Windows Firewall sebelumnya sudah saya singgung disini. Windows Firewall memiliki fungsi utama untuk memblokir koneksi masuk / keluar yang mencurigakan. 

Sebenarnya Windows Firewall Saja Sudah Cukup !

Windows Firewall memiliki fungsi yang sama dengan 3rd-party Firewall atau Software Firewall dari pihak ketiga seperti Comodo Firewall atau Outpost Pro Firewall. Perbedaan yang mencolok antara Windows Firewall dan 3rd-party Firewall Tersebut adalah, Windows Firewall lebih sedikit menampilkan pop-up dan hampir semuanya dijalankan melalui Background. Sedangkan Firewall dari pihak ketiga agak sedikit lebih "bawel" karena sewaktu-waktu muncul dengan tiba-tiba. Windows Firewall juga memiliki proteksi perlindungan yang cukup solid.

Apakah Masih Dibutuhkan Firewall dari Pihak Ketiga ?

Jawabannya tergantung, Kekurangan dari Windows Firewall adalah tampilannya yang kurang ramah, bahkan sama sekali tidak ramah bagi yang tidak terlalu mengerti Komputer. Kelebihan dari Software Firewall dari pihak ketiga adalah kita bisa dengan mudah mengatur koneksi masuk / keluar dengan tampilan yang lebih mudah. 

Pengguna yang sudah ahli akan lebih memilih 3rd-Party Firewall dibandingkan Windows Firewall, Kenapa ? Karena mereka akan dengan mudah mengatur jalur keluar masuk koneksi dari suatu aplikasi. Namun untuk pengguna yang biasa-biasa saja atau bahkan pengguna newbie, Firewall dari pihak ketiga ini akan sangat mengganggu, karena saat akan membuka aplikasi, Firewall dari pihak ketiga akan menampilkan pop-up yang bahkan tidak 1x atau 2x muncul, namun berkali-kali !

Kesimpulan

Windows Firewall sebenarnya sudah cukup bagi pengguna yang biasa-biasa saja dan tidak ingin mengatur lebih banyak komputernya. Windows Firewall juga sudah solid & bisa dipercaya ! Walaupun tampilan dari Windows Firewall sangat tidak menarik & cukup sulit, namun Windows Firewall setidaknya tidak terlalu bawel seperti Firewall dari pihak ketiga.

Sedangkan Firewall dari Pihak Ketiga ( 3rd-Party Firewall ) sangat direkomendasikan untuk power user atau pengguna yang sudah berpengalaman. Karena memiliki fitur yang lebih banyak dibandingkan Windows Firewall. 

Berikut adalah beberapa Firewall dari Pihak Ketiga yang biasa digunakan :

- ZoneAlarm Free Firewall

Tuesday, October 28, 2014

Mac OS X Yosemite 10.10 VMware Image

Mac OS X Yosemite VMware Image

Mac OS X Yosemite VMware Image | 5.45 GB

File ini adalah file Image dari OS X Yosemite 10.10 untuk VMware. OS X Yosemite yang digunakan adalah versi 10.10 dan di download dari Apple App Store kemudian diubah menjadi file Image VMware. Jadi, untuk kalian yang ingin mencoba Mac OS X tanpa harus menginstallnya dengan ribet di PC, kalian bisa mencicipi OS dari Apple ini kedalam VMware kalian.

OS X Yosemite versi Image VMware ini, PC kalian harus memiliki prosessor yang sudah support Hardware Virtualization Technology (vt-x). Saya belum coba untuk prosessor AMD ( biasanya sih tidak bisa ).

Saya menyarankan PC kalian memiliki spesifikasi sebagai berikut :
  • Memiliki Software VMware Workstation 10.x
  • Prosessor : Intel Core I3 keatas dan Support Hardware Virtualization Technology ( vt-x)
  • RAM : Minimal RAM 4GB
  • Harddisk : Minimal memiliki harddisk 250 GB keatas.
  • OS : Windows 7, Windows 8/8.1 64-bit.

Cara Install [ PENTING & DIBACA BAIK-BAIK ]

1. Ekstrak file RAR dengan WinRAR.

2. Didalam file terdapat beberapa file & Folder, namun kita fokus hanya kepada file & folder dibawah ini :

Folder

- VMware Unlocker - Mac OS X Guest
- VMware Unlocker - Hardware Virtualization Bypasser

File

- 7z-Extracter.cmd
- 7z.exe
- OS X 10.10 Yosemite.7z
- Readme.txt ( Penting ! )

2. Matikan seluruh proses VMware di PV kalian, cara mematikannya di stop melalui task manager.

3. Sekarang buka folder VMware Unlocker - Mac OS X Guest, didalamnya terdapat folder lagi yakni :

- VMware 7.1.x Series :
- VMware 8.x + 9.x + 10.x Series

Apabila kalian menggunakan VMware versi 7 ( baik itu VMware Player atau Workstation ), pilih folder yang khusus untuk Windows dan install dengan cara klik kanan --> run as admin --> klik 2x pada file windows.bat

Sedangkan apabila kalian sudah menggunakan versi VMware keatas ( disarankan sudah punya VMware Workstation 10.x ), arahkan pada folder VMware Workstation Unlocker - Windows dan install dengan cara klik kanan --> run as admin --> klik 2x pada file install.cmd.

4. Tunggu hingga proses selesai. 

4a. SKIP LANGKAH INI APABILA PROSESSOR KALIAN SUDAH SUPPORT VT-X

- Langkah ini hanya dijalankan apabila prosessor kalian tidak support VT-X ( Virtualisasi Hardware ), kalian kembali ke folder paling awal dan buka folder VMware Unlocker - Hardware Virtualization Bypasser, didalamnya ada aplikasi kecil namanya vmware-vmx-patch.exe , kalian jalankan sebagai admin.

Untuk mengetahui prosessor kalian support VT-X atau tidak, kalian bisa cari di google dengan cara ketik saja nama prosessor kalian dan biasanya ada di paling atas lokasi pencarian ( website intel ).

5. Ekstrak file OS X 10.10 Yosemite.7z dengan cara klik 2x pada 7z-Extracter.cmd. Apabila ditanya password, passwordnya adalah

xBytez

6. Sekarang buka folder OS X 10.10 Yosemite Image, dan klik 2x pada file .vmx

7. Done ! sampai proses ini sebenarnya sudah selesai. Namun ada beberapa setting yang harus kalian lakukan agar OS X Yosemite dapat berjalan maksimal.

