Tuesday, December 23, 2014

Mac OS X Mavericks 10.9.5 (13F34) Bootable USB

Mac OS X Mavericks v10.9.4
Mac OS X adalah salah satu sistem operasi turunan Unix yang dikeluarkan oleh Apple. Berbeda dengan OS Windows ataupun turunan Linux lainnya, Mac OS X hanya dikhususkan untuk perangkat Apple saja bukan untuk perangkat PC / Laptop lainnya.

Mac OS X yang saya bagikan ini adalah versi Mavericks dengan sudah terinstall lebih dari 200 fitur baru didalamnya. Beberapa fiturnya diantara lain, iBooks, iMaps, Tabs Finder terbaru, Safari terbaru dan lain sebagainya. Buat kalian penggemar Mac OS X, OS X terbaru sangat cocok diinstall diperangkat Apple kamu !

Note : 

- Semua resiko ditanggung pengguna, bukan admin :)

- File bertipe .DMG bukan .ISO ! Tutorial buat bootablenya lihat disini ( untuk Mac & Windows ) atau disini ( Untuk Mac ).

- Sangat tidak disarankan buat newbie / pemula, OS X ini hanya disarankan untuk mereka yang sudah terbiasa menginstall Mac OS X.


PASSWORD BINBOX : puGiBb2N

PASSWORD : www.software182.com

Tuesday, December 2, 2014

Kenapa Sih Windows Punya Banyak Virus ?

Kenapa Sih Windows Punya Banyak Virus ?

Kenapa Sih Windows Punya Banyak Virus ?

Kita semua sudah tahu bahwa Windows memiliki banyak virus dibandingkan sistem operasi lainnya. Benar jika ada yang bilang Windows memiliki banyak virus karena lebih populer dibandingkan dengan OS X ataupun GNU / Linux. Namun, itu cuma salah satu alasan mengapa Windows memiliki banyak virus. 

Sistem Operasi Paling Populer

Menjadi Sistem Operasi paling populer di seluruh dunia memag tidak mudah. Windows menjadi makanan empuk para attacker untuk menyerang Windows. Bayangkanlah kalian menjadi seorang hacker yang ingin mencuri data pengguna dengan mengunakan keylogger, kalian tentunya akan memilih sasaran yang paling banyak dibandingkan yang sedikit bukan ?

Faktor Sejarah Windows

Dari dulu, Windows sebenarnya bukan di desain untuk keamanan. Hal ini berbeda dengan OS berbasis UNIX seperti Linux dan Mac OS X dimana sistem operasi tersebut dibuat untuk multi-user yang mengizikan pengguna untuk membuat akun baru dengan perzinan yang terbatas. Sedangkan di versi asli Windows tidak begitu.

DOS ( nenek moyanganya OS Windows ) adalah sistem operasi Windows berbasis single user. Windows 3.1 95, 98 dan ME adalah salah satu turunan dari DOS. Memang kelihatannya sudah memiliki GUI yang cantik, namun Windows tetaplah DOS yang mana tetap sebagai single-user OS yang mana dahulu tidak memiliki keamanan yang mumpuni seperti perizinan file, dan sebagainya.

Hal ini berbanding terbalik semenjak dirilisnya Windows NT. Windows NT ini adalah inti dari Sistem Operasi Widnows saat ini seperti Windows 200, XP. Vista, 7 hingga Windows 10. Windows NT sudah mendukung multi-user dan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan DOS.

Bagaimanapun juga Microsoft sebenarnya tidak pernah merilis Windows untuk keamanan sampai pada masanya Windows XP SP2. Windows XP memang sudah mendukung multi-user, namun semua pengguna Windows XP yang menggunakan Windows XP tersebut bertindak sebagai Administrator. berbeda dengan Windows 7 yang bisa kita atur perizinan pengguna sebagai "Guest" atau "Administrator".

Dipostingan sebelumnya saya pernah menjelaskan tentang Firewall. Firewall baru benar-benar muncul di Windows XP SP2. Yang mana sebelum munculnya Service Pack 2 untuk Windows XP, Wndows XP menjadi target empuk disebarnya Worms.

Contoh lainnya adalah fitur Autorun di Windows XP. Dengan adanya Autorin, Windows akan secara otomatis akan menjalankan setiap perangkat yang masuk ke PC. Ini juga menjadi salah satu alasan keamanan kenapa Windows dapat terserang virus dengan mudah. Hingga sekarang saja masih banyak pengguna Windows yang terkena virus melalui Autorun ini.

Tidak Adanya Tempat Download Aplikasi Resmi

Berbeda dengan Android, Distro Linux dan Mac OS X, Windows tidak memiliki tempat download secara resmi untuk mendownload berbagai konten aplikasi penunjang. Cobalah tengok Android dengan Google Playstorenya, Ubuntu dengan Ubuntu Software Centernya atau Mac OS X dengan Apple AppStorenya. Mereka semua memiliki tempat download aplikasi resmi yang langsung dikelola oleh vendor masing-masing demi keamanan pengguna.

Di Windows, pengguna harus mendownload dari berbagai macam situs download. Itu pun kalau situs downloadnya bisa dipercaya seperti Softpedia, Majorgeeks atau Filehorse. Sebagian pengguna Windows yang didominasi oleh pengguna biasa mendownload aplikasi dari situs yang kurang terpercaya. Bahkan akhir-akhir ini pengguna sering "dijejali" dengan link download palsu. Bukannya mendownload software malah mendownload malware !

Microsoft memang menjawab kritikan tersebut dengan merilis Windows Store untuk Windows 8. Namun Windows Store tidak mencakup untuk aplikasi Desktop dan juga kebanyakan aplikasi-aplikasi Windows Store tidak terlalu berguna.

Microsft Menjawab Kritikan

Secara langsung Microsoft menjawab berbagai macam kritikan untuk Sistem Operasinya dari tahun demi tahun. Salah satu contoh yang paling fenomenal adalah dengan merilis fitur UAC atau User Account Control di Windows hingga yang paling gress adalah merilis Antivirus sendiri di Windows 8. Kita lihat saja apakah Microsoft mampu menjawab kritikan tersebut di sistem operasi terbarunya nanti dengan merilis tingkat keamanan terbaru.

Kesimpulan

Sesungguhnya masih banyak faktor yang menyebabkan kenapa Windows menjadi OS yang paling rentan diserang virus. Namun dengan semakin banyaknya fitur keamanan yang terus diperbaiki Microsoft, bukan tidak mungkin Windows akan jauh lebih aman dari Windows versi sekarang.

Pengguna Windows juga tidak bisa hanya berpangku tangan ke Microsoft. Pengguna Windows harus lebih mengetahui tentang keamanan komputer agar komputernya lebih aman dari serangan virus. Atau jika kalian ingin cara paling mudah, tinggal migrasi saja ke sistem operasi lainnya seperti GNU Linux & Mac OS X.

Saturday, November 29, 2014

Apakah Mungkin Untuk Menghack Jaringan Wi-Fi ?

Jaringan Wi-Fi

Apakah Mungkin Untuk Menghack Jaringan Wi-Fi ?