8. Kalian buka VMware Workstation --> Pilih OS X Yosemite --> klik pada bagian Edit Virtual Machine Settings. Pada bagian CD/DVD ( IDE ) kalian pilih Use Image ISO File --> Kalian klik browse dan cari file darwin.iso yang letaknya ada di folder VMware 8.x + 9.x + 10.x Series --> Klik Ok jika sudah selesai.

9. Sekarang nyalakan OS X Yosemite kalian dan jika muncul pop up, kalian pilih saja I copied it. Tunggu beberapa saat.

10. Apabila kalian merasa agak lambat, setelah masuk ke OS X Yosemite, kalian install VMware Tools di OS X kalian. Caranya klik tab VM --> Install VMware Tools dan install seperti biasa.

11. Done ! kalian sekarang punya full Mac OS X Yosemite di PC kalian.


PASSWORD BINBOX : 2S42fSaN

PASSWORD : www.software182.com

Friday, October 24, 2014

5 Website Terbaik Untuk Download Software Gratis Tanpa Ribet !

5 Website Terbaik Untuk Download Software Gratis Tanpa Ribet !

Software atau perangkat lunak adalah hal yang wajib diinstall pada Sistem Operasi demi menunjang pekerjaan user. Beberapa Sistem Operasi memang menyediakan aplikasi default didalam OS mereka, namun tidak semua aplikasi tersebut dapat bekerja dengan optimal. Oleh karena itu user membutuhkan software tambahan untuk menunjang kinerja mereka.

Yang jadi pertanyaan, dimana kita bisa mendownload software secara gratis, tidak ribet dan tampa diselingi iklan terlebih dahulu ? Berikut beberapa situs download software gratis yang Software182 rekomendasikan.

1. Softpedia

Salah satu situs terbesar untuk software dan berbagai macam informasi tentang dunia IT lainnya. Bisa dibilang Softpedia ini sebagai "google"-nya tempat download software. Hampir semua software baik itu berbayar ataupun gratis ada di Softpedia ini. Kelebihan dari Softpedia ini juga semua softwarenya sudah diverifikasi oleh tim dari Softpedia, sehingga kecil kemungkinan terdapat Malware didalam Software yang kalian download. Selain itu Softpedia juga bisa mendownload software-software untuk OS X dan juga GNU / Linux !

Homepage : http://www.softpedia.com/

2. Majorgeeks

Uptodate, engga ribet dan list softwarenya banyak itulah beberapa gambaran dari Majorgeeks. Kalian jangan tertipu dengan tampilannnya yang sangat jadul jika dibandingkan dengan website zaman sekarang. Majorgeeks juga menjadi salah satu tempat download software gratis oleh Software182. Selain informasinya yang ditampilkan cukup lengkap, download melalui Majorgeeks juga tidak repot !

Homepage : http://www.majorgeeks.com/

3. Softexia

Softexia ini juga hampir mirip-mirip dengan Softpedia. Softexia juga menyediakan software yang sangat lengkap baik itu Antivirus, Anti-Spyware, Software untuk Office dan lain sebagainya. Download melalui Softexia juga tidak ribet karena langsung didapat dari situs software bersangkutan ! tidak percaya ? silakan kalian kunjungi Softexia dibawah.

Homepage : http://www.softexia.com/

4. FileHorse

Software-softwarenya lumayan lengkap, banyak sekali pilihan Software yang ada di FileHorse. Ya walaupun jika dibandingkan dengan ketiga situs diatas list dari FileHorse lebih sedikit, namun Situs Download FileHorse patut diberi 2 jempol karena downloadnya yang tidak ribet serta menyediakan software-software untuk Windows & OS X.

Homepage : http://www.filehorse.com/

5. Sourceforge

Gudangnya aplikasi Freeware, Sourceforge ini adalah tempat bagi kalian pecinta Freeware. Sourceforge adalah surganya aplikasi gratisan dan berbasis Open-Source. Kalian hampir tidak akan menemukan aplikasi berbayar / trialware di Soucrforge.

Homepage : http://www.sourcefourge.net/

6. DownloadCrew

Downloadcrew adalah tempat software download gratis baik freeware maupun shareware. Meskipun softwarenya tidak selengkap dan sebanyak Softexia ataupun Softpedia, Semua software yang didownload dari Downloadcrew bersih dari malware :)

Homepage : http://www.downloadcrew.com/

Note :

- Sourceforge sengaja saya hapus dari list karena sekarang Sourceforge sudah membundling semua softwarenya dengan adware dan junkware !

Thursday, October 23, 2014

Cara Masuk Kedalam BIOS & Mengatur Boot Menu BIOS

BIOS

Cara Masuk Kedalam BIOS & Mengatur Boot Menu BIOS

BIOS ( Basic Input Output System ) sebuah software yang ditulis dalam bahasa pemrograman assembler. Fungsi utama dari BIOS adalah sebagai jembatan penguhubung antara perangkat keras ( hardware ) dengan perangkat lunak ( Software ). Untuk membaca lebih lengkapnya, silakan kalian lihat disini.

Apabila kalian ingin menginstall / memperbaiki Sistem Operasi yang kalian gunakan, kalian biasanya harus memasuki BIOS terlebih dahulu untuk membaca media installasi yang kalian gunakan, entah itu CD / DVD / Hardisk External atau USB FlashDisk.

Berikut ini saya akan memberi tahu bagaimana cara memasuki BIOS dan melakukan pengaturan boot menu agar media installasi kalian terbaca di PC.

1. Untuk memasuki pengaturan BIOS, masing-masing motherboard memiliki pengaturan berbeda-beda. Caranya adalah sebelum memasuki logo Sistem Operasi ( Logo Windows / OS X / Linux ) kalian pencet salah satu tombol keyboard kalian yakni :

- F2, F11, F12, ESC, F10. F8, atau DEL.

Ingat ! sebelum memasuki logo Sistem Operasi, kalian harus menekan salah satu tombol tersebut !

2. Jika kalian berhasil, kalian akan menemui sebuah menu BIOS yang kira-kira tampilannya seperti dibawah ini ( rata-rata tampilan menu BIOS kurang lebih sama untuk setiap motherboard ) :

BIOS

3. Nah, apabila kalian ingin menginstall OS dalam media installasi CD / DVD ? USB FlashDisk, kalian tinggal atur saja boot menunya. Untuk mengaturnya, silakan kalian arahkan pada tab boot dengan cara menekan tombol arah pada keyboard.