Well, saya sering sekali melihat pertanyan-pertanyaan yang ada dibeberapa grup komputer facebook yakni "Apakah bisa kita meng-hack jaringan Wi-Fi ?". Kalian juga pasti pernah melihat pertanyaan tersebut atau mungkin malah kalian yang pernah bertanya tentang pertanyaan tersebut. Oleh karena itu saya akan membahas sedikit tentang kemungkinan seseorang untuk meng-hack jaringan Wi-Fi. Dalam artikel ini saya sadur dari HowToGeek yang sudah saya terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dengan sedikit perubahan. Semoga bermanfaat.

Pertanyaan

Salah seorang anggota dari SuperUser yang bernama Sec pernah mengeluarkan pertanyaan tentang kemungkinan seseorang untuk meng-hack jaringan Wi-Fi :

"Saya pernah mendengar dari salah seorang teknisi ekspert di salah satu perusahaan komputer terpercaya bahwa seseorang bisa meng-hack jaringan Wi-Fi dengan menggunakan salah satu Tools dari Sistem Operasi Kali Linux dan juga dengan menggunakan tutorial dari internet.

Walaupun jaringan Wi-Fi tersebut memiliki :

- Password jaringan yang rumit.
- Password router yang rumit.
- Menyembunyikan jaringan wi-fi ( hidden ).
- Memfilter MAC Adress ( Mac Filtering ).

Kalau memang benar bisa, apakah itu mungkin ? dan bagaimana cara mereka melewati pengamanan tersebut ? lalu bagaimana pula cara agar jaringan Wi-Fi kita aman dari tindakan usil hacker ?"

Jawaban

Disini ada 2 jawaban dari kontributor SuperUser, yakni yang pertama dari Davidgo & Reirab. Jawaban pertama akan dijawab oleh Davidgo.

Jawaban Pertama Dari Davidgo

Benar, Sangat mungkin seseorang untuk meng-hack jaringan Wi-Fi.

Dalam jaringan Wi-Fi ada beberapa standar enkripsi yang digunakan sebagai pengaman, termasuk WEP, WPA, dan WPA2. Jika kalian menggunakan WEP, walaupun jaringan Wi-Fi kalian menggunakan password yang rumit, tetap saja bisa ditembus. Namun hal ini berbeda apabila kalian sudah menggunakan WPA & WPA2, kedua sistem pengamanan tersebut "lebih sulit" untuk ditembus. Walaupun begitu, penggunaan password yang rumit juga masih ada kemungkinan untuk di-crack dengan metode Brute-Force. Salah seorang hacker terkemuka Moxy Marlispike, menawarkan jasa untuk hack Wi-Fi melalui Cloud-Computing sebesar $30 ( sekitar Rp 300.000-an ), namun tidak ada jaminan hal itu bisa berhasil.

Penggunaan Password rumit pada router juga tidak dapat mencegah seseorang yang masuk dalam jaringan Wi-Fi untuk transmisi data melalui router & hal itu adalah hal yang wajar. A strong router password will do nothing to prevent someone on the Wi-Fi side from transmitting data through the router, so that is irrelevant.

Menyembunyikan jaringan Wi-Fi ( Hidden Network ) adalah mitos, pengguna jaringan Wi-Fi akan masih tetap mendeteksi bisa mendeteksi router Wi-Fi. 

MAC filtering ? Mac Filtering sama sekali hampir tidak melindungi jaringan Wi-Fi dari serangan Hacker. Perangkat komputer dengan aplikasi tersebut bisa merubah MAC Address dan melewati pengamanan Mac Filtering. 

Subjek yang lebih besar pada hal ini adalah Keamanan Jaringan dan bukan hanya terpaku pada pertanyaan diatas. Setiap Keamanan Jaringan memiliki beberapa lapisan keamanan, ya walaupun tidak semua. Dan juga semua sistem pasti bisa ditembus dengan syarat ada waktu, tenaga dan tentunya ilmu. Jadi, pertanyaan sebenarnya bukan hanya "Apakah itu bisa di-hack ?"tetapi pertanyaan yang utama adalah "Berapa lama sistem tersebut disusupi ?".

Jika kamu ingin menambah keamana pada jaringan Wi-Fi kalian, kalian bisa tampilkan sebagai lapisan transport dimana akan di enkripsi dan difilter setiap perangkat yang masuk kedalam jaringan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memberikan akses router kedalam server VPN tertentu yang kalian sebagai admin mengatur VPN tersebut, sehingga setiap pengguna ( Client ) yang ingin masuk ke jarigan Wi-Fi kalian akan membutuhkan autentikasi / perizinan dari kalian terlebih dahulu. Cara ini cukup ampuh untuk menangkal beberapa pengguna yang nakal.

Jawaban Kedua dari Reirab

Seperti yang sudah dibilang, menyembunyikan SSID bukanlah solusi. Jaringan kalian akan tetap terlihat secara default pada Windows 8.

MAC filtering tidak terlalu membantu, walaupun hal ini bisa memperlambat beberapa orang script kiddies, namun hal ini tetap tidak akan menghentikan seseorang untuk memasuki jaringan Wi-Fi. Mereka bisa saja merubah MAC Address dengan mudah.

Yang jadi masalah utama apabila kalian menggunakan enkripsi WEP. Sekuat apapun password kalian, jaringan Wi-Fi kalian akan tetap bisa dijebol dengan software WEP Cracker yang bertebaran di internet.

WPA mungkin lebih aman dari WEP, namun tetap bisa dirusak. Jika perangkat kalian support WPA ( bukan WPA2 ) cobalah, daripada kalian tidak menggunakan kemananan sama sekali.

WPA2 dalam beberapa versi sudah menggunakan AES dan lebih aman dari tingkat enkripsi diatas lainnya. Memang WPA2 masih bisa di hack namun membutuhkan waktu yang lebih lama & lebih banyak pengetahuan untuk menjebolnya.  

Sama seperti perkataan David diatas, pertanyaan sebenarnya adalah "Berapa lama seseorang untuk meng-hack jaringan Wifi ?" mungkin jawabannya adalah itu semua tergantung dari seberapa besar kemampuan seseorang tersebut.

Sumber : HowtoGeek.

Wednesday, November 26, 2014

Cape Bersihin Virus di Komputer ? Udah Install Ulang Saja !

Virus di Komputer

Cape Bersihin Virus di Komputer ? Udah Install Ulang Saja !

Virus Komputer adalah salah satu musuh utama pengguna komputer. Karena apabila PC terinfeksi virus, PC bisa menjadi error, berjalan tidak semestinya hingga yang terburuk adalah kehilangan data. Dan saya rasa, hampir semua pengguna komputer pernah merasakan perangkat komputernya terinfeksi Virus. 

Beberapa pengguna komputer berusaha untuk menghapus virus-virus tersebut dengan berbagai macam Antivirus. Bahkan ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari hanya untuk memastikan PC mereka benar-benar "bersih" dari virus. Namun terkadang hal itu bukan ide yang bagus, karena kita tidak pernah tahu apakah Antivirus yang kita gunakan untuk menghapus virus benar-benar menghapus virus hingga ke akar-akarnya atau malah setelah di Full Scan malah menambah masalah di PC.

Jika Antivirus saya mendeteksi virus yang sangat banyak, Saya sendiri cenderung memilih untuk Install Ulang daripada virus tersebut "nyangkut" di PC. Harus saya akui bahwa install ulang sangat menyakitkan karena kita harus memulai segalanya dari awal, namun ada beberapa alasan bahwa terkadang Install Ulang lebih baik daripada melakukan Full Scan di PC.

1. Virus Semakin Pintar

Tahukah kalian alasan mengapa semua antivirus wajib berjalan pada Startup ? Alasannya adalah untuk mencegah program jahat tersebut semakin menginsfeksi PC kalian lebih jauh lagi. Contohnya apabila dari awal menyalakan komputer saja sudah terinfeksi, apalagi sesudah 1 jam menyalakan komputer ? pasti lebih bahaya lagi.

Baca Juga :


Bukan cuma itu, Malware saat ini bisa "mengundang kawan-kawannya" untuk masuk kedalam PC kita, Memang pada saat scanning kita menemukan beberapa malware, tapi tetap saja kita ada sedikit perasaan tidak yakin bahwa Malware tersebut adalah satu-satunya yang ada di PC kita bukan ?

Antivirus [ Image by HTG ]

2. Tidak Ada Antivirus yang Sempurna

Saya sangat yakin sekali bahwa tidak ada program Antivirus yang sempurna di dunia ini. Semua antivirus pasti mempunyai kelemahan dan salah satu kelemahannya adalah harus update setiap hari. Apabila Antivirus tersebut tidak di update beberapa minggu saja, pastinya Antivirus tersebut akan terlihat usang dan tidak bisa mendeteksi untuk virus-virus jenis baru yang muncul ribuan setiap harinya.

Baca Juga :

3. Proses Scanning Memakan Waktu yang Lama

Menghabiskan waktu berjam-jam didepan komputer untuk menunggu antivirus membersihkan virus adalah hal yang "konyol". Kita sebagai manusia mempunyai aktivitas lainnya daripada cuma melihat layar monitor. 

Terlebih lagi kalian terinfeksi ratusan atau ribuan virus di PC, pasti proses scanning-nya memakan waktu yang cukup lama. Itu juga belum ada jaminan bahwa PC benar-benar bersih dari Virus.

4. Menambah Masalah

Mungkin hal ini salah satu bagian yang paling mengesalkan. Saya sendiri pernah menghapus virus menggunakan salah satu antivirus dari vendor tertentu. Dan setelah proses scanning & deleting Antivirus selesai, yang ada komputer saya muncul berbagai macam pesan error. Bahkan yang terburuk adalah tidak bisa masuk Windows atau Booting sama sekali !

Install Ulang Adalah Solusi Terbaik...

Install Ulang adalah salah satu solusi terbaik apabila PC kalian benar-benar terinfeksi virus yang sangat banyak. Install Ulang Windows saat ini sangatlah mudah bahkan untuk dipelajari oleh newbie sekalipun !

Berbeda dengan Install Ulang beberapa tahun yang lalu yang memakan waktu yang lama. Di Sistem Operasi Windows terbaru seperti Windows 7 & Windows 8, install ulang hanya memakan waktu tidak sampai 1 jam, bahkan kurang dari setengah jam. Cara Install Ulang Windows juga bisa kalian temui di google. Apabila masih kurang juga, kalian bisa melihat demo videonya di YouTube.

Saat kalian install ulang, File Sistem Windows kalian yang terinfeksi akan benar-benar dihapus dan digantikan dengan file sistem yang baru yang masih bersih dari virus. Mungkin hal yang agak membuat pengguna komputer malas adalah menginstall program-program satu persatu dari awal. Tetapi menurut saya itu bagus, terlebih kalian mendownload software-software tersebut dari situs-situs download yang terpercaya seperti Softpedia, Softexia, Majorgeeks yang bersih dari virus.

Baca Juga :


Tuesday, November 11, 2014

Cara Membuat File ISO Bootable Windows 7 / 8 Dengan IMGBurn

Cara Membuat File ISO Bootable

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

Terkadang kita pernah menemui masalah yakni file ISO Windows yang tidak mau booting padahal sudah di burn atau dibuat bootable kedalam DVD atau FlashDisk. Bisa jadi masalahnya terdapat didalam file ISO itu sendiri yang memang tidak dibuat bootable.

Atau selain masalah diatas kalian pernah membuat bootable Windows kedalam FlashDisk, namun DVD Windows kalian yang tadinya dibuat bootable rusak, sehingga hanya tersisa file serta folder installasi Windows didalam flashdisk. Tidak mungkin juga kan kalian menyimpan file & folder tersebut selamanya didalam flashdisk ? ada baiknya diubah lagi saja menjadi file ISO Bootable.

Atau bisa juga kalian yang ingin mengubah installasi Windows kalian yang ada difile ISO, kalian juga bisa menggunakan cara ini.

Berikut adalah tutorial membuat file ISO dari folder installasi Windows dengan menggunakan IMGBurn

1. Download & Install software IMGBurn [ Download Disini ]. Pastikan kalian menginstallnya tanpa koneksi Internet, karena jika menggunakan koneksi Internet, Software IMGBurn akan menawarkan software tambahan ( Junkware ) yang tidak bermanfaat. IMGburn bersifat Freeware, jadi tidak perlu menggunakan Serial Number :D.

2. Perhatikan susunan file & folder pada gambar dibawah, biasanya susunan file & folder dibawah adalah susunan untuk file Windows. Dalam contoh kali ini, saya menggunakan file & folder dari file ISO Windows 8.1 yang sudah saya ekstrak.

Sekarang salin semua file & folder dibawah lalu buat folder baru bernama "Windows 8.1 Terbaru" dan masukkan semua file & folder yang tadi sudah disalin / copy kedalam folder "Windows 8.1 Terbaru" yang sudah kita buat.

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

3. Buka aplikasi IMGBurn yang sudah diinstall dan pilih "Create Image from Files & Folders". Masukkan lokasi folder "Windows Terbaru" yang tadi kalian buat melalui Browse for a Folder. Dan pada kolom Destination, kalian pilih lokasi penyimpanan file ISO yang akan kalian buat ( terserah dimana ).

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

4. Sekarang kalian pindah ke tab Advanced --> Bootable Disk dan centang pada kotak Make Image Bootable. Emulation Type kalian tetap pilih None ( jangan diubah-ubah ).

5. Pada kolom Boot Image, kalian masukkan file etfsboot.com, file tersebut terdapat didalam file & folder installasi Windows yang akan kalian buat. Lebih tepatnya letaknya di folder Boot ( Lihat gambar di langkah 2 diatas, ada folder yang namanya Boot bukan ? ). 

6. Dibagian Sectors To Load, kalian ganti keangka 8. Angka 8 digunakan apabila kalian ingin membuat file ISO Bootable Windows 7, Windows 8/8.1 atau Windows 10, sedangkan apabila kalian ingin membuat file ISO Bootable Windows XP atau Windows Vista, kalian biarkan ke angka 4.

7. Dibagian Load Segment tetap pada pilihan 07C0. Dan jika sudah maka hasilnya seperti dibawah ini. Jika sudah, kalian klik pada tombol Build ( yang dikotak merah ).

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

8. Lalu akan muncul tampilan seperti dibawah, kalian klik Yes dan Ok. Lalu kalian tunggu sampai proses selesai. Biasanya hanya memakan waktu 1 atau 3 menit tergantung dari besarnya file.