Contohnya adalah dibawah ini :

3a. Install OS melalui CD/DVD / USB FD

Setelah kalian memasuki pilihan tab boot, dan kalian menginstall OS melalui media CD / DVD, kalian letakkan boot menu CD-ROM / DVD-ROM Drive dipaling atas. Caranya dengan memilih tulisan pada CD-ROM / DVD-ROM Drive --> Tekan F5 untuk menaikan menu boot CD ROM / DVD-ROM Drive keatas --> Tekan F10 & pilih YES. Setelah itu PC kalian akan restart dengan sendirinya.

Sedangkan untuk menginstall lewat FD, kalian letakkan saja pilihan Removable Devices dipaling atas. Biasanya bernama USB HardDrive / Nama FlashDisk kalian ( SanDisk, KingSton, Dlll ). ( Lihat gambar yang ada di nomor 2 ).

Sorot pada pilihan CD ROM / DVD-ROM Drive dan tekan F5

BIOS

Letakkan seperti ini.


BIOS

Jika sudah kalian tekan F10 dan klik YES

BIOS

Setelah restart, nanti akan muncul dilayar seperti "press any button to boot from CD/DVD", kalian tekan tombol apa saja 

3. Done ! jika kalian ingin melakukan pengaturan dari awal lagi setelah selesai install OS, cukup masuk kembali ke menu BIOS --> setelah di menu BIOS, kalian tekan F9 dan pilih YES --> Tekan ESC untuk keluar dari BIOS maka BIOS kalian akan kembali pada pengaturan awal. 

Mudah bukan ? :)

Baca Juga :


Sunday, October 19, 2014

3 Alasan Logis Untuk Meninggalkan Windows XP

Windows XP

3 Alasan Logis Untuk Meninggalkan Windows XP

Windows XP merupakan Sistem Operasi paling legendaris dari Microsoft dan mungkin paling dikenal sepanjang sejarah. Pada bulan April 2014 kemarin Windows XP telah kehilangan "nyawanya" secara resmi karena Microsoft telah mencabut dukungan terhadap Windows XP

Memang walaupun dukungan Windows XP sudah berakhir, ribuan pengguna diseluruh dunia masih belum bisa meninggalkan Windows XP. Tidak ada yang salah memang dengan hal tersebut, namun pernahkah kalian berfikir ( para pengguna Windows XP ) bahwa memang sudah saatnya Windows XP ditinggalkan ? Dan meng-upgrade ke Windows terbaru atau beralih ke OS lain seperti distro GNU / LINUX. Meninggalkannya memang sulit, namun ada beberapa alasan kuat untuk meninggalkan Windows XP diwaktu yang tepat diantaranya :

1. Windows XP Sangat Rentan Terserang Malware

Dirilis sekitar tahun 2001, Windows XP bisa dibilang sudah sangat uzur untuk sebuah Sistem Operasi. Ditambah lagi dukungannya sudah berakhir, Windows XP menjadi sasaran yang empuk untuk para hacker. Disaat masih mendapat dukungan saja Windows XP sudah rentan, apalagi sekarang Microsoft sudah tidak menambal ( patching ) Windows XP lagi ? Tidak terbayang bukan bagaimana rentanya Windows XP ?

Baca Juga :

2. Hardware Sudah Mulai Meninggalkan Teknologi Windows XP

Saat Windows XP pertama kali dirilis, Windows XP hanya support hardware hingga 4 GB RAM, 127 GB Harddisk dan bahkan tidak support USB 2.0 ! Saat waktu itu memang teknologi hardware tersebut memang luar biasa, namun dizaman sekarang terlihat biasa saja. Bisa dibayangkan bagaimana teknologi Hardware zaman sekarang, memiliki RAM 4 GB. Windows XP Service Pack 3 saja tidak support RAM 8 GB karena Windows XP SP3 hanya tersedia dalam versi 32-bit yang kita tahu versi 32-bit tidak mendukung RAM lebih dari 4 GB.

Windows XP

Contoh lainnya apabila kalian mempunyai PC High-End ditahun 2014 ini dan masih menggunakan Windows XP, saya meragukan performa PC tersebut dan tidak akan keluar dengan maksimal.

3. Software & Games Juga Mulai Mencampakan Windows XP

Adobe Photshop CS6 / CC 2014, Internet Explorer 11, DirectX 11, FIFA 15 adalah beberapa software dan game yang sudah menghilangkan dukungannya terhadap Windows XP. Dan saya sangat yakin dalam beberapa tahun kedepan software-software serta games yang membutuhkan spesifikasi sistem yang tinggi akan meninggalkan Windows XP. Salah satu contohnya adalah persyaratan sistem untuk game FIFA 15.

• OS: Windows V/7/8/8.1 – 64-Bit
• CPU: Intel Q6600 Core2 Quad @ 2.4Ghz (or AMD Phenom 7950 Quad-Core, AMD Athlon II X4 620 equivalent)
• RAM: 4GB
• Hard Drive Kosong: 13.0 GB
• Minimum VGA: ATI Radeon HD 5770 atau NVIDIA GTX 650
• DirectX: 11.0

Kesimpulan

Sebenarnya ada beberapa alasan yang cukup logis untuk meninggalkan Windows XP. Namun, kalian ( pengguna Windows XP ) pasti juga memiliki alasan untuk tetap menggunakan Windows XP, mungkin karena tidak ada biaya untuk Upgrade PC, Malas Upgrade atau bisa juga terlalu cinta sama Windows XP.

Windows XP tidak saya pungkiri memang OS yang hebat, namun memang sudah saatnya beralih ke OS yang lebih modern seperti Windows 7 / Windows 8.1 / Linux. Jujur, saya sendiri terakhir menggunakan OS Windows XP sebagai OS Utama pada tahun 2010.

Jadi, masih ingin menggunakan Windows XP ? Saya sih tidak :p

Saturday, October 18, 2014

4 Software Anti-Malware Terbaik

4 Software Anti-Malware Terbaik

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menjelaskan perbedaan virus, trojan, malware dan lain sebagainya disini. Tidak lupa juga saya menjelaskan perbedaan antara Antivirus dengan Antimalware disini. Selama ini banyak orang menganggap bahwa kedua program keamanan tersebut adalah sama, namun pada kenyataanya kedua program keamanan antivirus & antimalware adalah hal yang berbeda.