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

9. Setelah selesai kalian akan mendapatkan pesan sukses seperti dibawah. 

Cara Membuat File ISO Bootable Dengan IMGBurn

10. Bagaimana ? Mudahkan ? Sekarang kalian bisa meng-custom OS Windows kalian sendiri dan kemudian membuat lagi bootable Image-nya dengan IMGBurn.

Note

- Cara ini bisa digunakan untuk Windows 7 keatas ( Windows 8 / 8.1 / 10 ).

Thursday, November 6, 2014

Benarkah Game Booster Dapat Mempercepat Kinerja Gaming ?

Game Booster

Apakah Game Booster Benar-Benar Mempercepat Kinerja Gaming ?

Game Booster, sebuah software yang diklaim dapat mempercepat kinerja PC saat bermain game. Beberapa gamer awam sudah menggunakannnya, namun apakah benar software game booster ini dapat mempercepat kinerja PC saat kita bermain game ? berikut adalah penjelasan dari HowToGeek yang sudah diterjemahkan oleh Software182 dengan sedikit perubahan.

Akhir-akhir ini saya melihat di media sosial sebagian gamer menggunakan sebuah software Game Booster yang diklaim dapat mengoptimalkan kinerja PC. Menarik bukan ? Lihat penjelasan sebenarnya dibawah.

"Game Booster", Bagaimanakah Cara Kerjanya ?

Game Booster yang cukup banyak digunakan dan biasanya ditawarkan software gratis dari masing-masing pembuatnya.  Selain itu, Game Booster akan mengizinkan kamu untuk membuka game melalui Game Booster tersebut. Saat kalian dalam Mode Game di Game Booster, Game Booster akan mematikan semua program yang berjalan di background pada komputer kalian. 

Fitur “one-click optimization” adalah inti dari aplikasi ini, walaupun masih ada beberapa fitur yang lain. Seperti Driver Updater yang akan memberitahu kalian bahwa Driver VGA kalian sudah Outdated / Lama dan secara otomatis akan mengupdate driver VGA kalian.

Game Booster juga akan menampilkan informasi pada kalian program apa saja yang ditutup saat kalian menggunakan "Game Mode" dan mengembalikan program yang dimatikan tersebut saat kalian mematikan "Game Mode" pada game booster.

Namun benarkah demikian ? Kita lihat tes secara langsung dibawah ini saat sebuah game dijalankan dengan Game Booster dan Tanpa Game Booster.

Hasil Menjalankan Game Dengan Game Booster & Tanpa Game Booster

Berikut adalah hasil dari HowToGeek yang sudah menjalankannya dengan settingan Grafis Tinggi :

Batman: Arkham Asylum ( Tanpa Game Booster )

Minimum: 31 FPS
Maximum: 62 FPS
Average: 54 FPS

Batman: Arkham Asylum (Denga Game Booster)

Minimum: 30 FPS
Maximum: 61 FPS
Average: 54 FPS


Cukup menarik, benchmark menunjukan penurunan yang sedikit saat menggunakan Game Booster. Jadi, pada kenyataanya Game Booster tidak benar-benar mempercepat kinerja PC saat game, yang ada malah memperlambatnya. 

Perhatikan, hasil diatas tidak bisa sama pada setiap komputer. Pada komputer yang memiliki ratusan program yang berjalan di background, hal ini "mungkin" akan berpengaruh sedikit namun buat yang hanya memiliki beberapa program akan tidak terasa sama sekali.

Lalu, Apakah Game Booster Benar-Benar berguna ?

Game Booster hanya melakukan apa yang kalian bisa lakukan secara manual. Contohnya begini, apabila kalian memiliki IDM di system tray atau background, cukup matikan saja IDM tersebut saat kalian akan menjalankan Game dan nyalakan kembali saat kalian membutuhkan IDM. 

Dalam komputer modern, program-program yang berjalan di background tidak banyak membutuhkan sumber daya yang terlalu banyak, bahkan terkadang menunjukan 1% atau 2% pada CPU Usage. Tidak percaya ? coba kalian cek saja di Task Manager kalian sendiri. Namun jika memang tiba-tiba CPU Usage kalian menunjukan penaikan yang cukup cepat ( tiba-tiba 100% dengan sendirinya ) mungkin PC kalian terinfeksi dengan program jahat tertentu.

Kesimpulan 

Jadi pada intinya, Game Booster tidak benar-benar dibutuhkan oleh kalian para gamer yang ingin memaksimalkan pengalaman Gaming di PC kalian. Memang ada beberapa fitur yang cukup berguna dari Game Booster seperti merekam Video saat bermain game, namun fitur "Game Mode" tidak terlalu berguna. Terlebih, bagi kalian yang sudah memiliki PC dengan Prosessor Quad-Core, RAM 8 GB dan VGA Minimal 1 GB 256 Bit, Game Booster ini hanya akan menjadi aplikasi yang tidak berguna.

Saya rasa untuk mempercepat kinerja game kalian adalah dengan mengupgrade PC kalian seperti menambah RAM, Membeli prosessor terbaru yang lebih cepat, menggunakan kartu grafis eksternal serta menggunakan SSD sebagai media penyimpanan game kalian.

Jadi, masih menggunakan Game Booster ?

Tuesday, November 4, 2014

Perlukah PC Kita Menggunakan Memory Optimizer ?

Memory Optimizer

Perlukah PC Kita Menggunakan Memory Optimizer ?

Selama ini sebagian pengguna Windows menggunakan sebuah software yang "menjanjikan" dapat mengoptimalkan kinerja RAM kita sehingga PC kita menjadi lebih cepat. Sebenarnya, apakah kita benar-benar membutuhkan software tersebut atau tidak ? Berikut penjelasan dari Howtogeek yang sudah diterjemahkan oleh Software182.

Banyak software yang menawarkan kinerja untuk mempercepat RAM, sebenarnya aplikasi ini tidak berguna, atau boleh disebut juga lebih baik tidak menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut banyak yang menjanjikan "kecepatan", padahal yang mereka lakukan adalah akan memperlambat komputer kalian ! ( Saya sendiri pernah menginstall salah satu aplikasi optimasi RAM, namun tidak ada bedanya sebelum dan sesudah install aplikasi tersebut ).

Pada kenyataanya, Sistem Operasi zaman sekarang, entah itu Windows, OS X atau GNU /LINUX sudah mengetahui bagaimana mengatur RAM yang kalian punya. Jadi aplikasi RAM Optimizer benar-benar tidak berguna sama sekali.

Software Pengoptimal RAM ( Memory Optimizers ) dibuat berdasarkan kesalahpahaman. Contohnya begini, apabila kalian memiliki RAM 4 GB kemudian secara drastis RAM kalian sudah terisi 3 GB untuk berbagai macam aplikasi lalu kalian melihat ruang koson memori hanya tersisa 1 GB untuk aplikasi lainnya, untuk sebagian orang yang belum terlalu mengerti komputer, pastinya akan berfikir bahwa PC kita membutuhkan pengoptimal memori ( sebenarnya tidak ! ) dan hal itu adalah normal apabila kalian menjalankan banyak program di PC kalian. 

Seperti yang saya sudah bilang diatas, OS zaman sekarang sudah cukup pintar untuk me-managei RAM. Pada kasus diatas, penggunaan RAM hingga 3 GB sebenarnya tidak benar-benar akan membuat PC kalian lambat, Sistem Operasi akan mengatur memori untuk meng-cache data dalam memori ( RAM ) sehingga PC kalian akan dengan cepat mengakses data.

Lalu apa itu Cache ? untuk pengertiannya mungkin kalian bisa lihat di Wikipedia. Saya akan menjelaskan contohnya saja. Misalkan begini, kalian pastinya pernah mengunjungi suatu website yang kalian kunjungi secara sering bukan ? Bandingkan dengan kalian baru pertama kali membuka situs tersebut dengan kecepatan internet yang sama. Tentunya akan lebih cepat ketika kita sudah pernah mengunjungi website tersebut dibandingkan dengan baru pertama kali, karena data kalian sudah disimpan didalam browser kalian. Itulah salah satu contoh yang disebut cache !

Dalam suatu aplikasi yang sering dibuka, cache disimpan didalam RAM, jadi saat kalian akan menjalankan kembali aplikasi tersebut, komputer kalian akan mengambilnya lewat RAM tanpa perlu mengakses kembali ke Harddisk, sehingga aplikasi lebih cepat dibuka.

Kembali kemasalah RAM, saya ambil contoh yang lain saat RAM kalian penuh dan kalian ingin menjalankan aplikasi lain, apakah kita membutuhkan Memory Optimizer ? jawabannya tetap sama, TIDAK !. PC kalian akan secara otomatis akan menghapus cache yang tidak terpakai kemudian akan mengisi ruang kosong tersebut dengan aplikasi yang akan dijalankan.

Pada gambar dibawah, kalian pasti melihat ada "Free". Gambar dibawah adalah contoh saat RAM digunakan sebagai cache (  lihat bagian cache ) namun disaat bersamaan kalian juga melihat masih ada ruang untuk aplikasi lain yang membutuhkan ( Available ).

RAM Windows 7

Jika di OS zaman dulu, apabila RAM PC kalian penuh maka itu memang menunjukan suatu masalah, namun di zaman sekarang tidak. Bahkan dengan RAM 4 GB sudah cukup, tentu saja bukan untuk gaming, mengedit video atau menjalankan virtual machine yang memang membutuhkan memori yang cukup besar. 

Bahkan jika RAM kalian hanya 1 GB atau 2 GB, kalian juga tetap tidak membutuhkan Memory Optimizer. Memory Optimizer bersifat menjebak & malah membuat PC menjadi lambat !. Lalu bagaimana sih cara kerja Memory Optimizer ? 

Bagaimana Sebenarnya Cara Kerja Memory Optimizer ?

Saat kalian menggunakan software RAM Optimizer / Memory Optimizer dengan 1 kali click, kalian pasti melihat RAM kalian akan tersedia ruang kosong dengan cepat ( tampak menjanjikan bukan ? ) Namun sebenarnya tidak semudah itu. Memory Optimizer bekerja dalam :

Software ini akan memanggil fungsi API Windows yang bernama EmptyWorkingSet, kemudian akan memaksa menjalankan aplikasi untuk ditulis kedalam RAM kalian yang mana akan menghapus cache semua aplikasi yang sudah pernah dijalankan sehingga memori benar-benar menjadi kosong. 

Cara ini memang benar-benar akan mengkosongkan RAM, namun bukankah dengan menghapus cache yang sudah ditulis di RAM akan membuat PC kalian mengulang kembali dari awal saat akan menjalankan aplikasi ? bukannya mempercepat malah memperlambat ! karena Sistem Operasi akan membaca kembali kedalam Harddisk bukan dari RAM. Tidak nyambung bukan ? inilah mengapa software Memory Optimizer tidak dibutuhkan sama sekali.

Jika Windows kalian memang membutuhkan ruang kosong pada RAM, Windows akan menghapus sebagian data cache yang tidak terpakai dan mengisinya dengan data cache untuk aplikasi yang baru. Jadi, tidak butuh lagi Memory Optimizer yang malah memperlambat PC.

RAM Optimizer ini seperti kebanyakan software pembersih PC lainnya yang tampaknya "menjanjikan" kecapatan pada PC kalian, padahal mereka melakukan hal-hal yang berbahaya pada Windows kalian. Parahnya, banyak pengguna yang kurang paham dan menggunakan software-software tersebut.

Lalu, Bagaiman Sebenarnya Untuk Mengoptimalkan Kinerja RAM ?

Untuk mengoptimalkan kinerja RAM sebenarnya cukup mudah yakni :

- Matikan aplikasi yang tidak terpakai melalui system tray Windows.
- Matikan program yang muncul pada Startup.
- Tambahkan RAM pada PC atau Laptop kalian.

Bagaimana ? Mudah bukan untuk mengoptimalkan kinerja RAM ? tidak percaya ? silakan kalian upgrade RAM kalian dari 2 GB ke 4 GB atau dari 4 GB ke 8 GB dan rasakan perbedaanya ! :D

Friday, October 31, 2014

Perbedaan Windows Versi OEM System Builder Dengan FPP Retail

Perbedaan Windows Versi OEM System Builder Dengan FPP Retail

Perbedaan Windows Versi OEM System Builder Dengan FPP Retail

Beberapa kalian mungkin masih bingung, apa saja perbedaan antara Windows versi System Builder ( OEM ) dengan FPP ( Retail ). Terlebih lagi apabila kalian ingin membelinya di situs retail online macam Bhinekka atau Forum Jual Beli Kaskus. Berikut akan saya jelaskan sedikit perbedaan antara Windows OEM System Builder dengan FPP Retail.

Apa Sih Windows System Builder ( OEM ) ?

Dipostingan beberapa waktu yang lalu, saya sempat menjelaskan tentang versi OEM Windows disini. Pada dasarnya Windows versi System Builder bukan ditujukan untuk pengguna rumahan, Ambil contoh Windows System Builder ditujukan untuk perusahaan komputer yang ingin "menaruh" Windowsnya kedalam PC jualan mereka ( Pre-Activated ) kemudian menjualnya kembali ke pengguna rumahan. 

Windows OEM vs Windows FPP retail

Jika kalian pernah browsing  di salah satu forum jual beli, kalian pasti sedikit heran kenapa Windows versi System Builder ( OEM ) harganya lebih murah daripada versi FPP / Retail. Berikut beberapa hal yang menyebabkan versi FPP lebih mahal dibanding versi OEM.

Baca Juga :


Full Version / FPP / Retail : Ditujukan untuk pengguna rumahan, seperti kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja dan lain sebagainya, ya bisa dibilang kalangan "standar". Maksudnya begini, jika kalian pernah ke salah satu toko yang menjual Windows dalam bentuk DVD Box, itulah yang disebut dengan Windows versi Retail / FPP / Full Version. 

Kelebihan dari versi Retail ini adalah kalian bisa menginstallnya diberbagai macam jenis PC apa saja, Bahkan PC rakitan sekalipun, namun hanya untuk 1 PC untuk 1 waktu. Windows versi Retail juga mengizinkan kalian untuk mengupgrade Windows kalian ke Windows versi terbaru.

System Builder/OEM : Biasanya ditujukan untuk perusahaan komputer ( OEM ) contohnya Lenovo, Asus, Dell, Acer, HP. Kalian juga bisa menggunakan lisensi Sytem Builder kedalam PC yang kalian buat, hanya saja versi OEM ini tidak menyediakan upgrade ke versi Windows terbaru dan hanya bisa digunakan untuk 1 PC selamanya.  