Banyak sekali kita temukan program-program Antimalware yang ada di internet, namun tidak semua antimalware memenuhi kaidah untuk menghapus & mencegah malware yang ada di PC. Berikut beberapa program antimalware terbaik menurut Software182.

1. Malwarebytes Anti-Malware

Malwarebytes Anti-Malware yang dikembangkan oleh tim dari Malwarebytes memiliki tingkat deteksi yang cukup tinggi dibandingkan antimalware lainnya. Bukan hanya itu, Malwarebytes Anti-Malware juga mampu mendeteksi program malware yang terkadang tidak terdeteksi Antivirus. Sangat cocok digunakan berdampingan dengan antivirus untuk menambahk keamanan PC kalian. Malwarebytes Anti-Malware juga tersedia dalam 2 buah versi. Versi yang Free & Premium. Jika kalian tidak bisa membelinya, kalian bisa menggunakan versi Malwarebytes Anti-Malware Free juga sudah cukup.

Malwarebytes Anti-Malware

2. Emsisoft Anti-Malware & Emsisoft Emergency Kit

Emsisoft Anti-Malware menawarkan kinerja perlindungan maksimal untuk PC. Emsisoft Anti-Malware mampu mendeteksi berbagai macam ancaman dari viruses, trojans, spyware, adware, worms, bots, keyloggers dan rootkit karena memiliki 2 buah engine yang berbeda dalam programnya. Emsisoft Anti-Malware salah satu antimalware yang memiliki deteksi brutal dan akan dengan segera menghancurkan malware-malware yang ada di PC yang sudah terinfeksi. Sayangnya Emsisoft Anti-Malware ini bersifat trialware dan hanya bisa digunakan selama 30 Hari.

Namun jangan khawatir, karena Emsisoft tetap menawarkan program antimalware lainnya yakni Emsisoft Emergency Kit. Emsisoft Emergency Kit ini memiliki engine yang sama dengan "kakaknya". Kelebihan dari Emsisoft Emergency Kit ini adalah gratis dan mampu untuk full scan di PC yang sudah terinfeksi malware karena memiliki tools seperti Emsisoft Emergency Kit Scanner, Emsisoft Commandline Scanner, Emsisoft HiJackFree dan Emsisoft BlitzBlank.

3. HitmanPro

Salah satu program antimalware favorit saya, HitmanPro. HitmanPro ini berbasis cloud scanner, jadi saat melakukan scanning membutuhkan koneksi Internet. HitmanPro juga cocok digunakan berdampingan dengan berbagai macam antivirus, bahkan cocok pula digunakan berdampingan dengan program antimalware lainnya apabila kalian masih merasa kurang aman. 

HitmanPro

Hal yang menarik dari HitmanPro adalah mampu mendeteksi cookies yang mencurigakan dari browser kalian. HitmanPro juga memiliki engine yang berasal dari BitDefender & Kaspersky yang mana keduanya sudah kita tahu memiliki deteksi yang sangat ampuh terhadap serangan virus !

Namun ada 1 hal yang menjadi kekurangan dari HitmanPro, HitmanPro ini tidak ada versi gratisnya dan hanya bisa digunakan selama 30 hari.

4. SUPERAntiSpyware

Terakhir adalah SUPERAntiSpyware. SUPERAntiSpyware juga merupakan pemain lama dibidang kemanan komputer. SUPERAntiSpyware sempat cukup populer namun sejak kemunculan Malwarebytes Anti-Malware, pamor dari SUPERAntiSpyware menurun. Walaupun begitu, SUPERAntiSpyware tetap memiliki tingkat deteksi yang cukup baik yang mampu mencegah ancaman dari spyware, adware, malware, Trojans, dialers, worms, keyloggers, dan hijackers. Bukan hanya mencegah, SUPERAntiSpyware akan dengan segera menghapus file-file yang sudah terinfeksi demi mencegah penyebaran malware tersebut. SUPERAntiSpyware tersedia dalam 2 buah versi, versi yang gratis dan versi Professional yang berbayar.


Wednesday, October 15, 2014

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

Apakah kalian pernah lupa password kalian ? Saya sendiri belum pernah merasakannya, namun beberapa dari kalian pasti pernah lupa password Windows kalian sehingga kalian tidak bisa masuk ke Windows. Padahal didalam Windows kalian terdapat data yang sangat penting. 

Nah, jangan khawatir, saya akan memberikan sedikit tutorial bagaimana cara bypass Windows kalian yang lupa password. Untuk melakukan hal ini kita membutuhkan sebuah software yang bernama Kon-Boot. Kon-Boot ini digunakan untuk mem-bypass Windows yang memiliki password. Namun perlu dicatat, Kon-Boot tidak dapat mengambil password yang ada di PC atau mengembalikan password yang sudah dihapus ! Kon-Boot hanya melewati proteksi Windows yang dipassword sehingga kalian bisa mengambil data kalian yang penting.

Berikut tutorialnya :

1. Download software Kon-Boot disini.

2. Ekstrak dengan WinRAR. Didalamnya ada beberapa folder yakni :

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

- Folder Kon-BootCD didalamnya sudah terdapat file 2 buah ISO kon-Boot yang berukuran sangat kecil yakni 70kb !. File tersebut bernama kon-bootCD.iso & kon-bootCD_old.iso. Saya menyarankan kalian memilih pilihan kon-bootCD.iso. Cara gunanya cukup kalian burning file iso tersebut kedalam CD-R dengan software burner kesukaan kalian seperti IMGBurn, CDBurnerXP atau NERO.

- Folder yang kedua ( kon-bootFLOPPY ) digunakan untuk membuat media bypass kedalam FloppyDisk ( disket ).

- Sedangkan yang ketiga adalah membuat media bootable kon-boot kedalam USB FD, cara instruksinya sudah saya beri didalam folder tersebut.

- Dan yang terakhir ada aplikasi bernama KonBootInstaller.exe. Aplikasi ini nantinya akan menghasilkan file-file diatas ( untuk CD / FloppyDisk / USB ).

Kalian tinggal pilih masing-masing meida bootable yang kalian suka, namun saya menyarankan melalui media CD saja karena sangat mudah, tinggal di burn & gunakan !

3. Jika kalian menggunakan media CD, kalian masukkan CD yang sudah terinstall kon-boot kedalam PC lalu masuk ke menu BIOS dan kalian atur agar CD Kon-Boot terbaca paling pertama.

4. Jika sudah, nantinya kalian akan melihat tampilan awal dari kon-boot seperti gambar dibawah, kalian tunggu saja beberapa detik.

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

5. Dan kemudian kalian akan melihat tampilan awal Windows kalian seperti ini :

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

6. Jangan khawatir ! sekarang kalian masukkan sembarang password atau tidak usah masukan password juga bisa lalu masuk seperti biasa, maka kalian akan masuk kedalam Windows kalian. Mudah bukan ?

7. Nah, apakah cara ini sudah selesai ? saya rasa tidak, sekarang kalian pergi ke :

Control Panel\User Accounts and Family Safety\User Accounts\Manage Accounts\Create New Account

Dan buat akun baru, pastikan perizinan dari akun baru kalian sebagai Administrator seperti gambar dibawah ini dan kalian akan memiliki 2 buah akun Administrator :

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

8. Jika sudah kalian restart PC kalian namun masih dengan CD Kon-Boot didalamnya ! Kemudian kalian pilih akun kedua yang barusan kalian buat. Apabila kalian sudah terlanjur masuk dengan akun pertama, kalian tinggal ganti saja dengan cara

tekan tombol start --> dibagian shutdown, kalian pilih switch user dan pilih akun kedua tadi.

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

9. Didalam akun kedua kalian, kalian  pergi lagi ke

Control Panel\User Accounts and Family Safety\User Accounts\Manage Accounts

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

Cara Masuk Windows Yang Lupa Password Dengan Kon-Boot

Lalu kalian pilih di akun kedua, didalam pilihan akun kedua, kalian pilih lagi create new password dan didalam new password, kalian kosongkan saja passwordnya ! setelah itu klik create password

10. Dan sekarang restart PC kalian dan lepaskan CD-Kon Boot dari PC kalian. 

11. Daaaan walaaaa ! kalian bisa masuk ke PC kalian tanpa password lagi :D

Note :

- Kon-Boot bisa digunakan dari Windows XP hingga Windows 8.1 baik itu versi 32-bit atau 64-bit. Bahkan apabila kalian menggunakan Windows 8.1 yang terintegrasi dengan akun Microsoft.

- Jika kalian memakai BIOS EFI / UEFI, pastikan kalian men-disable secure boot di BIOS kalian. 

- BIOS UEFI / EFI hanya bisa digunakan untuk yang menggunakan versi Kon-Boot USB bukan dengan media installasi CD !

Tuesday, October 14, 2014

Mengenal UAC ( User Account Control ) & Bolehkah Mematikan UAC ?


Mengenal UAC ( User Account Control ) & Bolehkah Mematikan UAC ?

UAC ( User Account Control ) adalah salah satu fitur keamanan yang muncul pertama kali pada Windows Vista. UAC ini cukup berguna karena akan memberitahukan kedapa user apakah aplikasi tersebut diberi izin untuk dijalankan atau tidak. UAC cukup efektif untuk mencegah tersebarnya virus serta malware kedalam PC.

Bagaimana Cara Kerja UAC ?

UAC berjalan secara backrground dan akan muncul saat pengguna menjalankan aplikasi yang tidak dikenal atau membutuhkan izin dari pengguna. Setiap aplikasi pada Windows, sekarang ini memiliki perizinan yang hampir sama dengan admin. Beberapa aplikasi bahkan mampu untuk mengubah sistem. Dan saat akan ingin melakukan perubahan itu, jendela UAC akan muncuk memberitahukan kepada pengguna apakah memberi izin aplikasi tersebut untuk berjalan atau tidak.

UAC pada Windows 7

UAC pada Windows 8

Tipe-Tipe UAC

UAC memiliki 4 jenis yang berbeda tergantung kebutuhan user, yakni :

Always notify : Pengaturan UAC yang paling maksimum sekaligus paling mengganggu. Karena pengaturan UAC Always Notify akan selalu muncul saat pengguna akan menjalankan aplikasi. Disarankan buat mereka yang paranoid sama yang namanya virus.

Notify me only when programs/apps try to make changes to my computer : Yang ini tipe UAC kedua sekaligus yang paling direkomendasikan. UAC tipe kedua ini juga sudah secara default digunakan oleh Windows. UAC tipe kedua ini hanya akan muncul apabila aplikasi membutuhkan perizinan dari Admin ( user ). UAC tipe kedua ini juga tidak terlalu menganggu walaupun jika dibandingkan UAC versi pertama sedikit lebih lemah.

Notify me only when programs/apps try to make changes to my computer (do not dim my desktop) - Tipe UAC versi ketiga ini hampir mirip dengan versi kedua, hanya saja apabila pengguna memilih UAC versi ketiga ini, jendela UAC akan tetap muncul tanpa mematikan desktop ( maksudnya jika kalian tidak melakukan apa-apa pada Windows kalian, maka layar Windows akan menjadi hitam ) serta dapat mengganggu kinerja aplikasi yang sedangf berjalan. UAC tipe ini hanya ditujukan untuk mereka yang sudah ahli dibidang keamanan komputer dan tidak direkomendasikan untuk newbie.

Never notify : Versi terakhir dari UAC sekaligus yang paling tidak aman. Kenapa ? karena apabila UAC dimatikan, maka program-program jahat akan dengan leluasa mengubah sistem Windows pengguna. Satu-satunya kelebihan yang dimiliki UAC tipe keempat ini adalah tidak adanya jendela UAC yang mengganggu pengguna.

Cara Menghidupkan & Mematikan UAC

Untuk mematikan UAC ( User Account Control ), caranya cukup mudah, yakni :

Windows 7

Tekan tombol start --> masukkan kata UAC --> klik Change User Account Control Settings --> Pilih pada bagian bawah never notify --> Ok

Windows 8 

Tekan lambang Windows + Huruf C --> masukkan kata UAC --> klik Change User Account Control Settings --> Pilih pada bagian bawah never notify --> Ok

Bolehkan Mematikan UAC di Windows ?

Kalau ada pertanyaan diatas, sebenarnya sah-sah saja untuk mematikan UAC pada Windows. Menyalakan UAC memang sedikit menganggu terutama pada saat install software yang membutuhkan perizinan dari user. Namun, dengan menyalakan UAC juga memiliki keuntungan, setidaknya UAC dapat mencegah PC user dari serangan malware. 