Kekurangan Versi System Builder ( OEM ) Dibandingkan Retail

Berikut adalah kekurangan Windows versi OEM :

Hanya Bisa Digunakan Di 1 PC / Motherboard : Apabila kalian membeli Windows versi OEM / System Builder, kemudian kalian menginstallnya kedalam PC kalian, maka Windows tersebut selamanya hanya bisa digunakan di 1 PC / Motherboard. Apabila kalian mengupgrade Motherboard PC kalian, kemudian kalian ingin menginstall Windows tersebut, maka Windows tersebut tidak akan teraktivasi.

Baca Juga :


Berbeda dengan versi Retail, dimana kita bisa menginstallnya di PC / Motherboard jenis apa saja. Tentu saja hanya bisa digunakan untuk 1 PC dalam satu waktu. 

Tidak Mendapatkan Support Dari Microsoft: Maksudnya adalah dukungan seperti customer care. Kalian yang menggunakan Windows System Builder tidak dapat komplain secara langsung ke Microsoft. Jadi apabila kalian ingin protes atau mengajukan masalah kalian, kalian harus menceritakannya ke orang / tempat kalian beli Windows System Builder tersebut. Selebihnya kalian tetap mendapat dukungan seperti Windows Updates.

Hanya Bisa Digunakan Untuk 32-bit atau 64-Bit: Windows System Builder hanya menyediakan versi 32-bit atau 64-bit dalam DVD terpisah. Berbeda dengan versi retail, kalian mendapatkan installer DVD dalam versi 32-bit & 64-bit di 1 DVD. 

Baca Juga :


Tidak Bisa Digunakan Untuk Upgrade: Seperti yang sudah saya singgung diatas, Windows System Builder tidak menyediakan versi Upgrade untuk Windows terbaru. Misalnya dari Windows XP ke Windows 7, Windows 7 ke Windows 8.1.

Jadi Pilih Yang Mana ?

Jika kalian merasa nyaman dengan ketentuan lisensi dari Windows System Builder & ingin menghemat uang kalian, maka Windows versi ini sangat cocok dengan kalian. Namun apabila kalian ingin support yang lebih dan memiliki beberapa fitur yang eksklusif serta kalian punya uang yang cukup banyak, versi retail adalah pilihan yang paling tepat !

Itupun kalau kalian memiliki uang hehe :)

Thursday, October 30, 2014

Apakah Windows Firewall Saja Sudah Cukup ?

Windows Firewall

Apakah Windows Firewall Saja Sudah Cukup ?

Windows Firewall adalah salah satu fitur keamanan yang sudah ditawarkan oleh Microsoft sejak Windows XP SP2. Dengan adanya Firewall, Windows kalian akan lebih aman dari serangan dunia maya. Terlebih Windows Firewall pada Windows juga cukup tangguh. Selain itu, pada Windows 8 sudah dilengkapi dengan Antivirus.

Pentingnya Firewall

Penjelasan mengenai Windows Firewall sebelumnya sudah saya singgung disini. Windows Firewall memiliki fungsi utama untuk memblokir koneksi masuk / keluar yang mencurigakan. 

Sebenarnya Windows Firewall Saja Sudah Cukup !

Windows Firewall memiliki fungsi yang sama dengan 3rd-party Firewall atau Software Firewall dari pihak ketiga seperti Comodo Firewall atau Outpost Pro Firewall. Perbedaan yang mencolok antara Windows Firewall dan 3rd-party Firewall Tersebut adalah, Windows Firewall lebih sedikit menampilkan pop-up dan hampir semuanya dijalankan melalui Background. Sedangkan Firewall dari pihak ketiga agak sedikit lebih "bawel" karena sewaktu-waktu muncul dengan tiba-tiba. Windows Firewall juga memiliki proteksi perlindungan yang cukup solid.

Apakah Masih Dibutuhkan Firewall dari Pihak Ketiga ?

Jawabannya tergantung, Kekurangan dari Windows Firewall adalah tampilannya yang kurang ramah, bahkan sama sekali tidak ramah bagi yang tidak terlalu mengerti Komputer. Kelebihan dari Software Firewall dari pihak ketiga adalah kita bisa dengan mudah mengatur koneksi masuk / keluar dengan tampilan yang lebih mudah. 

Pengguna yang sudah ahli akan lebih memilih 3rd-Party Firewall dibandingkan Windows Firewall, Kenapa ? Karena mereka akan dengan mudah mengatur jalur keluar masuk koneksi dari suatu aplikasi. Namun untuk pengguna yang biasa-biasa saja atau bahkan pengguna newbie, Firewall dari pihak ketiga ini akan sangat mengganggu, karena saat akan membuka aplikasi, Firewall dari pihak ketiga akan menampilkan pop-up yang bahkan tidak 1x atau 2x muncul, namun berkali-kali !

Kesimpulan

Windows Firewall sebenarnya sudah cukup bagi pengguna yang biasa-biasa saja dan tidak ingin mengatur lebih banyak komputernya. Windows Firewall juga sudah solid & bisa dipercaya ! Walaupun tampilan dari Windows Firewall sangat tidak menarik & cukup sulit, namun Windows Firewall setidaknya tidak terlalu bawel seperti Firewall dari pihak ketiga.

Sedangkan Firewall dari Pihak Ketiga ( 3rd-Party Firewall ) sangat direkomendasikan untuk power user atau pengguna yang sudah berpengalaman. Karena memiliki fitur yang lebih banyak dibandingkan Windows Firewall. 

Berikut adalah beberapa Firewall dari Pihak Ketiga yang biasa digunakan :

- ZoneAlarm Free Firewall

Tuesday, October 28, 2014

Mac OS X Yosemite 10.10 VMware Image

Mac OS X Yosemite VMware Image

Mac OS X Yosemite VMware Image | 5.45 GB

File ini adalah file Image dari OS X Yosemite 10.10 untuk VMware. OS X Yosemite yang digunakan adalah versi 10.10 dan di download dari Apple App Store kemudian diubah menjadi file Image VMware. Jadi, untuk kalian yang ingin mencoba Mac OS X tanpa harus menginstallnya dengan ribet di PC, kalian bisa mencicipi OS dari Apple ini kedalam VMware kalian.

OS X Yosemite versi Image VMware ini, PC kalian harus memiliki prosessor yang sudah support Hardware Virtualization Technology (vt-x). Saya belum coba untuk prosessor AMD ( biasanya sih tidak bisa ).

Saya menyarankan PC kalian memiliki spesifikasi sebagai berikut :
  • Memiliki Software VMware Workstation 10.x
  • Prosessor : Intel Core I3 keatas dan Support Hardware Virtualization Technology ( vt-x)
  • RAM : Minimal RAM 4GB
  • Harddisk : Minimal memiliki harddisk 250 GB keatas.
  • OS : Windows 7, Windows 8/8.1 64-bit.