Jadi, kalian pilih yang mana ? Tetap menggunakan UAC atau mematikannya ?

Monday, October 13, 2014

Berapa Lama Masa Support Windows 7 & Windows 8 ?

Windows LifeCycle

Berapa Lama Masa Support Windows 7 & Windows 8 ?

Jika kalian belum tahu, setiap sistem operasi memiliki masa hidup atau lifecycle. lifecycle ini dimulai sejak diluncurkannya sistem operasi tersebut. lifecycle ini dibutuhkan karena dengan mengetahui masa hidup dari sistem operasi yang kita pakai, kita bisa dengan mudah bermigrasi ke sistem operasi yang baru sebelum masa waktu dukungan sistem operasi yang lama habis.  

Salah satu OS yang memiliki jangka waktu dukungan adalah Windows. Sistem Operasi yang paling banyak digunakan diseluruh dunia yang terkenal akan kemudahan tampilan dan penggunaanya ini biasanya memiliki masa hidup selama 10 tahun. Dimana 5 tahun untuk mainstream support dan 5 tahun lagi untuk extended support. Berikut adalah lifecycle dari sistem operasi Windows ;

Perbedaan Mainstream Support dan Extended Support

Mainstream support adalah masa dukungan dimana Microsoft sebagai penyedia dukungan terhadap OS tersebut akan memiliki kewenangan untuk mengubah beberapa fitur serta desain, entah itu menambahkannya atau menguranginya. Salah satu yang termasuk Mainstream Support adalah update dari Windows 8 yakni Windows 8.1. Dimana dalam Windows 8.1 kita melihat beberapa fitur tambahan yang tidak ada di Windows 8, seperti startbutton, dan lain sebagainya. 

Extended support adalah masa dukungan tambahan saat masa waktu Mainstream Support habis. Jangka waktunya sama dengan Mainstream Support, yang membedakannya adalah tidak ada perubahan fitur dalam Extended Support, yang ada hanya perbaikan bug & update keamanan seperti yang biasa pengguna Windows terima setiap bulan. 

Keuntungan Mengetahui Jangka Waktu Dukungan Windows

Salah satu keuntungan mengetahui waktu berakhirnya masa dukungan Windows adalah kita bisa bermigrasi ke sistem operasi terbaru. Windows yang tidak memiliki update karena jangka waktunya sudah habis akan lebih mudah terkena serangan dunia maya seperti virus, malware, spyware dan lain sebagainya.



Sunday, October 12, 2014

3 Antivirus Terbaik Buatan Indonesia

Antivirus Terbaik Buatan Indonesia

3 Antivirus Terbaik Buatan Indonesia

Selama ini kita mengenal antivirus hanya buatan luar negeri. Tahukah kalian bahwa ada juga beberapa antivirus yang tidak kalah menarik dengan antivirus buatan luar negeri ? berikut beberapa antivirus terbaik buatan orang Indonesia

1. Kompas Antivirus

Kompas Antivirus adalah salah satu antivirus kesukaan ane, kenapa ? karena Kompas Antivirus ini salah satu Antivirus lokal yang memiliki database virus yang lumayan banyak. Kompas Antivirus juga memiliki GUI yang ramah, tidak terlalu "kuno" dan gampang digunakan. Kompas Antivirus mampu mencegah beberapa serangan di dunia maya diantaranya RAT, Keylogger, Stealer, Virus Shortcut, Spyware, Worms dan lain sebagainya. Dan oh ya, Kompas Antivirus juga mampu untuk memproteksi USB FlashDisk dari serangan virus-virus nakal ! Namun, yang terpenting dari Kompas Antivirus adalah antivirus Indonesia ini selalu update

Tampilan Kompas Antivirus

Kompas Antivirus

Walaupun begitu, Kompas Antivirus ini memiliki kekurangan diantaranya lisensinya tidak lifetime seperti Smadav. Namun, dengan harga hanya Rp 50.000 saja, kalian bisa mendapatkan versi Pro dari Kompas Antivirus, ya cukup seimbang dengan harga yang ditawarkan & menurut saya juga tidak terlalu mahal bukan.

2. Smadav

Smadav, tampaknya antivirus lokal ini sudah mendunia dikalangan pengguna Internet Indonesia. Beberapa pengguna PC Windows pasti mengenal antivirus mini ini. Selain ukurannya yang mini, Smadav ini juga memiliki beberapa kelebihan, diantaranya :

- Mampu menghapus virus-virus lokal
- Mampu memproteksi USB Flashdisk
- Harga lisensi yang murah & juga lifetime.

Tampilan Smadav

Smadav

Namun, Smadav juga memiliki kekurangan yakni databasenya yang terlalu sedikit dibandingkan Kompas Antivirus. Selain itu juga pendeteksian virus Smadav juga terlalu lemah sehingga beberapa virus malah tidak bisa dihapus oleh Smadav. Memang, Antivirus ini cocoknya hanya dijadikan antivirus pendamping bukan antivirus utama.

Homepage :  http://smadav.net/

3. PCMAV

Yang terakhir adalah PCMAV. Antivirus lokal ini juga sudah sering sekali wara-wiri dipengguna windows Indonesia. PCMAV juga sempat booming beberapa tahun yang lalu sebelum datangnya Smadav. PCMAV ini memiliki database virus yang cukup besar, hingga saat ini ( 26 September 2014 ) sudah ada 8.376 Virus dalam database PCMAV. Pendeteksian PCMAV juga lumayan baik dan cocok digunakan sebagai pendamping untuk Antivirus luar negeri.


Baca Juga :


Saturday, October 11, 2014

Cara Mengecek Versi BIOS di PC

Cara Mengecek Versi BIOS di PC

Cara Mengecek Versi BIOS di PC

BIOS, satu kata yang pastinya pernah kalian dengar. Disini saya tidak akan menjelaskan secara detail pengertian BIOS. Diman kalian bisa melihat sendiri apa itu BIOS dan macam-macam BIOS melalui wikipedia.