Cara Install [ PENTING & DIBACA BAIK-BAIK ]

1. Ekstrak file RAR dengan WinRAR.

2. Didalam file terdapat beberapa file & Folder, namun kita fokus hanya kepada file & folder dibawah ini :

Folder

- VMware Unlocker - Mac OS X Guest
- VMware Unlocker - Hardware Virtualization Bypasser

File

- 7z-Extracter.cmd
- 7z.exe
- OS X 10.10 Yosemite.7z
- Readme.txt ( Penting ! )

2. Matikan seluruh proses VMware di PV kalian, cara mematikannya di stop melalui task manager.

3. Sekarang buka folder VMware Unlocker - Mac OS X Guest, didalamnya terdapat folder lagi yakni :

- VMware 7.1.x Series :
- VMware 8.x + 9.x + 10.x Series

Apabila kalian menggunakan VMware versi 7 ( baik itu VMware Player atau Workstation ), pilih folder yang khusus untuk Windows dan install dengan cara klik kanan --> run as admin --> klik 2x pada file windows.bat

Sedangkan apabila kalian sudah menggunakan versi VMware keatas ( disarankan sudah punya VMware Workstation 10.x ), arahkan pada folder VMware Workstation Unlocker - Windows dan install dengan cara klik kanan --> run as admin --> klik 2x pada file install.cmd.

4. Tunggu hingga proses selesai. 

4a. SKIP LANGKAH INI APABILA PROSESSOR KALIAN SUDAH SUPPORT VT-X

- Langkah ini hanya dijalankan apabila prosessor kalian tidak support VT-X ( Virtualisasi Hardware ), kalian kembali ke folder paling awal dan buka folder VMware Unlocker - Hardware Virtualization Bypasser, didalamnya ada aplikasi kecil namanya vmware-vmx-patch.exe , kalian jalankan sebagai admin.

Untuk mengetahui prosessor kalian support VT-X atau tidak, kalian bisa cari di google dengan cara ketik saja nama prosessor kalian dan biasanya ada di paling atas lokasi pencarian ( website intel ).

5. Ekstrak file OS X 10.10 Yosemite.7z dengan cara klik 2x pada 7z-Extracter.cmd. Apabila ditanya password, passwordnya adalah

xBytez

6. Sekarang buka folder OS X 10.10 Yosemite Image, dan klik 2x pada file .vmx

7. Done ! sampai proses ini sebenarnya sudah selesai. Namun ada beberapa setting yang harus kalian lakukan agar OS X Yosemite dapat berjalan maksimal.

8. Kalian buka VMware Workstation --> Pilih OS X Yosemite --> klik pada bagian Edit Virtual Machine Settings. Pada bagian CD/DVD ( IDE ) kalian pilih Use Image ISO File --> Kalian klik browse dan cari file darwin.iso yang letaknya ada di folder VMware 8.x + 9.x + 10.x Series --> Klik Ok jika sudah selesai.

9. Sekarang nyalakan OS X Yosemite kalian dan jika muncul pop up, kalian pilih saja I copied it. Tunggu beberapa saat.

10. Apabila kalian merasa agak lambat, setelah masuk ke OS X Yosemite, kalian install VMware Tools di OS X kalian. Caranya klik tab VM --> Install VMware Tools dan install seperti biasa.

11. Done ! kalian sekarang punya full Mac OS X Yosemite di PC kalian.


PASSWORD BINBOX : 2S42fSaN

PASSWORD : www.software182.com

Friday, October 24, 2014

5 Website Terbaik Untuk Download Software Gratis Tanpa Ribet !

5 Website Terbaik Untuk Download Software Gratis Tanpa Ribet !

Software atau perangkat lunak adalah hal yang wajib diinstall pada Sistem Operasi demi menunjang pekerjaan user. Beberapa Sistem Operasi memang menyediakan aplikasi default didalam OS mereka, namun tidak semua aplikasi tersebut dapat bekerja dengan optimal. Oleh karena itu user membutuhkan software tambahan untuk menunjang kinerja mereka.

Yang jadi pertanyaan, dimana kita bisa mendownload software secara gratis, tidak ribet dan tampa diselingi iklan terlebih dahulu ? Berikut beberapa situs download software gratis yang Software182 rekomendasikan.

1. Softpedia

Salah satu situs terbesar untuk software dan berbagai macam informasi tentang dunia IT lainnya. Bisa dibilang Softpedia ini sebagai "google"-nya tempat download software. Hampir semua software baik itu berbayar ataupun gratis ada di Softpedia ini. Kelebihan dari Softpedia ini juga semua softwarenya sudah diverifikasi oleh tim dari Softpedia, sehingga kecil kemungkinan terdapat Malware didalam Software yang kalian download. Selain itu Softpedia juga bisa mendownload software-software untuk OS X dan juga GNU / Linux !

Homepage : http://www.softpedia.com/

2. Majorgeeks

Uptodate, engga ribet dan list softwarenya banyak itulah beberapa gambaran dari Majorgeeks. Kalian jangan tertipu dengan tampilannnya yang sangat jadul jika dibandingkan dengan website zaman sekarang. Majorgeeks juga menjadi salah satu tempat download software gratis oleh Software182. Selain informasinya yang ditampilkan cukup lengkap, download melalui Majorgeeks juga tidak repot !

Homepage : http://www.majorgeeks.com/

3. Softexia

Softexia ini juga hampir mirip-mirip dengan Softpedia. Softexia juga menyediakan software yang sangat lengkap baik itu Antivirus, Anti-Spyware, Software untuk Office dan lain sebagainya. Download melalui Softexia juga tidak ribet karena langsung didapat dari situs software bersangkutan ! tidak percaya ? silakan kalian kunjungi Softexia dibawah.

Homepage : http://www.softexia.com/

4. FileHorse

Software-softwarenya lumayan lengkap, banyak sekali pilihan Software yang ada di FileHorse. Ya walaupun jika dibandingkan dengan ketiga situs diatas list dari FileHorse lebih sedikit, namun Situs Download FileHorse patut diberi 2 jempol karena downloadnya yang tidak ribet serta menyediakan software-software untuk Windows & OS X.

Homepage : http://www.filehorse.com/

5. Sourceforge

Gudangnya aplikasi Freeware, Sourceforge ini adalah tempat bagi kalian pecinta Freeware. Sourceforge adalah surganya aplikasi gratisan dan berbasis Open-Source. Kalian hampir tidak akan menemukan aplikasi berbayar / trialware di Soucrforge.

Homepage : http://www.sourcefourge.net/

6. DownloadCrew

Downloadcrew adalah tempat software download gratis baik freeware maupun shareware. Meskipun softwarenya tidak selengkap dan sebanyak Softexia ataupun Softpedia, Semua software yang didownload dari Downloadcrew bersih dari malware :)

Homepage : http://www.downloadcrew.com/

Note :

- Sourceforge sengaja saya hapus dari list karena sekarang Sourceforge sudah membundling semua softwarenya dengan adware dan junkware !

Thursday, October 23, 2014

Cara Masuk Kedalam BIOS & Mengatur Boot Menu BIOS

BIOS

Cara Masuk Kedalam BIOS & Mengatur Boot Menu BIOS

BIOS ( Basic Input Output System ) sebuah software yang ditulis dalam bahasa pemrograman assembler. Fungsi utama dari BIOS adalah sebagai jembatan penguhubung antara perangkat keras ( hardware ) dengan perangkat lunak ( Software ). Untuk membaca lebih lengkapnya, silakan kalian lihat disini.