Sebenarnya kita tidak harus meng-update BIOS yang ada di PC kita. Saya mempunyai prinsip "Jika tidak ada yang rusak, buat apa diperbaiki ?", jadi menurut saya, jika PC kalian sedang berjalan dengan normal dan tidak ada masalah, memperbaharui BIOS bukanlah suatu kewajiban. Namun lain ceritanya apabila PC kalian bermasalah & salah satu permasalahanya berhubungan dengan BIOS.

Cara Mengecek Versi BIOS


Versi BIOS sendiri sebenarnya sudah bisa kalian lihat saat pertama kali menyalakan komputer. Namun, akan sedikit merepotkan apabila kita harus me-restart PC kita hanya untuk melihat versi BIOS. Berikut akan saya beritahu cara melihat BIOS di Windows.

1. Buka CMD / Command Prompt.

2. Ketik perintah dibawah ini kedalam CMD kalian dan klik enter :

wmic bios get smbiosbiosversion

3. Done !, kalian akan melihat versi BIOS kalian.


Selain cara diatas, ada juga cara lain untuk mengecek versi BIOS, namun dengan tampilan GUI. Pada Windows 7, kalian bisa melihat versi BIOS melalui System Information. Sedangkan pada Windows 8/8.1, System Information ini letaknya sedikit "tersembunyi". Untuk membukanya silakan lihat caranya dibawah ini :

Cara Membuka System Information di Windows 8 / Windows 8.1

1. Klik lambang Windows + R pada keyboard.

2. Ketik perintah dibawah ini & tekan Enter :

msinfo32

3. Done ! kalian bisa melihat versi BIOS kalian dengan lengkap.


Bagaimana ? Mudah bukan ?

Friday, October 10, 2014

Cara Menghilangkan Bayangan / Drop Shadow Pada Windows 10

Cara Menghilangkan Bayangan / Drop Shadow Pada Windows 10

Cara Menghilangkan Bayangan / Drop Shadow Pada Windows 10

Salah satu fitur yang ada di Windows 10 Technical Preview adalah sebuah Drop Shadow. Drop Shadow, seperti namanya adalah semacam "bayangan" ketika kita membuka jendela baik itu aplikasi explorer atau aplikasi biasa. Kalian yang menggunakan Windows 10 pasti merasa ada semacam bayangan pada Windows 10 kalian bukan ? 

Fitur ini sebenarnya bukan fitur yang baru jika kalian pernah menggunakan OS X, namun apabila kalian tidak suka dengan fitur ini & memperlambat kinerja komputer kalian, kalian dapat juga men-disable atau mematikan fitur Drop Shadow ini dengan mudah. 

Berikut tutorialnya :

1. Pergi ke Control Panel\System and Security\System dan klik Advanced System Settings.

2. Klik pada tab Advanced --> pilih Settings --> Visual Effects --> Hilangkan centangan "Show Shadow Under Windows" --> Klik Apply --> Ok.

Cara Menghilangkan Bayangan / Drop Shadow Pada Windows 10

3. Done ! bagaimana ? Sangat mudah bukan ? Silakan kalian lihat perbedaanya dibawah ini :

Cara Menghilangkan Bayangan / Drop Shadow Pada Windows 10

Cara Menghilangkan Bayangan / Drop Shadow Pada Windows 10

Thursday, October 9, 2014

Cara Dual Boot Windows 7 / 8.1 Dengan Windows 10 ( Untuk Newbie )

Cara Dual Boot Windows

Cara Dual Boot Windows 7 / 8.1 Dengan Windows 10 ( Untuk Newbie )

Berkali-kali sebelum Windows 10 dirilis dipublik, saya sudah mengingatkan di berbagai postingan saya di blog atau di fanpage untuk tidak menginstall Windows 10 sebagai primary OS karena ada beberapa pertimbangan yakni :

- Driver yang belum cocok.
- Ada beberapa aplikasi yang tidak mendukung.
- Masih banyak bug yang ada di versi Preview Windows 10.
- Dan lain sebagainya.

Oleh karena itu saya lebih menyarankan kalian yang ingin mencoba Windows 10 agar mencobanya melalui virtual machine seperti VMware Player atau Oracle VirtualBox. Walaupun begitu, apabila kalian tetap memaksa ingin menginstall Windows 10 sebagai OS Utama kalian di PC. Namun, dalam hal ini saya akan memberikan tutorial dual-boot antar Windows. Yakni dalam 1 PC kalian terdapat 2 OS, bisa Windows 7 dengan Windows 10 atau Windows 8.1 dengan Windows 10.

Sebelum mencoba cara ini ada beberapa hal yang harus & wajib kalian perhatikan yakni :

1. Backup seluruh data kalian.
2. Bila kalian pertama kali melakukan dual-boot, pastikan kalian didampingi oleh orang yang pernah melakukannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan data, komputer hang, dan lain sebagainya.
3. Pastikan PC kalian memenuhi spesifikasi minimum Windows 10.

Berikut tutorial dual-boot Windows :

1. Membuka Disk Management

Hal yang paling pertama untuk melakukan dual-boot adalah dengan mengatur ukuran harddisk yang akan diisi Windows 10. Caranya adalah dengan melalui Disk Management. Apabila PC kalian sudah memiliki OS Windows 7 atau Windows 8.1, silakan lakukan hal ini.

Membuka Disk Management di Windows 7 :

Klik tombol start --> ketik run --> ketik lagi diskmgmt.msc --> OK

Cara Dual Boot Windows

Membuka Disk Management di Windows 8 / Windows 8.1 :

Tekan lambang Windows + huruf X pada Keyboard --> pilih Disk Management

Cara Dual Boot Windows

2. Mengatur Ukuran Partisi

Tampilan Disk Management pada Windows 7 & Windows 8.1 hampir sama. Misalkan kalian memiliki 2 buah partisi berbeda dalam PC kalian ( Bisanya ditujukan dengan drive letter C: atau D: ). Disini biasanya kita akan menemui 3 buah kondisi yakni

A. Apabila kalian hanya memiliki 1 buah paritisi ( hanya C:\ ), kalian "pecahkan" dahulu partisi C:\ tersebut sehingga menjadi 2 buah partisi.

B. Namun jika kalian sudah memiliki 2 buah partisi dan salah satu partisi tersebut kosong / tidak ada data didalamnya, kalian bisa langsung menggunakan partisi tersebut sebagai tempat install Windows 10 tanpa harus memecah partisi lagi.

C. Kondisi ketiga apabila kalian memiliki lebih dari 2 buah partisi / lebih dan semuanya sudah terisi data, kalian backup dahulu data kalian di perangkat penyimpanan eksternal ( harddisk eksternal / flashdisk ) dan pilih partisi yang memiliki ukuran yang paling besar untuk dipecah.

Berikut cara memecah partisi menjadi 2 :

Klik pada partisi yang dipilih --> klik kanan --> pilih Shrink Volume --> masukkan ukuran partisi yang diinginkan --> Klik Shrink dan tunggu hingga proses selesai setelah itu keluar dari Disk Management.

Cara Dual Boot Windows

Cara Dual Boot Windows

Windows 10 hanya membutuhkan ukuran kosong harddisk minimal 20 GB, kalian bisa atur ukuran partisi sesuai keinginan kalian. Karena ukuran ditunjukan dalam MB, maka kalian harus ingat 1 GB = 1000 MB. Jika kalian ingin memasukkan 40 GB, maka masukkan 40.000 MB. Satu hal lagi, pastikan lagi yang kalian pecah bukan Partisi System Reserved !

Dan juga jangan berikan ukuran yang sama dengan partisi C: kalian agar nantinya tidak membingungkan.

3. Membuat Bootable

Langkah selanjutnya adalah membuat bootable. Untuk membuat bootable terdapat 2 cara yakni melalui Burning ke DVD-R 4.7 GB atau FlashDisk 4 GB ( Windows 10 32-bit ) / 8 GB ( Windows 10 64-bit ).

Baca juga :

- Membuat USB Bootable Semua versi Windows.

4. Memulai Installasi

Nah, disinilah proses inti dari membuat dual-boot di PC. Saya ingatkan lagi, apabila kalian belum yakin, kalian harus didampingi oleh orang yang benar-benar mengerti tentang komputer.

Setelah memburning file ISO Windows 10 kedalam DVD, nyalankan PC kalian, kemudian atur mode BIOS-nya agar DVD kalian terbaca terlebih dahulu sebelum masuk ke OS.

Untuk memasuki BIOS, biasanya dengan menekan ESC / F2 / F8 / F10 / F12 / DEL pada keyboard sebelum muncul logo Windows. Untuk lebih jelasnya kalian lihat postingan disalah satu blog ini atau disini.

Apabila diminta serial number, silakan masukkan S/N dibawah ini :

Untuk Windows 10 Pro Technical Preview : NKJFK-GPHP7-G8C3J-P6JXR-HQRJR
Untuk Windows 10 Enterprise Technical Preview : PBHCJ-Q2NYD-2PX34-T2TD6-233PK

Jika DVD kalian terbaca, maka proses installasi akan dimulai dengan munculnya tampilan seperti dibawah ini :
[ KLIK GAMBAR DIBAWAH INI UNTUK MEMPERBESAR ]

Tunggu beberapa saat

Cara Dual Boot Windows

Klik Install Now & tunggu sebentar...

Cara Dual Boot Windows

Cara Dual Boot Windows

Biasanya kalian akan diminta product key Windows 10, oleh karena itu gunakan salah satu product key diatas dalam proses installasi Windows 10. Setelah memasukkan serial number klik Next & akan muncul tampilan seperti dibawah. Kalian centang "I accept the license terms" lalu klik Next. 

Cara Dual Boot Windows

Kemudian pada saat tampilan seperti dibawah, kalian pilih custom ( install Windows only ) Advanced.

Cara Dual Boot Windows

Dibagian inilah yang biasanya terjadi kehilangan data akibat salah menghapus partisi. Kalian ingat-ingat lagi berapa ukuran partisi harddisk yang kalian berikan pada Windows 10. Jika kalian lupa, kalian ingat saja di free space-nya. Partisi yang sudah terisi biasanya memiliki freespace yang lebih kecil dibandingkan total size-nya.

Contohnya adalah dibawah ini, saya memiliki 3 buah partisi dimana partisi 1 diisi partisi System Reserved, partisi kedua diisi OS Windows 7 dan partisi ketiga masih kosong ( karena didapat dari memecah partisi Windows 7 diatas ).

Setelah itu saya masukkan ukuran partisi sesuai dengan yang saya masukkan di Disk Management diatas dan klik Apply.

Cara Dual Boot Windows

Kemudian saya sorot pada pada partisi yang ingin diinstall Windows 10 ( contohnya seperti dibawah ini ) dan klik next.

Cara Dual Boot Windows

Setelah itu tunggu hingga proses installasi selesai. Biasanya PC kalian akan restart setelah proses ini.

Cara Dual Boot Windows

5. Memilih Windows 7 atau Windows 10

Setelah restart, kalian akan menemukan PC kalian sudah terinstall secara otomatis dengan dua sistem operasi yakni Windows 7 dan Windows 10. Kalian bisa memilih salah satunya melalui Menu Boot

Cara Dual Boot Windows

Dibagian bawah tampilan diatas ( menu boot ), kalian bisa melihat sebuah pilihan "Change Defaults or Choose Other Options". Pilihan tersebut akan memuat berbagai macam pilihan seperti tampilan dibawah, yakni :

- Change The Timer : Pilihan ini berfungsi mengatur lama waktu munculnya tampilan menu boot saat pemilihan OS. Kalian bisa atur sesuka kalian, 10 detik, 20 detik atau 30 detik.

- Choos a default operating system : Pilihan ini memiliki fungsi untuk memilih OS mana yang dijadikan sebagai OS utama / default saat waktu dari menu boot habis, maka kalian akan masuk kedalam OS tersebut.

- Choose other options : Berisi pilihan-pilihan lainnya seperti untuk repair OS, dll.

Cara Dual Boot Windows

Contohnya lainnya, jika saya sudah masuk kedalam Windows 10, saya  bisa mengubah nama partisi yang saya inginkan agar tidak tertukar. Misalkan yang ukurannya 30 GB saya beri nama Windows 10 dan yang ukurannya 45 GB saya beri nama Windows 7.

Kalian tidak perlu kaget, jika kalian bertanya "kok partisi C: di Windows 7 malah jadi D: ?" atau sebaliknya, karena memang hal tersebut sudah terjadi secara default dan tidak mempengaruhi ke sistem kalian.

Cara Dual Boot Windows

Bagaimana ? mudah bukan membuat dual-boot Windows 7 / Windows 8.1 dengan Windows 10 ?

Cara Dual Boot Windows

Images : howtogeek.com

 
Display Pagerank