Apabila kalian ingin menginstall / memperbaiki Sistem Operasi yang kalian gunakan, kalian biasanya harus memasuki BIOS terlebih dahulu untuk membaca media installasi yang kalian gunakan, entah itu CD / DVD / Hardisk External atau USB FlashDisk.

Berikut ini saya akan memberi tahu bagaimana cara memasuki BIOS dan melakukan pengaturan boot menu agar media installasi kalian terbaca di PC.

1. Untuk memasuki pengaturan BIOS, masing-masing motherboard memiliki pengaturan berbeda-beda. Caranya adalah sebelum memasuki logo Sistem Operasi ( Logo Windows / OS X / Linux ) kalian pencet salah satu tombol keyboard kalian yakni :

- F2, F11, F12, ESC, F10. F8, atau DEL.

Ingat ! sebelum memasuki logo Sistem Operasi, kalian harus menekan salah satu tombol tersebut !

2. Jika kalian berhasil, kalian akan menemui sebuah menu BIOS yang kira-kira tampilannya seperti dibawah ini ( rata-rata tampilan menu BIOS kurang lebih sama untuk setiap motherboard ) :

BIOS

3. Nah, apabila kalian ingin menginstall OS dalam media installasi CD / DVD ? USB FlashDisk, kalian tinggal atur saja boot menunya. Untuk mengaturnya, silakan kalian arahkan pada tab boot dengan cara menekan tombol arah pada keyboard.

Contohnya adalah dibawah ini :

3a. Install OS melalui CD/DVD / USB FD

Setelah kalian memasuki pilihan tab boot, dan kalian menginstall OS melalui media CD / DVD, kalian letakkan boot menu CD-ROM / DVD-ROM Drive dipaling atas. Caranya dengan memilih tulisan pada CD-ROM / DVD-ROM Drive --> Tekan F5 untuk menaikan menu boot CD ROM / DVD-ROM Drive keatas --> Tekan F10 & pilih YES. Setelah itu PC kalian akan restart dengan sendirinya.

Sedangkan untuk menginstall lewat FD, kalian letakkan saja pilihan Removable Devices dipaling atas. Biasanya bernama USB HardDrive / Nama FlashDisk kalian ( SanDisk, KingSton, Dlll ). ( Lihat gambar yang ada di nomor 2 ).

Sorot pada pilihan CD ROM / DVD-ROM Drive dan tekan F5

BIOS

Letakkan seperti ini.


BIOS

Jika sudah kalian tekan F10 dan klik YES

BIOS

Setelah restart, nanti akan muncul dilayar seperti "press any button to boot from CD/DVD", kalian tekan tombol apa saja 

3. Done ! jika kalian ingin melakukan pengaturan dari awal lagi setelah selesai install OS, cukup masuk kembali ke menu BIOS --> setelah di menu BIOS, kalian tekan F9 dan pilih YES --> Tekan ESC untuk keluar dari BIOS maka BIOS kalian akan kembali pada pengaturan awal. 

Mudah bukan ? :)

Baca Juga :


Sunday, October 19, 2014

3 Alasan Logis Untuk Meninggalkan Windows XP

Windows XP

3 Alasan Logis Untuk Meninggalkan Windows XP

Windows XP merupakan Sistem Operasi paling legendaris dari Microsoft dan mungkin paling dikenal sepanjang sejarah. Pada bulan April 2014 kemarin Windows XP telah kehilangan "nyawanya" secara resmi karena Microsoft telah mencabut dukungan terhadap Windows XP

Memang walaupun dukungan Windows XP sudah berakhir, ribuan pengguna diseluruh dunia masih belum bisa meninggalkan Windows XP. Tidak ada yang salah memang dengan hal tersebut, namun pernahkah kalian berfikir ( para pengguna Windows XP ) bahwa memang sudah saatnya Windows XP ditinggalkan ? Dan meng-upgrade ke Windows terbaru atau beralih ke OS lain seperti distro GNU / LINUX. Meninggalkannya memang sulit, namun ada beberapa alasan kuat untuk meninggalkan Windows XP diwaktu yang tepat diantaranya :

1. Windows XP Sangat Rentan Terserang Malware

Dirilis sekitar tahun 2001, Windows XP bisa dibilang sudah sangat uzur untuk sebuah Sistem Operasi. Ditambah lagi dukungannya sudah berakhir, Windows XP menjadi sasaran yang empuk untuk para hacker. Disaat masih mendapat dukungan saja Windows XP sudah rentan, apalagi sekarang Microsoft sudah tidak menambal ( patching ) Windows XP lagi ? Tidak terbayang bukan bagaimana rentanya Windows XP ?

Baca Juga :

2. Hardware Sudah Mulai Meninggalkan Teknologi Windows XP

Saat Windows XP pertama kali dirilis, Windows XP hanya support hardware hingga 4 GB RAM, 127 GB Harddisk dan bahkan tidak support USB 2.0 ! Saat waktu itu memang teknologi hardware tersebut memang luar biasa, namun dizaman sekarang terlihat biasa saja. Bisa dibayangkan bagaimana teknologi Hardware zaman sekarang, memiliki RAM 4 GB. Windows XP Service Pack 3 saja tidak support RAM 8 GB karena Windows XP SP3 hanya tersedia dalam versi 32-bit yang kita tahu versi 32-bit tidak mendukung RAM lebih dari 4 GB.

Windows XP

Contoh lainnya apabila kalian mempunyai PC High-End ditahun 2014 ini dan masih menggunakan Windows XP, saya meragukan performa PC tersebut dan tidak akan keluar dengan maksimal.

3. Software & Games Juga Mulai Mencampakan Windows XP

Adobe Photshop CS6 / CC 2014, Internet Explorer 11, DirectX 11, FIFA 15 adalah beberapa software dan game yang sudah menghilangkan dukungannya terhadap Windows XP. Dan saya sangat yakin dalam beberapa tahun kedepan software-software serta games yang membutuhkan spesifikasi sistem yang tinggi akan meninggalkan Windows XP. Salah satu contohnya adalah persyaratan sistem untuk game FIFA 15.

• OS: Windows V/7/8/8.1 – 64-Bit
• CPU: Intel Q6600 Core2 Quad @ 2.4Ghz (or AMD Phenom 7950 Quad-Core, AMD Athlon II X4 620 equivalent)
• RAM: 4GB
• Hard Drive Kosong: 13.0 GB
• Minimum VGA: ATI Radeon HD 5770 atau NVIDIA GTX 650
• DirectX: 11.0

Kesimpulan

Sebenarnya ada beberapa alasan yang cukup logis untuk meninggalkan Windows XP. Namun, kalian ( pengguna Windows XP ) pasti juga memiliki alasan untuk tetap menggunakan Windows XP, mungkin karena tidak ada biaya untuk Upgrade PC, Malas Upgrade atau bisa juga terlalu cinta sama Windows XP.

Windows XP tidak saya pungkiri memang OS yang hebat, namun memang sudah saatnya beralih ke OS yang lebih modern seperti Windows 7 / Windows 8.1 / Linux. Jujur, saya sendiri terakhir menggunakan OS Windows XP sebagai OS Utama pada tahun 2010.

Jadi, masih ingin menggunakan Windows XP ? Saya sih tidak :p

 
Display Pagerank